Ponticity post author Kiwi 10 Agustus 2026

Stand UNOSO Jadi Magnet di MTQ Kalbar

Photo of Stand UNOSO Jadi Magnet di MTQ Kalbar Universitas OSO bersama OSO Group membuka stand pada MTQ Kalbar 2026 di Kayong Utara dengan menghadirkan layanan konsultasi hukum, UMKM, kelautan, serta memamerkan berbagai inovasi dosen dan mahasiswa berbasis potensi lokal.

PONTIANAK, SP – Universitas OSO (UNOSO) bersama OSO Group memanfaatkan momentum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) di Kabupaten Kayong Utara untuk mendekatkan dunia pendidikan tinggi kepada masyarakat.

Melalui Stand Universitas OSO, kampus tidak hanya memperkenalkan program pendidikan, tetapi juga menghadirkan berbagai layanan konsultasi gratis serta memamerkan hasil inovasi dosen dan mahasiswa yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Selama penyelenggaraan MTQ, stand Universitas OSO menjadi salah satu pusat informasi yang ramai dikunjungi masyarakat dari berbagai kabupaten dan kota di Kalbar.

Pengunjung memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengenal lebih dekat program studi, layanan akademik, hingga berkonsultasi langsung dengan para dosen sesuai bidang keahlian masing-masing.

Koordinator kegiatan, Yudith, mengatakan keikutsertaan Universitas OSO dalam MTQ Kalbar merupakan bagian dari komitmen kampus menjalankan tridarma perguruan tinggi sekaligus memperluas jangkauan pengabdian kepada masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan bentuk sosialisasi kepada masyarakat mengenai Universitas OSO beserta berbagai program yang dimiliki," ujar Yudith.

"Kami menghadirkan layanan konsultasi secara gratis yang dapat dimanfaatkan masyarakat, mulai dari konsultasi hukum, konsultasi laporan keuangan dan pemasaran digital bagi pelaku UMKM, hingga konsultasi pengajuan izin KKPRL melalui sistem OSS-RBA beserta penyusunan dokumen teknisnya,” tambahnya.

Menurutnya, pendekatan tersebut dilakukan agar kehadiran perguruan tinggi tidak hanya sebatas mengenalkan program studi, tetapi juga memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Melalui stand tersebut, masyarakat dapat memperoleh layanan konsultasi hukum dari Program Studi Hukum, pendampingan penyusunan laporan keuangan dan strategi pemasaran digital bagi pelaku UMKM dari Program Studi Manajemen, hingga konsultasi mengenai pengajuan Izin Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL) melalui sistem OSS-RBA yang difasilitasi Program Studi Ilmu Kelautan.

Selain layanan konsultasi, Universitas OSO juga menampilkan berbagai hasil penelitian dan produk inovasi berbasis potensi lokal Kalimantan Barat.

Program Studi Kimia, misalnya, memamerkan beragam produk olahan berbasis sumber daya alam lokal, mulai dari sirup buah pedada, pupuk organik cair KulNas, sabun herbal, lilin aromaterapi, sabun cair herbal pedada hingga spray obat nyamuk berbahan alami.

Tidak hanya produk inovatif, Program Studi Kimia juga memperkenalkan berbagai karya ilmiah berupa buku ajar dan referensi akademik, di antaranya Kimia Dasar, Kimia Dasar I, Pengenalan Kimia Organik, Literatur Kimia, Kimia Sumber Daya Alam Tropis, Kimia Analitik Dasar, Kimia Lingkungan, hingga buku Manajemen K3 di Laboratorium: Pedoman Keselamatan untuk Peneliti dan Mahasiswa.

Sementara itu, Program Studi Biologi menghadirkan produk madu kelulut serta koleksi herbarium oshibana sebagai media edukasi mengenai keanekaragaman hayati dan potensi flora Kalimantan Barat.

Di sisi lain, Program Studi Manajemen membuka konsultasi mengenai penyusunan laporan keuangan, digital marketing bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta menghadirkan Pojok Bursa Efek Indonesia sebagai sarana edukasi literasi keuangan dan investasi.

Adapun Program Studi Ilmu Kelautan memberikan pendampingan kepada masyarakat terkait proses pengajuan KKPRL melalui sistem OSS-RBA beserta penyusunan dokumen teknis yang menjadi persyaratan dalam proses perizinan pemanfaatan ruang laut.

Yudith berharap kehadiran Stand Universitas OSO di tengah pelaksanaan MTQ tidak hanya menjadi ajang promosi kampus, tetapi juga memperlihatkan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah melalui ilmu pengetahuan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, hasil penelitian dan inovasi yang lahir di lingkungan kampus harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan.

Melalui partisipasi pada MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalbar ini, Universitas OSO bersama OSO Group ingin memperkuat sinergi dengan masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa implementasi tridarma perguruan tinggi dapat diwujudkan melalui layanan nyata, inovasi berbasis potensi lokal, dan pendampingan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kalbar.(din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda