LANDAK, SP - Semangat persaudaraan dan kepedulian sosial mewarnai kegiatan Tim Merah Putih (TMP) Ke-8 yang digelar komunitas Vespa di Kabupaten Landak, Minggu (16/8/2026).
Di tengah rangkaian kegiatan touring dan perkemahan, Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP) West Borneo Vespa Lovers menyempatkan diri menggelar aksi bakti sosial dengan mengunjungi salah satu anggota Vespa Landak, Jiki, yang sedang terbaring sakit akibat kecelakaan lalu lintas tunggal beberapa tahun silam.
Kegiatan TMP Ke-8 sendiri diselenggarakan Club Vespa Landak tersebut diawali dengan rolling dari Kota Ngabang menuju kawasan Riam Angan, Kecamatan Jelimpo.
Puluhan peserta mengikuti perjalanan dengan penuh semangat sambil mengibarkan bendera Merah Putih sepanjang perjalanan.
Sesampainya di kawasan Riam Angan, para peserta kemudian mendirikan tenda masing-masing di bawah pepohonan sawit di sekitar lokasi.
Suasana kebersamaan, persaudaraan dan semangat menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 terasa begitu kental.
Namun, bagi FRKP West Borneo Vespa Lovers, kegiatan kali ini tidak hanya sebatas touring dan berkumpul bersama sesama pecinta Vespa.
Ada misi kemanusiaan yang turut dibawa, yakni menyambangi Jiki, anggota Vespa Landak asal Jelimpo yang kini mengalami kelumpuhan setelah mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal beberapa tahun lalu.
Dengan menggunakan ambulans Mandiri FRKP, tim membawa sejumlah bantuan berupa sembako, di antaranya beras, mi instan, Pop Mie, gula pasir, kopi dan air mineral. Tim juga menyerahkan bendera Merah Putih serta bantuan dana tunai kepada Jiki yang saat itu didampingi oleh ayah dan ibunya.
Penyerahan bantuan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan haru. Amplop bantuan tunai diserahkan oleh petouring cilik FRKP, Kinanti alias Coy. Sementara itu, bendera Merah Putih diserahkan oleh Bro Suryanto yang didampingi Nirwana.
Kehadiran kawan-kawan Jiki dari Pontianak tersebut membuat keluarga Jiki terharu. Sang ibunda tidak kuasa menyembunyikan rasa haru dan syukurnya atas perhatian yang diberikan kepada putranya.
“Puji Tuhan, terima kasih atas kedatangan kawan-kawan Jiki dari Pontianak ini. Terima kasih sudah merepotkan diri sampai datang dan membawa sembako untuk Jiki,” ungkapnya dengan suara terbata-bata.
Bagi keluarga Jiki, kedatangan rombongan FRKP bukan sekadar membawa bantuan dalam bentuk sembako dan dana. Lebih dari itu, kunjungan tersebut menjadi pengingat bahwa Jiki tidak berjalan sendiri dalam menghadapi kondisi yang dialaminya.
Salurkan Berkat dari Para Donatur
Bruder Stephanus Paiman OFMCap, yang mengoordinasikan langsung kegiatan tersebut, mengatakan bahwa informasi mengenai kondisi Jiki diperoleh dari Bro Judi Tatto.
Menurut Stephanus, informasi tersebut kemudian menjadi perhatian FRKP. Momentum kegiatan TMP Ke-8 di Jelimpo dinilai menjadi waktu yang tepat untuk sekaligus mengunjungi Jiki secara langsung.
“Informasi tentang sakitnya Jiki kami peroleh dari Bro Judi Tatto. Karena kebetulan ada kegiatan TMP Ke-8 di Jelimpo, kami gunakan momen ini untuk mengunjungi Bro Jiki,” tutur Stephanus.
Ia menegaskan, bantuan yang diberikan bukanlah sesuatu yang perlu dilihat dari besar atau kecilnya nilai materi. Menurutnya, yang jauh lebih penting adalah ketulusan dan keikhlasan para donatur serta kepedulian sesama.
“Prinsipnya kami hanya menyalurkan berkat dari para donatur hingga sampai kepada Bro Jiki. Jangan dilihat dari sisi materinya, tetapi keikhlasan dan ketulusan hati, itu yang penting,” katanya.
Tokoh kemanusiaan yang dikenal dengan kepala plontos dan tato di kepalanya tersebut juga memberikan semangat secara langsung kepada Jiki agar tidak menyerah dengan keadaan.
Bruder Steph bahkan menceritakan pengalaman pribadinya ketika mengalami kecelakaan lalu lintas di Sabah, Malaysia, pada 2023. Ia mengatakan, pengalaman tersebut membuatnya memahami bahwa proses untuk bangkit dari sebuah musibah membutuhkan semangat, keyakinan dan dukungan dari banyak pihak.
“Semangat, Bro Jiki. Kita sama. Saya juga tahun 2023 mengalami laka lantas yang sama di Sabah, Malaysia. Tetapi dengan semangat pantang menyerah serta ikut campurnya Allah dalam doa-doa, maka saya masih bisa berdiri di sini,” ujarnya.
Dari Touring, Persaudaraan hingga Kemanusiaan
Bagi FRKP West Borneo Vespa Lovers, perjalanan kali ini menjadi bukti bahwa komunitas tidak hanya dibangun atas dasar hobi dan kecintaan terhadap Vespa. Persaudaraan yang terjalin di dalamnya juga menjadi jalan untuk menghadirkan kepedulian kepada sesama.
Rangkaian TMP Ke-8 masih akan berlanjut. Setelah kegiatan di Riam Angan, Jelimpo, rombongan dijadwalkan melanjutkan perjalanan pada Senin (17/8/2026) menuju Saka 4, Pahuman, untuk mengikuti kegiatan pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Usai mengikuti rangkaian kegiatan tersebut, rombongan FRKP West Borneo Vespa Lovers dijadwalkan kembali menuju Pontianak.
Bruder Steph yang juga merupakan pendiri sekaligus penasehat FRKP West Borneo Vespa Lovers, mengatakan kegiatan seperti ini akan terus menjadi bagian dari semangat komunitas.
Menurutnya, perjalanan menggunakan Vespa bukan hanya tentang jarak yang ditempuh, tetapi juga tentang siapa yang ditemui, persaudaraan yang dibangun dan manfaat yang dapat diberikan sepanjang perjalanan.
Dari Ngabang menuju Jelimpo, deru mesin Vespa membawa semangat Merah Putih.
Namun di balik perjalanan tersebut, ada pesan sederhana yang jauh lebih kuat, persaudaraan tidak boleh berhenti ketika perjalanan berakhir, dan kepedulian harus tetap hidup ketika sesama membutuhkan.
Kegiatan TMP Ke-8 pun menjadi semakin bermakna karena semangat menyambut Kemerdekaan tidak hanya diwujudkan dengan mengibarkan Merah Putih, tetapi juga melalui aksi nyata membantu dan menguatkan sesama. (*)