Melawi post authorBob 10 Juli 2023

Lokakarya 7 CGP Angkatan 7 Tampilkan Aksi Nyata Guru, Kadisdikbud Melawi :Guru Harus Keluar dari Zona Nyaman

Photo of Lokakarya 7 CGP Angkatan 7 Tampilkan Aksi Nyata Guru, Kadisdikbud Melawi :Guru Harus Keluar dari Zona Nyaman Foto bersama Calon Guru Penggerak bersama kepsek dan undangan dalam Lokakarya 7. Ist
MELAWI, SP - Calon Guru Penggerak (CGP) Angkatan 7 Kabupaten Melawi menampilkan sejumlah aksi nyata dalam Festival Panen Hasil Belajar yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Melawi, Kamis (6/7) lalu. Para guru yang telah mengikuti program pendidikan guru penggerak diharapkan mampu mengembangkan diri dan keluar dari zona nyaman. 
 
Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Melawi, Yusseno ditemui Suara Pemred. Ia mengatakan guru penggerak akan berbeda dengan guru lainnya dan ini telah terbukti pada guru penggerak di angkatan sebelumnya. 
 
"Program guru penggerak luar biasa, bisa dilihat hasil dari program di angkatan 4 dimana para guru ini berbeda dengan guru guru sebelumnya. Tentu harapannya mereka lebih bisa mengembangkan diri dan bisa mengimbaskan pada kawan guru lainnya," ujarnya. 
 
Yusseno menambahkan guru penggerak menjadi cikal bakal untuk menjadi kepala sekolah maupun pengawas. Dan ini akan menjadi prioritas bagi pemerintah untuk menentukan kepala sekolah, mengingat syarat menduduki jabatan ini adalah telah lulus program guru penggerak. Karenanya ia terus mendorong guru di Melawi mengikuti program guru penggerak yang ada sehingga nantinya bisa mengembangkan diri menjadi guru yang bisa membawa pendidikan lebih maju di Melawi. 
 
"Tinggal pemerintah mensupport untuk bisa mendaftarkan sebagai guru penggerak. Karena seleksi nya juga berat. Sehingga harus didorong dan support agar mereka mendaftarkan sebagai guru penggerak. Agar mereka tidak hanya terus di zona nyaman. Walau berat harus dilaksanakan, " paparnya. 
 
Yusseno mengakui, masih banyak guru yang tak mau jadi guru penggerak, karena adanya  miss-konsepsi di lapangan. Padahal ini merugikan bagi guru bila menyia-nyiakan program ini mengingat hasil cetakan dari guru penggerak jelas berbeda
 
"Ada yg bilang jadi program ini berat. Ada juga kepsek yang tidak mendukung, karena khawatir nanti kalau ada guru penggerak  ia tergeser. Ada  juga dikhawatirkan program ini membuat guru meninggalkan jam mengajar guru di sekolah. Padahal tidak sama sekali. Ini yang akan disosialisasikan ke sekolah agar guru mau menjadi guru penggerak, " jelasnya. 
 
Ketua Panitia Lokakarya 7, Andi Suanto menyampaikan setelah berjalannya pendidikan selama 6 bulan pembelajaran efektif, para CGP telah mendapatkan sesuatu yang sangat luar biasa.
 
"Disini kami mendapatkan pengalaman baru dalam memimpin pembelajaran, merancang program positif bagi murid, mampu mengelola dan memanajemen diri dengan lebih baik, tumbuhnya jiwa berkolaborasi untuk memajukan pendidikan, dan terciptanya mental baja dalam menghadapi perubahan dan inovasi pendidikan," katanya. 
 
Ia berharap guru dan kepsek selalu tergerak untuk meningkatkan kapabilitas diri, bergerak membentuk kolaborasi, dan menggerakkan komunitas belajar untuk memajukan pendidikan.
 
Kegiatan lokakarya 7 juga dimeriahkan dengan lomba mewarnai bagi anak-anak serta sejumlah stan pameran yang dibuat oleh para CGP Angkatan 7. (eko) 
Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda