JAKARTA, SP - Dua tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau lebih dari 105 juta peserta. Capaian ini menunjukkan perluasan akses layanan kesehatan preventif bagi masyarakat luas.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, CKG dirancang untuk mengubah kebiasaan masyarakat agar tidak hanya mencari pengobatan ketika sudah sakit.
“Cek kesehatan gratis ingin menjaga agar masyarakat tetap sehat. Jangan hanya mengobati pada saat sakit. Kalau bisa jangan sampai sakit,” ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin.
Data Kemenkes menunjukkan hingga awal Oktober 2026, lebih dari 105 juta penduduk disebut telah menerima layanan CKG, sedangkan data September mencatat sekitar 99,1 juta peserta.
Sedangkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Republik Indonesia, Sugiono, saat meninjau pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah di SMP Negeri 202, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Kamis (15/10/2026) menyampaikan bahwa pelaksanaan pemeriksaan kesehatan bagi peserta didik sebagai upaya mendeteksi secara dini faktor risiko, kondisi prapenyakit, serta penyakit pada anak usia sekolah.
"Melalui pelaksanaan program CKG ini, kondisi kesehatan peserta didik diharapkan dapat diketahui sejak dini sehingga langkah penanganan yang tepat dapat segera dilakukan sesuai kebutuhan, kita harus sehat,” ujar Menko Sugiono.
Melalui program Cek Kesehatan Gratis ini, kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, satuan tenaga kesehatan, satuan pendidikan, dan keluarga diharapkan dapat memastikan setiap peserta didik memperoleh pemeriksaan kesehatan serta tindak lanjut yang diperlukan untuk mendukung tumbuh kembang yang sehat dan optimal. (*)