PONTIANAK, SP - Kebanggaan tersendiri dirasakan keluarga Aipda Saifudin Suhri dan Dewi Lestari. Putri kembar mereka, Carissa Nafish Dzakiyah dan Calista Nafish Dzakiyah, berhasil lolos seleksi untuk tampil dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Negara.
Kedua siswi SMPN 22 Kota Pontianak tersebut terpilih menjadi bagian dari tim kesenian Kalimantan Barat (Kalbar) yang akan membawakan Tarian Kolosal dalam rangkaian Gelar Seni Budaya Peringatan Detik-Detik Proklamasi dan Penurunan Bendera Sang Merah Putih.
Carissa dan Calista merupakan putri Aipda Saifudin Suhri, anggota Direktorat Samapta Polda Kalbar, dan Dewi Lestari. Keduanya lahir pada 11 September 2013.
Kesempatan tampil di Istana Negara menjadi buah dari perjalanan panjang keduanya menekuni seni tari sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.
Sang ayah, Aipda Saifudin Suhri, mengatakan kedua putrinya sudah aktif menari sejak kelas III SD. Bahkan, keluarga sempat mendatangkan pelatih secara khusus untuk meningkatkan kemampuan mereka bersama teman-teman satu kelompok.
“Sejak kelas 3 SD sudah aktif menari. Kami sempat mengambil pelatih untuk private mereka bersama teman-teman satu kelompok. Dari kelas 5 SD mereka sudah bergabung dengan Sanggar Kijang Berantai,” ujar Saifudin.
Bakat tersebut kemudian terus diasah melalui berbagai perlombaan. Carissa dan Calista tercatat beberapa kali mengikuti kompetisi tari dan berhasil meraih prestasi.
Pengalaman tersebut menjadi bekal penting hingga akhirnya keduanya mampu melewati proses seleksi dan dipercaya masuk dalam tim kesenian Kalimantan Barat.
Saifudin dan Dewi menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung perjalanan kedua putrinya hingga mendapat kesempatan tampil di panggung nasional.
Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Sanggar Kijang Berantai yang selama ini menjadi tempat Carissa dan Calista belajar, berlatih, serta mengembangkan bakat seni tari mereka.
“Kami sebagai orang tua sangat berterima kasih kepada Sanggar Kijang Berantai yang selama ini membimbing dan memberikan kesempatan kepada anak-anak kami untuk mengembangkan bakatnya. Banyak pengalaman dan prestasi yang mereka dapatkan selama bergabung di sanggar,” kata Saifudin.
Apresiasi juga disampaikan kepada SMPN 22 Kota Pontianak yang telah memberikan dukungan kepada keduanya dalam menjalani pendidikan sekaligus mengembangkan bakat di luar sekolah.
“Kami juga berterima kasih kepada SMPN 22 Kota Pontianak yang sudah memberikan dukungan dan pengertian kepada anak-anak kami. Tentunya pendidikan tetap menjadi yang utama, tetapi kami bersyukur sekolah juga mendukung mereka dalam mengembangkan bakat,” ujarnya.
Tak lupa, keluarga juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata Republik Indonesia yang memberikan kesempatan kepada putri mereka dan para pelajar Kalbar lainnya untuk tampil dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata yang sudah memberikan kesempatan kepada anak-anak Kalimantan Barat untuk tampil di Istana Negara. Bagi kami, ini merupakan pengalaman yang sangat luar biasa dan tentu menjadi kebanggaan bagi keluarga,” ungkap Saifudin.
Menurutnya, kesempatan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga menjadi motivasi bagi Carissa dan Calista untuk terus belajar, berlatih, serta mencintai seni dan budaya Indonesia.
Terpilihnya Carissa dan Calista menjadi bagian dari tim kesenian Kalbar merupakan kesempatan istimewa. Mereka tidak hanya tampil sebagai pelajar, tetapi juga membawa nama Kalimantan Barat di panggung nasional.
Berdasarkan surat Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, kesenian daerah Kalimantan Barat menjadi salah satu daerah yang dipercaya menampilkan Tarian Kolosal dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Sebelum tampil, seluruh peserta mengikuti rangkaian persiapan yang meliputi pelatihan, pemantapan materi, hingga gladi.
Penampilan tim kesenian Kalbar tersebut merupakan bagian dari rangkaian Gelar Seni Budaya dalam Peringatan Detik-Detik Proklamasi dan Penurunan Bendera Sang Merah Putih.
Bagi keluarga, kesempatan tersebut menjadi momentum berharga bagi Carissa dan Calista untuk mendapatkan pengalaman baru sekaligus memperkenalkan seni budaya Kalimantan Barat di tingkat nasional.
Saifudin berharap pengalaman tampil di Istana Negara dapat semakin menumbuhkan kepercayaan diri kedua putrinya.
“Harapan kami tentunya anak-anak bisa menjalankan tugas dengan baik, disiplin mengikuti seluruh proses latihan dan tampil maksimal. Yang paling penting mereka bisa membawa nama baik keluarga, sekolah, sanggar, dan Kalbar,” pungkasnya. (Din)