Oleh: Dr. H. Muhajirin Yanis, M.Pd.I. / Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat
TIDAK semua gagasan besar lahir dari ruang rapat yang megah. Terkadang, justru dari meja makan sederhana, suasana santai, dan percakapan penuh keakraban, muncul pemikiran yang mampu membawa perubahan besar.
Itulah yang saya rasakan ketika duduk bersama Tim Hubungan Masyarakat, Data, dan Informasi (HDI) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat di Kampung Kecil, didampingi Kepala Bagian Tata Usaha, H. Mahmud.
Pertemuan ini bukan sekadar makan bersama atau silaturahmi biasa.
Ada harapan, evaluasi, gagasan, dan komitmen yang kami bangun untuk membawa kehumasan Kemenag Kalbar semakin maju, inovatif, profesional, dan berdampak.
Saya ingin mengajak seluruh pengelola humas di lingkungan Kemenag Kalbar, mulai dari Kanwil, Kankemenag kabupaten/kota, KUA, madrasah, hingga satuan kerja lainnya, untuk bergerak bersama membangun wajah Kementerian Agama yang semakin baik di mata masyarakat.
Saudara-saudaraku, para pejuang informasi Kementerian Agama.
Kita perlu menyadari bahwa humas bukan sekadar pekerjaan mengambil foto, membuat berita, atau mengunggah kegiatan pimpinan ke media sosial. Lebih dari itu, humas adalah jembatan yang menghubungkan kerja nyata lembaga dengan kebutuhan informasi dan harapan masyarakat.
Di tangan humas, sebuah kegiatan sederhana dapat menjadi inspirasi. Pengabdian seorang guru di pedalaman dapat menjadi cerita yang menggugah. Ketulusan penyuluh agama di wilayah perbatasan dapat menjadi teladan. Pelayanan penghulu di KUA dapat menjadi bukti bahwa negara benar-benar hadir melayani umat.
Begitu pula inovasi madrasah, prestasi siswa, penguatan kerukunan, pelayanan keagamaan, dan berbagai program Kemenag lainnya. Semuanya memiliki nilai yang layak diketahui publik.
Jangan sampai begitu banyak kerja baik telah dilakukan, tetapi masyarakat tidak pernah mengetahui manfaatnya.
Karena itu, saya berharap seluruh tim humas tidak hanya menunggu kegiatan untuk diberitakan, tetapi aktif menemukan cerita, menggali informasi, mengangkat inovasi, dan menghadirkan publikasi yang edukatif, inspiratif, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Kita harus mulai mengubah orientasi dari sekadar ramai publikasi menjadi publikasi yang memberi dampak
Bukan hanya berapa banyak berita yang ditulis, melainkan seberapa besar informasi itu memberi pengetahuan, membangun kepercayaan, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Dalam pertemuan tersebut, kami juga membahas penguatan komunikasi digital, keterbukaan informasi publik, inovasi kehumasan, serta kesiapan menghadapi Humas Kemenag Award Nasional 2026.
Saya tentu berharap HDI Kemenag Kalbar mampu menunjukkan prestasi terbaik. Namun, saya ingin menegaskan bahwa penghargaan bukanlah tujuan akhir. Penghargaan hanyalah pengakuan atas proses panjang membangun profesionalisme, kreativitas, konsistensi, dan kualitas pelayanan informasi.
Humas yang hebat bukanlah humas yang hanya pandai menampilkan keberhasilan, tetapi juga mampu menyampaikan informasi secara jujur, merespons kebutuhan masyarakat, dan membangun komunikasi yang menumbuhkan kepercayaan.
Di era digital yang bergerak begitu cepat, kita juga tidak boleh berhenti belajar. Penguasaan teknologi, pemanfaatan kecerdasan buatan secara bertanggung jawab, kemampuan menulis, fotografi, videografi, pengolahan data, dan pengelolaan media sosial menjadi kebutuhan yang semakin penting.
Namun, secanggih apa pun teknologi yang digunakan, kejujuran, ketelitian, etika, dan kepekaan terhadap nilai kemanusiaan harus tetap menjadi fondasi utama.
Saya juga ingin mengingatkan bahwa kekuatan humas Kemenag Kalbar bukan hanya terletak pada tim di Kanwil. Kekuatan sesungguhnya ada pada jejaring humas yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota, madrasah, KUA, serta unit pelayanan lainnya.
Mari kita hilangkan sekat, perkuat koordinasi, saling berbagi informasi, dan saling menginspirasi.
Humas di daerah tidak boleh merasa bekerja sendiri. Setiap prestasi, inovasi, dan praktik baik dari satuan kerja merupakan bagian dari keberhasilan besar Kementerian Agama Kalimantan Barat.
Saya ingin melihat humas Kemenag Kalbar tumbuh menjadi sebuah tim yang solid, kreatif, responsif, dan memiliki kebanggaan terhadap tugas pengabdiannya.
Jadikan setiap tulisan sebagai sarana edukasi, setiap foto sebagai penyampai pesan, setiap video sebagai sumber inspirasi, dan setiap informasi sebagai upaya membangun kepercayaan publik.
Dari Kampung Kecil, saya membawa sebuah harapan besar: semoga semangat kebersamaan ini menjalar hingga ke seluruh satuan kerja Kementerian Agama di Kalimantan Barat.
Kita mungkin bekerja dari tempat yang berbeda, dengan fasilitas dan tantangan yang tidak selalu sama. Namun, kita memiliki tujuan yang sama, yakni menghadirkan Kementerian Agama yang semakin dekat, dipercaya, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Mari bekerja bukan hanya agar kegiatan kita terlihat, tetapi agar manfaat pengabdian kita benar-benar terasa.
Sebab, humas yang profesional bukan sekadar pandai memberitakan apa yang telah dikerjakan, melainkan mampu menjadikan setiap kerja baik sebagai inspirasi bagi lahirnya kebaikan-kebaikan berikutnya.
Dari Kampung Kecil, kita bangun semangat besar. Dari humas yang solid, kita hadirkan Kemenag Kalbar yang semakin berdampak. (*)