Nasional post author elgiants 10 Agustus 2026

Task Force Hanura Bergerak dari Daerah ke Daerah, Ketua Tim: Percepat Konsolidasi Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

Photo of Task Force Hanura Bergerak dari Daerah ke Daerah, Ketua Tim: Percepat Konsolidasi Mesin Politik Hadapi Pemilu 2029

MEDAN, SP - Tim Task Force DPP Partai Hanura terus bergerak dari daerah ke daerah untuk mempercepat konsolidasi organisasi sekaligus memastikan kesiapan mesin politik partai menghadapi Pemilu 2029.

Setelah melakukan konsolidasi di sejumlah daerah, termasuk Banten, Tim Task Force DPP Hanura kini menyambangi Sumatera Utara. Konsolidasi dan rapat teknis tersebut digelar di Hotel Le Polonia, Medan, Senin (10/8/2026), dan diikuti jajaran DPD Hanura Sumatera Utara serta pengurus 33 DPC kabupaten/kota se-Sumut.

Ketua Tim Task Force DPP Hanura Patrice Rio Capella mengatakan, turun langsung ke daerah merupakan bagian penting dari tugas Task Force untuk memastikan pembenahan organisasi tidak berhenti pada tataran administrasi maupun rapat-rapat internal.

“Task Force keliling Indonesia memastikan kesiapan organisasi,” kata Rio dalam arahannya.

Menurut dia, Task Force dibentuk untuk memastikan adanya kecepatan, percepatan, dan kerapian dalam konsolidasi organisasi Hanura menuju Pemilu 2029.

“Task Force ini dibentuk untuk memastikan bahwa terjadi kecepatan, terjadi percepatan, dan terjadi kerapian dalam soal organisasi partai ini,” ujarnya.

Bukan Sekadar Menambah Agenda Rapat

Rio menegaskan, keberadaan Task Force bukan untuk memperbanyak rapat. Tim tersebut justru ditugaskan untuk turun ke lapangan, melihat kondisi sebenarnya, mendengar laporan pengurus daerah, sekaligus mendorong penyelesaian persoalan organisasi.

“Task Force ini seharusnya bukan untuk menambah jadwal rapat. Kalau hanya untuk menambah agenda rapat, tidak ada gunanya Task Force ini,” tegasnya.

Karena itu, setiap kunjungan Task Force diarahkan untuk menghasilkan langkah konkret. Salah satunya dengan mengecek sejauh mana pembentukan Pengurus Anak Cabang (PAC) dan ranting Hanura telah berjalan di daerah.

Para pimpinan DPC juga diminta menyampaikan laporan mengenai jumlah PAC yang telah terbentuk serta langkah yang telah dilakukan untuk mempersiapkan mesin politik menghadapi Pemilu 2029.

Bagi Rio, struktur organisasi di tingkat kecamatan dan desa bukan sekadar kelengkapan partai. Struktur tersebut merupakan mesin politik Hanura.

“Yang saudara-saudara bangun itu bukan hanya struktur. Itulah mesin politik Partai Hanura,” ujarnya.

Dari Banten ke Sumatera Utara

Kunjungan ke Sumatera Utara menjadi bagian dari rangkaian kerja Task Force DPP Hanura yang dirancang untuk menjangkau daerah-daerah secara langsung.

Sebelumnya, Task Force telah melakukan konsolidasi di Banten. Setelah Sumatera Utara, agenda serupa akan terus didorong ke daerah lainnya untuk memastikan seluruh jajaran partai memiliki target dan kesiapan organisasi yang sama.

Pola kerja tersebut dinilai penting karena kondisi setiap daerah berbeda. Dengan turun langsung, Task Force dapat mendengar persoalan yang dihadapi DPD maupun DPC dan mencari solusi bersama.

Rio mengatakan, persoalan organisasi yang ditemukan di daerah tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

“Persoalan apa pun yang ada, kita selesaikan. Bagaimana kita mengatur organisasi, Task Force juga bisa membantu,” katanya.

Sumut Jadi Perhatian

Khusus Sumatera Utara, Task Force menaruh perhatian besar karena provinsi ini memiliki 33 kabupaten/kota dan wilayah yang luas.

Rio berharap Sumut mampu memberikan kontribusi besar dalam percepatan pembentukan PAC.

“Saya berharap Sumatera Utara memberikan sumbangan terbanyak dalam jumlah PAC karena Sumatera Utara punya 33 kabupaten/kota,” katanya.

Ia meminta seluruh DPC tidak menunggu terlalu lama untuk membangun struktur di kecamatan.

Targetnya, seluruh PAC di Sumatera Utara sudah terbentuk pada akhir September 2026.

“Bulan September semua PAC di Sumatera Utara sudah terbentuk,” tegas Rio.

Menurutnya, jumlah pengurus PAC tidak harus besar. Lima, tujuh, atau sembilan orang yang benar-benar bekerja dinilai sudah cukup untuk menggerakkan organisasi di tingkat kecamatan.

Setelah PAC terbentuk, pekerjaan berikutnya adalah memperkuat ranting hingga tingkat desa/kelurahan.

Task Force Ingin Ubah Cara Kerja Partai

Rio mengatakan, salah satu pekerjaan utama Task Force adalah mendorong perubahan budaya kerja organisasi.

Hanura, kata dia, tidak boleh hanya memiliki struktur yang tercatat di atas kertas. Struktur tersebut harus hadir dan dikenal masyarakat.

Karena itu, ia mendorong pemasangan papan nama PAC maupun ranting sebagai salah satu bentuk kehadiran partai di tengah masyarakat.

“Orang membaca, ‘Oh, ada Hanura di kecamatan ini.’ Itu yang paling penting,” ujarnya.

Menurut Rio, semakin banyak struktur yang bekerja hingga tingkat bawah, semakin besar pula peluang partai mengubah struktur organisasi tersebut menjadi kekuatan elektoral.

“Siapa yang paling rajin dan paling kuat membangun struktur sampai level bawah, itulah pemenangnya,” tegasnya.

Ambisi Politik Harus Diikuti Mesin Politik

Dalam konsolidasi tersebut, Rio juga mengingatkan kader yang memiliki ambisi maju sebagai calon legislatif maupun kepala daerah agar tidak sekadar mengandalkan keinginan.

Ia mencontohkan kader yang bermimpi menjadi bupati tetapi tidak mampu membangun jaringan hingga tingkat kecamatan.

“Anda mau mimpi jadi Bupati, membangun Aceh nggak bisa. Cari orang lima di tiap kecamatan nggak bisa. Bagaimana cari suara untuk jadi Bupati? Itu nggak mungkin,” katanya.

Menurut Rio, kader yang ingin memenangkan pertarungan politik harus mulai membangun jaringan sejak jauh hari.

“Itu jadi mesin politik saudara-saudara nanti pada saatnya,” tegasnya.

Karena itu, Task Force tidak hanya berbicara mengenai kelengkapan struktur organisasi, tetapi juga bagaimana struktur tersebut dapat menjadi basis kerja politik para kader pada saat pemilu maupun momentum politik lainnya.

DPP Siapkan Dukungan

Untuk mempercepat kerja organisasi, Rio memastikan DPP Hanura juga memberikan dukungan kepada jajaran daerah.

“Kita bagi sekarang ini. Kita bagikan uang ke seluruh Indonesia, bukan cuma Sumut dan Banten saja,” katanya.

Namun, dukungan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan administratif. Para kader diminta menggunakan seluruh dukungan dan kesempatan yang tersedia untuk benar-benar menggerakkan organisasi.

Rio juga meminta kader tidak minder dengan kondisi Hanura saat ini.

“Jangan juga anggap kita ini partai kecil. Boleh saja hari ini kecil, tapi kita punya nyali besar seperti partai-partai besar lainnya,” tegasnya.

Task Force Didorong Jadi Motor Percepatan

Dalam agenda di Medan, Rio hadir bersama jajaran Task Force DPP Hanura, yakni Sekretaris Task Force Hanurani Prajanto, Bendahara Task Force Indah Sri Rezeki, anggota Task Force Yossie Indra Pramana dan Ratna Ester Lumban Tobing, serta Ketua Umum Laskar Muda Hanura Heru Margi Pangestu.

Kehadiran jajaran tersebut menunjukkan bahwa konsolidasi tidak hanya menjadi tugas Ketua Task Force, tetapi dilakukan secara bersama-sama oleh tim.

Task Force akan terus bergerak ke daerah untuk melakukan evaluasi, mendengarkan persoalan, memeriksa perkembangan struktur, sekaligus memastikan target organisasi dijalankan.

Bagi Hanura, waktu menuju Pemilu 2029 harus dimanfaatkan untuk membangun mesin politik secara bertahap dan terukur.

Dari DPD ke DPC, dari DPC ke PAC, hingga ranting di tingkat desa/kelurahan

Rio menegaskan, kemenangan tidak akan datang hanya dengan mengandalkan figur. Partai membutuhkan struktur yang hidup dan kader yang mau bekerja.

“Kita butuh para pejuang,” katanya.

Konsolidasi di Sumatera Utara pun menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan Task Force DPP Hanura berkeliling Indonesia. Setelah mendengar laporan para pengurus DPC, Rio meminta seluruh jajaran segera bergerak dan tidak menunggu sampai mendekati pemilu. “Kita kembali lagi pada akhir September. Kita akan cek,” pungkasnya. (ril/tim)

Rio Capella: Hanura Sumut Harus Bangkit, PAC dan Ranting Jadi Kunci Menangkan Pemilu 2029

MEDAN, SP - Ketua Tim Task Force DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Patrice Rio Capella, meminta jajaran DPD Hanura Sumatera Utara dan seluruh DPC kabupaten/kota serius membangun struktur partai hingga tingkat kecamatan dan desa/kelurahan. Menurutnya, penguatan struktur organisasi merupakan kunci menghadapi Pemilu 2029.

Hal itu disampaikan Rio Capella saat menghadiri kegiatan Persiapan Verifikasi dan Pemenangan Pemilu 2029 DPD Partai Hanura Provinsi Sumatera Utara, yang digelar di Hotel Le Polonia, Kota Medan, Senin (10/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran DPD Hanura Sumatera Utara serta 33 pengurus DPC Hanura kabupaten/kota se-Sumatera Utara. Agenda tersebut menjadi bagian dari konsolidasi Task Force DPP Hanura dalam mengecek kesiapan organisasi menghadapi tahapan Pemilu 2029.

Dalam pidatonya, Rio Capella menegaskan bahwa konsolidasi yang dilakukan bukan sekadar untuk mempertahankan eksistensi partai, melainkan untuk membangun kekuatan baru.

“Kita datang dan berkumpul bukan untuk bertahan. Kita datang dan berkumpul untuk bangkit. Bangkit bersama,” kata Rio.

Ia mengingatkan jajaran Hanura agar tidak berharap memperoleh hasil berbeda pada Pemilu 2029 apabila pola kerja organisasi masih sama seperti sebelumnya.

Menurutnya, perubahan hasil pemilu harus diikuti dengan perubahan cara kerja, terutama dalam membangun struktur partai hingga tingkat paling bawah.

“Jangan menganggap ada perubahan untuk partai ini pada Pemilu 2029 kalau cara kerjanya masih seperti biasa-biasa saja,” tegasnya.

Task Force Bukan Sekadar Menambah Rapat

Rio menjelaskan, pembentukan Task Force oleh Ketua Umum DPP Hanura bertujuan memastikan percepatan dan kerapian organisasi, khususnya dalam menghadapi persiapan verifikasi serta pemenangan Pemilu 2029.

“Task Force ini dibentuk untuk memastikan bahwa terjadi kecepatan, terjadi percepatan, dan terjadi kerapian dalam soal organisasi partai ini,” ujarnya.

Karena itu, ia menekankan Task Force tidak boleh hanya menjadi instrumen untuk memperbanyak agenda rapat.

“Task Force ini seharusnya bukan untuk menambah jadwal rapat. Kalau hanya untuk menambah agenda rapat, tidak ada gunanya Task Force ini,” katanya.

Task Force, lanjut Rio, akan terus bergerak ke berbagai daerah untuk melihat langsung kesiapan struktur organisasi. Sebelumnya konsolidasi telah dilakukan di Banten dan kemudian dilanjutkan di Sumatera Utara.

Dalam forum tersebut, para pimpinan DPC diminta menyampaikan laporan mengenai perkembangan pembentukan Pengurus Anak Cabang (PAC) serta langkah-langkah yang telah dilakukan untuk mempersiapkan mesin politik menghadapi pemilu mendatang.

PAC Tidak Harus Gemuk, Ranting Harus Diperbanyak

Salah satu penekanan Rio dalam konsolidasi tersebut adalah pentingnya membangun struktur PAC secara realistis. Ia menyebut PAC tidak harus diisi puluhan orang apabila kondisi di lapangan tidak memungkinkan.

“Tidak perlu membuat sampai 60 orang. Mau membuat 25, 15, atau 10, silakan. Bahkan cukup 5, 7, atau 9 orang, tidak ada soal,” jelasnya.

Menurut Rio, yang terpenting adalah keberadaan struktur yang nyata dan dapat bekerja di wilayah masing-masing.

Ia juga mendorong setiap PAC memasang papan nama sebagai penanda bahwa Partai Hanura hadir di kecamatan tersebut.

“Orang membaca, ‘Oh, ada Hanura di kecamatan ini.’ Itu yang paling penting,” katanya.

Sebaliknya, Rio meminta struktur ranting di tingkat desa/kelurahan diperbanyak. Menurut dia, ranting merupakan bagian penting dari mesin politik karena bersentuhan langsung dengan masyarakat dan basis suara.

“Kalau saudara-saudara membangun PAC-nya, setelah membangun PAC, bangun rantingnya. Itu kunci kemenangan,” ujarnya.

Rio bahkan menggambarkan besarnya potensi yang dapat dibangun apabila struktur partai benar-benar menjangkau desa-desa di seluruh Indonesia.

Ia menyebut terdapat puluhan ribu desa di Indonesia dan menekankan agar tidak ada wilayah yang dibiarkan kosong dari struktur partai.

“Tidak boleh ada satu desa yang kosong,” tegasnya.

Sumut Diminta jadi Salah Satu Kekuatan Utama

Khusus untuk Sumatera Utara, Rio menaruh harapan besar karena provinsi ini memiliki 33 kabupaten/kota dan basis kursi legislatif yang cukup signifikan.

Ia meminta seluruh DPC bergerak cepat membangun PAC di setiap kecamatan.

“Saya berharap Sumatera Utara memberikan sumbangan terbanyak dalam jumlah PAC karena Sumatera Utara punya 33 kabupaten/kota,” katanya.

Rio menargetkan seluruh PAC di Sumatera Utara sudah terbentuk pada akhir September 2026.

“Bulan September semua PAC di Sumatera Utara sudah terbentuk,” ujarnya.

Ia bahkan memberikan peringatan tegas kepada pimpinan DPC yang dinilai tidak mampu menjalankan tugas organisasi.

“Kalau tidak jalan juga, ganti ketua DPC-nya,” kata Rio.

Ia mencontohkan langkah yang telah diambil dalam konsolidasi di Banten. Menurutnya, terdapat pimpinan DPC yang diganti karena dinilai tidak menjalankan organisasi sebagaimana mestinya.

“Karena partai ini harus jalan,” tegasnya.

Hanura Disebut Masih Memiliki Energi Politik

Dalam kesempatan itu, Rio juga menyoroti potensi politik Hanura yang menurutnya masih cukup besar, terutama dengan keberadaan ratusan anggota DPRD di berbagai daerah.

Ia menyebut Hanura memiliki sekitar 525 anggota DPRD di seluruh Indonesia dan menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa partai masih mempunyai energi politik di tingkat bawah.

“525 anggota DPRD itu menunjukkan bahwa Hanura masih punya energi yang kuat di bawah. Cuma tidak terkonversi suaranya,” ujarnya.

Untuk Sumatera Utara, ia menyebut terdapat 70 kursi DPRD yang menjadi salah satu modal politik penting bagi penguatan organisasi.

Karena itu, ia meminta jajaran DPD dan DPC tidak menyia-nyiakan potensi tersebut dengan hanya mengandalkan figur atau nama besar.

“Yang kita butuhkan bukan hanya pengurus partai, tetapi para pejuang untuk memenangkan Hanura pada 2029,” katanya.

Jangan Bergantung pada Figur

Rio juga membagikan pengalamannya ketika pernah terlibat dalam membangun sebuah partai politik dari tingkat bawah. Menurutnya, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa partai yang hanya mengandalkan figur akan menghadapi persoalan ketika figur tersebut tidak lagi menjadi pusat perhatian.

Sebaliknya, partai yang mempunyai struktur kuat dari tingkat provinsi hingga desa akan memiliki daya tahan politik lebih besar.

“Satu-satunya partai yang tidak tergantung pada figur adalah partai yang strukturnya dibangun sampai ke bawah,” katanya.

Ia menceritakan bagaimana pada masa lalu dirinya membangun struktur dengan memasang papan nama partai hingga tingkat ranting.

Menurutnya, papan nama tersebut bukan sekadar simbol, tetapi menjadi penanda kehadiran partai di tengah masyarakat.

“Kalau Anda mau menjadi populer di daerah Anda, Anda bikin pasukan sebanyak-banyaknya,” ujarnya.

Ia juga mengajak para ketua DPC tidak takut membangun jaringan baru di kecamatan maupun desa.

“Kalau Anda ketua DPC tetapi tidak punya kawan di kecamatan itu, berarti mainnya kurang jauh,” kata Rio.

Menurutnya, dalam politik, jaringan harus terus dibangun karena tujuan akhirnya adalah memenangkan suara dan memperoleh kursi.

“Yang penting bagi partai adalah suara. Yang penting kursi,” tegasnya.

Target Struktur Harus Terukur

Rio mengatakan Task Force akan kembali melakukan pengecekan terhadap perkembangan struktur Hanura di daerah. Ia menyebut data yang masuk melalui aplikasi saat ini baru mencatat sekitar 1.700 kecamatan, sementara jumlah kecamatan secara nasional berada di kisaran 7.300.

Kondisi tersebut, kata dia, menjadi pekerjaan besar Task Force dalam waktu dekat.

“Dalam waktu satu setengah bulan, ini menjadi pekerjaan Task Force,” ujarnya. Ia meminta jajaran Hanura Sumatera Utara tidak hanya melaporkan rencana, tetapi menunjukkan hasil konkret di lapangan.

“Siapa yang paling rajin dan paling kuat membangun struktur sampai level bawah, itulah pemenangnya,” kata Rio.

Ia menegaskan, pembangunan struktur harus dilakukan secara sungguh-sungguh dan tidak boleh hanya menghasilkan organisasi yang ada di atas kertas.

“Kalau cuma namanya, hanya ada di atas kertas,” ujarnya.

Ketua Umum Titip Salam

Pada awal pidatonya, Rio Capella juga menyampaikan salam dari Ketua Umum DPP Hanura yang berhalangan hadir dalam kegiatan tersebut karena masih berada di Singapura untuk menjalani urusan kesehatan dan pengobatan.

Ia mengajak seluruh kader mendoakan agar Ketua Umum segera diberikan kesembuhan dan dapat kembali beraktivitas bersama jajaran partai.

“Beliau menitipkan salam hangat kepada kita semua. Kita doakan semoga Ketua Umum segera cepat sembuh, cepat pulih, sehingga bisa bergabung bersama kita,” kata Rio.

Menutup arahannya, Rio meminta seluruh jajaran DPD dan DPC Hanura Sumatera Utara menjaga semangat konsolidasi dan membuktikan kesiapan organisasi melalui kerja nyata.

Ia pun kembali menanyakan kesiapan kader untuk bekerja menghadapi Pemilu 2029. “Siap?” tanya Rio kepada peserta. “Siap!” jawab peserta secara serentak.

Rio kemudian menegaskan bahwa Task Force akan kembali melakukan pengecekan pada akhir September. “Kita kembali lagi pada akhir September. Kita akan cek,” pungkasnya. (ril/tim)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda