Ponticity post author Kiwi 17 Oktober 2026

Konsolidasi Pascamusta, Jumadi: Langkah Tepat Mengakhiri Kemelut

Photo of Konsolidasi Pascamusta, Jumadi: Langkah Tepat Mengakhiri Kemelut

PONTIANAK, SP - Dinamika organisasi Ikatan Alumni Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura (IAFT Untan) memanas pasca-Musyawarah Anggota (Musta)yang tanpa kejelasan.

Menanggapi situasi yang kian berkembang di media dan belum ditemukannya titik terang, Pengurus IAFT Untan Cabang Kota Singkawang sempat melayangkan kritik keras atas lambannya respons dan buntunya komunikasi dari jajaran kepengurusan terpilih.

Promotor Gerakan Alumni IAFT Singkawang

Ir. David D Lantu, menegaskan bahwa pihaknya tidak ragu untuk mengambil langkah ekstrem apabila pengurus pasca-Musta gagal membangun jaringan komunikasi yang efektif dan inklusif.

"Apabila situasi ini terus berkelanjutan dan pengurus pasca-Musta tidak mampu membina komunikasi yang efektif, kami siap membentuk IAFT Untan yang independen dan mandiri. Gerakan awal ini sangat mungkin digalang dari wilayah Singkawang, Sambas, hingga Bengkayang," ujar David dengan tegas.

Senior Imbau Penyelamatan Organisasi dan Pentingnya Pendekatan Kekeluargaan. Kondisi kepengurusan pasca-Musta yang dinilai "diam seribu bahasa" ini turut memicu keprihatinan dari kalangan alumni senior. Ir. H. Jumadi ST,MT, senior IAFT Untan, menekankan bahwa wadah alumni sejatinya memiliki marwah dan keunikan tersendiri yang berbeda dengan organisasi masyarakat (ormas) umum.

"Ikatan alumni itu bukan sekadar organisasi formal seperti ormas, melainkan ikatan kebatinan antaranggota lintas usia dan latar belakang pengalaman. Dengan ragam jurusan dan persebaran alumni yang makin luas, dibutuhkan pendekatan khusus dan kekeluargaan untuk merangkul semuanya," ungkap Jumadi.

Jumadi juga menyayangkan sikap pasif pengurus terpilih yang berpotensi memicu keretakan dan persepsi liar di kalangan alumni.
"Sikap diam pengurus pasca-Musta ini kurang baik dan bisa dipersepsikan beragam. Seharusnya Ketua Terpilih segera merangkul seluruh angkatan—dari lulusan pertama hingga yang paling muda—untuk meminta masukan dan sumbang saran," tambahnya.

Dua Opsi Solusi: Konsolidasi Kekeluargaan atau Mekanisme Organisasi

Sebagai penutup, Indrawan mendorong agar pengurus terpilih segera menginisiasi silaturahmi dengan para tokoh alumni senior guna meredam potensi perpecahan. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa persatuan IAFT adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.

"Saran saya, pengurus yang terbentuk segera menjalin komunikasi kekeluargaan dengan tokoh-tokoh alumni senior untuk meminta petuah dan masukan. Itu langkah terbaik. Namun, jika tidak dilakukan dan pengurus terus-menerus diam, maka demi menjaga IAFT tetap satu, pihak yang diam itulah yang mesti dipinggirkan melalui mekanisme organisasi," tegas Bang Jum.

Para alumni berharap pengurus terpilih segera mengambil langkah konkret sebelum opsi penyelematan atau pembentukan organisasi mandiri benar-benar digulirkan oleh konsolidasi daerah. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda