JAKARTA, SP – Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Srikandi Hanura tahun 2026 secara resmi menetapkan Herlina Pakpahan sebagai Ketua Umum Srikandi Hanura periode 2025–2030.
Keputusan tersebut diambil secara bulat melalui mekanisme aklamasi dalam forum tertinggi organisasi sayap perempuan Partai Hanura yang digelar di The Tavia Heritage Hotel, Jakarta, Minggu (21/6/2026).
Munaslub yang berlangsung khidmat dan tertib ini dihadiri langsung oleh jajaran pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura, fungsionaris pusat Srikandi Hanura, serta perwakilan pengurus daerah Srikandi Hanura dari berbagai provinsi di seluruh Indonesia.
Herlina Pakpahan, yang sebelumnya mengemban amanah sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) Srikandi Hanura, menjadi calon tunggal dalam bursa pemilihan tersebut.
Mengantongi dukungan penuh dan mutlak dari pemilik suara yang hadir, Herlina dinilai sebagai sosok paling tepat untuk menakhodai organisasi selama lima tahun ke depan.
Prosesi penetapan berlangsung khidmat setelah peserta Munaslub mengikuti rangkaian sidang dan rapat organisasi yang dimulai sejak Minggu (21/6/2026) sore. Pembahasan berjalan tertib, transparan, dan penuh semangat kebersamaan hingga ditutup resmi pada pukul 20.00 WIB.
Sebelumnya, agenda akbar ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Jenderal DPP Partai Hanura, Benny Rhamdani.
Kehadiran jajaran pengurus DPP Hanura menegaskan komitmen kuat partai dalam mendukung proses demokrasi internal organisasi, sekaligus komitmen memperkuat keterwakilan dan peran aktif perempuan di kancah politik nasional.
Munaslub kali ini mengusung tema “Bersama Srikandi Hanura Kita Bisa Mandiri, Cerdas dan Amanah”. Tema ini merefleksikan visi besar organisasi untuk menjadi motor penggerak peningkatan kapasitas kader perempuan, penguatan konsolidasi internal, serta perluasan kontribusi nyata dalam berbagai sektor pembangunan nasional.
Dalam pidato sambutannya setelah resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum, Herlina Pakpahan menyampaikan rasa hormat dan terima kasih mendalam atas kepercayaan besar yang diletakkan di pundaknya.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas amanah dan kepercayaan yang telah diberikan kepada saya selaku Ketua Umum Srikandi Hanura periode 2025–2030. Tugas ini merupakan suatu kehormatan dan tanggung jawab besar. Saya sadar betul perlunya dukungan, kerja sama, dan gotong royong dari ibu-ibu Srikandi Hanura di seluruh Indonesia untuk membawa perubahan besar pada organisasi yang kita cintai ini,” ujar Herlina.
Ia juga mengingatkan para kader bahwa momentum ini merupakan langkah awal dari kerja keras yang sesungguhnya.
“Munaslub ini bukan akhir, tetapi awal perjuangan baru. Kita, Srikandi Hanura, harus tampil semakin solid, militan, dan memberikan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegasnya.
Tiga Fokus
Menatap tantangan ke depan, khususnya menyongsong konstelasi politik tahun 2029, Herlina mengumumkan langkah taktis organisasi untuk segera melakukan pembenahan struktur dan penguatan jaringan dari tingkat pusat hingga ke akar rumput.
“Setelah ini, langkah cepat saya adalah memperkuat dan membentuk kepengurusan mulai dari tingkat pusat, daerah (DPD), sampai ke tingkat cabang (DPC). Kita harus memastikan struktur organisasi menjadi tim yang sangat solid untuk menjemput kemenangan di tahun 2029 nanti,” urai Herlina.
Guna mencapai target tersebut, di bawah kepemimpinannya, Srikandi Hanura akan bergerak berdasarkan tiga fokus utama.
Pertama, melakukan kaderisasi untuk melahirkan dan menggembleng kader-kader perempuan yang tangguh, cerdas, kompeten, serta siap bertarung dan memenangkan kursi di ranah legislatif maupun eksekutif.
Kedua, menginstruksikan kader untuk turun langsung ke masyarakat guna mengeksekusi program sosial berdampak, mulai dari pemberdayaan UMKM perempuan, akses layanan kesehatan, pendidikan, hingga isu kesejahteraan keluarga.
"Ketiga, menjaga soliditas internal agar tetap satu komando, satu barisan yang kokoh dan loyal di bawah panji besar Partai Hanura," ujarnya.
Terpilihnya Herlina Pakpahan dinilai banyak pihak sebagai keputusan tepat. Pengalaman panjangnya sebagai Sekjen Srikandi Hanura menjadi modalitas politik yang kuat untuk melanjutkan program kerja strategis nasional dan daerah secara berkesinambungan.
Dengan kepengurusan baru ini, Srikandi Hanura optimistis mampu menjelma sebagai wadah perjuangan politik perempuan yang profesional, inklusif, dan berpengaruh di Indonesia. (ril/*)