Ponticity post author Kiwi 17 Oktober 2026

Bantu Warga Gelar Maulid Nabi di Pontianak, Bruder Stephanus Paiman OFMCap Hadirkan Kepedulian Tanpa Sekat

Photo of Bantu Warga Gelar Maulid Nabi di Pontianak, Bruder Stephanus Paiman OFMCap Hadirkan Kepedulian Tanpa Sekat

PONTIANAK, SP – Kepedulian sering kali tumbuh dari hal-hal sederhana. Tidak harus menunggu berkelimpahan, tidak pula perlu melihat perbedaan latar belakang.

Selama ada ketulusan untuk membantu, sekecil apa pun yang diberikan dapat menjadi berarti bagi orang lain.

Semangat itulah yang tercermin dalam kepedulian Bruder Stephanus Paiman OFMCap, Ketua Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP), ketika membantu warga mempersiapkan konsumsi untuk pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Surau Al Fitrah, Gang Puyuh 3, Kelurahan Mariana, Kecamatan Pontianak Kota, Jumat (16/10/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 12.30 WIB, selepas salat Jumat, tersebut berlangsung dalam suasana kebersamaan. Warga berkumpul untuk memperingati Maulid Nabi sekaligus mempererat tali silaturahmi di lingkungan mereka.

Di balik terselenggaranya kegiatan itu, ada ikhtiar sederhana dari warga yang ingin memastikan acara berjalan baik dan para peserta dapat mengikuti peringatan dengan gembira.

Salah satunya datang dari Dewi, Ketua RT 003 RW 003 Kelurahan Mariana, yang juga merupakan istri anggota FRKP West Borneo Vespa Lovers, Mas Budi.

Dewi sebelumnya menghubungi Bruder Stephanus untuk meminta bantuan konsumsi bagi kegiatan tersebut.

Permintaan itu kemudian disambut dengan kepedulian. Dengan kemampuan yang ada, Bruder Stephanus berupaya membantu agar kebutuhan konsumsi dapat terpenuhi dan kegiatan Maulid Nabi tetap terlaksana.

Bagi Bruder Stephanus, membantu sesama bukan semata-mata soal besar atau kecilnya bantuan. Lebih dari itu, kepedulian merupakan bentuk nyata kemanusiaan yang dapat dilakukan siapa saja, tanpa dibatasi perbedaan agama, latar belakang, maupun kehidupan sosial.

“Forum bisa masuk ke semua kalangan tanpa perbedaan, dengan tulus. Indah sekali kalau banyak orang bisa melakukan hal seperti ini,” ungkap Bruder Stephanus dalam pesannya.

Pernyataan tersebut mencerminkan semangat pelayanan kemanusiaan yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan FRKP. Bagi forum relawan ini, kepedulian tidak berhenti pada bantuan ketika terjadi bencana atau keadaan darurat, tetapi juga hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, termasuk membantu kegiatan keagamaan dan sosial di lingkungan warga.

Bruder Stephanus menilai, ruang untuk berbuat baik selalu terbuka selama ada kemauan untuk saling membantu. Dalam kehidupan bermasyarakat yang beragam, ketulusan menjadi jembatan yang mempertemukan orang-orang dari latar belakang berbeda dalam satu tujuan, yakni meringankan beban sesama dan menghadirkan kebahagiaan.

Menghadirkan Kebahagiaan Bersama

Bagi Dewi, bantuan tersebut menjadi dukungan berarti bagi warga yang sedang mempersiapkan peringatan Maulid Nabi. Sebagai Ketua RT sekaligus bagian dari keluarga besar FRKP West Borneo Vespa Lovers, ia tidak hanya terlibat dalam kehidupan organisasi, tetapi juga berupaya menjaga kebersamaan dan semangat gotong royong di lingkungan tempat tinggalnya.

Persiapan konsumsi menjadi salah satu bagian penting agar warga yang hadir dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman. Meski bantuan yang tersedia tidak selalu besar, Dewi meyakini bahwa setiap dukungan yang diberikan dengan tulus dapat membantu mewujudkan kegiatan bersama.

“Alhamdulillah, walau tak seberapa, tetapi saya masih bisa berbagi sehingga Maulid Nabi dapat dilaksanakan dan peserta bergembira,” demikian ungkapan Dewi mengenai upaya membantu terselenggaranya kegiatan tersebut.

Rasa syukur itu menjadi gambaran bahwa kebahagiaan dalam kegiatan kemasyarakatan tidak selalu diukur dari kemewahan acara. Ketika warga dapat berkumpul, beribadah, bersilaturahmi, dan merasakan kebersamaan, di situlah nilai penting sebuah kegiatan sosial menemukan maknanya.

Dukungan Bruder Stephanus juga memperlihatkan bahwa kepedulian dapat tumbuh melalui komunikasi sederhana. Sebuah pesan, permintaan bantuan, dan kesediaan untuk berbagi semampunya dapat menjadi awal dari gerakan kebaikan yang manfaatnya dirasakan bersama.

Pelayanan Kemanusiaan di Tengah Masyarakat

Keterlibatan Bruder Stephanus dan Dewi dalam kegiatan tersebut sejalan dengan semangat pelayanan FRKP dan FRKP West Borneo Vespa Lovers, yang berupaya menghadirkan kepedulian secara langsung di tengah masyarakat.

Pelayanan kemanusiaan tidak selalu harus menunggu adanya peristiwa besar. Membantu warga yang membutuhkan, mendukung kegiatan sosial, mempererat hubungan antarwarga, hingga ikut memastikan kegiatan kemasyarakatan berjalan baik merupakan bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih peduli.

Dalam konteks itu, peran relawan tidak hanya berkaitan dengan pemberian bantuan material. Kehadiran, perhatian, tenaga, dan kesediaan mendengarkan kebutuhan masyarakat juga menjadi bentuk pelayanan yang memiliki arti.

Sementara itu, keterlibatan Dewi sebagai Ketua RT menunjukkan pentingnya peran pengurus lingkungan dalam menghubungkan kebutuhan warga dengan orang-orang yang memiliki kepedulian. Hubungan tersebut dapat menumbuhkan gotong royong sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah kehidupan masyarakat perkotaan.

Kegiatan Maulid Nabi di Surau Al Fitrah pun menjadi salah satu gambaran bagaimana kebersamaan dapat dibangun melalui kolaborasi sederhana antara warga dan relawan kemanusiaan.

Bagi Bruder Stephanus, semangat membantu tanpa membedakan latar belakang merupakan nilai yang perlu terus dirawat. Ketulusan dalam berbagi bukan hanya meringankan kebutuhan orang lain, tetapi juga menumbuhkan rasa persaudaraan yang melampaui sekat-sekat perbedaan.

Pada akhirnya, kebaikan tidak selalu hadir melalui sesuatu yang besar. Terkadang, ia berawal dari kesediaan menjawab permintaan bantuan, menyisihkan apa yang mampu diberikan, dan memastikan orang lain dapat tersenyum dalam kebersamaan.

Dari Gang Puyuh 3, Pontianak Kota, pesan itu kembali menemukan maknanya: ketika kepedulian dilakukan dengan tulus, perbedaan bukan menjadi penghalang untuk saling membantu, melainkan ruang untuk merawat persaudaraan dan kemanusiaan. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda