Kubu Raya,SP - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meninjau program penanganan sarana dan prasarana permukiman Kumuh Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya ,Senin 2/3/2026 sore.
Kunjungannya juga didampingi Gubernur Kalbar Ria Norsan dan Bupati Kubu Raya Sujiwo. Dalam Kunjungan kerja tersebut, Maruarar Sirait, melihat langsung Kondisi permukiman sekaligus berdialog dengan warga sekitar.
Maruarar Sirait menegaskan program ini harus berbasis data dan tepat sasaran. Ia menyebut ini adalah program nya dari bapak presiden Prabowo Subianto untuk yang belum punya rumah. Kita buat skema luas Tanah dan Bangunan (LTPB) rumah subsidi.
"Pak presiden Prabowo Subianto sudah membuat kebijakan pro rakyat, dibantu Kemendagri bulan November tahun 2024 yaitu Bea Perolehan Hak Atas Tanah (BPHTB), biaya perolehan tanah bangunan yang dulu nya bayar, jadi Gratis apalagi LPR bagi masyarakat berpenghasilan rendah," kata Maruarar Sirait.
Ia mengungkapkan bahkan Persetujuan Pembangunan Gedung (PPG) juga digratiskan.Menurutnya kebijakan ini, kebijakan yang sangat pro kepada rakyat, karena sebelumnya berbayar. Selain itu, proses juga sangat cepat, tadinya lama sampai 45 hari, khususnya mengurus PPG.
"Saya sudah keluar surat bersama dengan Kemendagri dan Dinas PU, Kita minta maksimal 10 hari, sudah bisa selesai, artinya pemerintah menyiapkan Rumah subsidi dan ini solusi bagi yang belum punya rumah," Ucapnya.
Dalam satu tahun masa pemerintahan presiden Prabowo, rumah rakyat disiapkan sebanyak 224000, ini terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Biasanya itu hanya 210 sampai 220.
"Tetapi satu tahun pemerintahan presiden Prabowo itu naik sekitar 49000 ribu, Artinya program ini sangat bermanfaat bagi rakyat dan bunganya 5 persen DP-nya 1 persen," Kata Maurara Sirat.
Maruarar Sirait menyampaikan sudah mengadakan rapat dengan Kementerian Keuangan dan Menteri Tenaga Kerja,Dalam rapat tersebut, membuat kebijakan baru untuk masyarakat yang ingin memiliki rumah subsidi, diaman pinjaman kreditnya hanya bisa selama 20 tahun, kita buat kebijakan bisa sampai 30 tahun. Sehingga rakyat bisa menyicil lebih gampang.
"Untuk diwilayah perkotaan khususnya yang jumlah penduduknya padat, apakah rumah susun subsidi di Kalbar dibutuhkan? Sebab diwilayah padat, pasti harga tanahnya mahal dan sawah-sawah tidak boleh dimanfaatkan untuk perumahan, karena ketahanan Pangan Nasional harus dijaga. Kita mau program ketahanan Pangan sukses, program energi sukses, program rumah subsidi juga harus sukses, soalnya maka kita harus bangun menjulang ke atas seperti di Jakarta," Ucapnya.
Ia menambahkan, program unggulan pemerintah lainnya adalah program bedah rumah.Ia mengatakan bedah rumah tahun lalu se-Indonesia hanya 45000 ribu. Tersebar di 240 lebih Kabupaten kota.
"Sementara ditahun ini ada 400.000 ribu , seluruh kabupaten kota di Indonesia mendapat program ini," Ujarnya.
Maruarar Sirait mengaku senang karena program ini bisa bertambah sehingga bisa teraebar kesemua wilayah di Indonesia termasuk kabupaten kubu Raya Kalimantan.
"Terima kasih kepada pak Bupati yang telah menganggarkan program bedah rumah, begitu juga kepada Gubernur Kalbar yang telah menganggarkan program bedah rumah. Intinya program ini Gotong royong,ada dana APBN,ada APBD Provinsi, APBD Kabupaten dannkuga ada Dana CSR," jelasnya.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyoroti perbedaan data yang dimiliki pemerintah Kabupaten kubu Raya dengan data dari badan Pusat Statistik Kubu Raya, khususnya rumah warga yang perlu didata.
Tito meminta kedua belah pihak untuk duduk bersama mencari solusi yang terbaik, agar data yang diperlukan sesuai dengan jumlah penerima.
" Solusi nya ,tim Bupati dan tim BPS, nanti duduk bersama. Namanya rekonsiliasi data. Datanya pasti sudah my name my address, tinggal dicocokkan saja (Dioverly) mana yang sama dan mana yang beda," pintanya.
Tito Karnavian menegaskan bahwa akurasi data sangat penting, karena untuk membuat kebijakan. Menurut nya kesalahan atau ketidak akuratan data akan berdampak terhadap kebijakan yang akan di ambil.
Bupati Kubu Raya Sujiwo, menyambut baik kedatangan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meninjau langsung program penanganan sarana dan prasarana permukiman Kumuh Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.
"Terima kasih kepada pak menteri dan juga kepada ketua komisi V DPR RI Lazarus menggunakan dana fokir nya untuk mengalokasikan anggaran ini ," kata Jiwo.
Sujiwo menyampaikan kawasan Kumuh di kabupaten kubu Raya sangat masih banyak.Ia menegaskan siap mengawal dan memperjuangkan nya melalui anggota DPR RI Komisi V.
Jiwo menambahkan siap mengawal program bedah rumah di Kabupaten Kubu Raya. Ia mengungkapkan di tahun ini,pemkab kubu Raya menganggarkan program bedah rumah sebanyak 16 ribu lebih.
"Alhamdulillah,kita mendapatkan program bedah rumah tertinggi di Kalbar dengan jumlah hampir 10500 ribu lebih," Ujarnya.
Lebih lanjut, Jiwo memastikan akan berkordinasi dengan BPS untuk mensinkronisasikan perbedaan data penerima bantuan.
"Saya akan mengundang kepala BPS untuk mensinkronisasikan data, mencari dimana letak perbedaannya, karena data ini memang harus sama seperti yang diharapkan oleh bapak presiden," tutup Jiwo.(mar)