Opini post authorBob 19 Oktober 2025

Resahnya Hati Karena Minimnya Asupan Ruhani, Ini Kisah Kedahsyatan Al-Quran sebagai Obat Jiwa Manusia

Photo of Resahnya Hati Karena Minimnya Asupan Ruhani, Ini Kisah Kedahsyatan Al-Quran sebagai Obat Jiwa Manusia Sholihin Hazet, Kepala MAN 1 Pontianak, Sekretaris Umum Pengurus Ipim Kalbar
 
Kepala MAN 1 Pontianak)
Sekretaris Umum Pengurus Ipim Kalbar
 
YASIR ibn Rasyid al-Dawsari ialah seorang ulama Saudi Arabia yang telah berkhidmat sebagai salah seorang imam Masjid al-Haram sejak 2019 pernah menceritakan pengalaman menariknya tentang al Quran.
 
Beliau berkata ketika sedang setoran hafalan kepada guru beliau Syaikh Saad Sumbul pada waktu setelah sholat isya. Saat setoran hafalan itu, hanya ada beliau dan gurunya karena beliau murid terakhir yang setoran hafalan.
 
Saat beliau setoran hafalan, ada seorang pemuda datang dan terlihat dari wajahnya ia lelah, kusut dan seperti tidak adanya gairah hidup.
 
Kepada guru saya ia berkata: ”tuan, apakah anda ingn membacakan Quran untuk saya?” guru saya menjawab: ”saat ini saya sedang menerima setoran bacaan murid saya ini, nanti setelah setoran ini saya akan membacakan Quran untukmu.
 
Sambil engkau menunggu giliran, silakan sholat dua rakaat disana kemudian bukalah al Quran dan bacalah sampai aku memanggilmu”, ujar gurunya.
 
Mendengar perkataan guru itu, sang pemuda mengambil tempat agak jauh dari posisi semula kemudian dia sholat dan membaca al Quran.
 
Karena setoran cukup lama sehingga waktu sholat dan membaca Quran sang pemuda tadi cukup lama juga.
 
Setelah setoran selesai, sang guru memanggil pemuda itu tadi. ”Demi Allah,” ujar Yasir ibn Rasyid al-Dawsari, ”wajah anak muda itu sudah berbeda dengan saat-saat kedatangannya di awal tadi”, ketik asang guru mengatakan mari saya bacakan Quran untukmu, lantas pemuda itu menjawab, ”tidak perlu wahai tuan guru, terimakasih”, sang guru kemudian bertanya, ”apa yang terjadi sehingga engkau menolak permintaanmu sendiri?” Pemuda itu menjawab, ”ketika aku sholat dua rakaat, lalu aku membaca al Quran, hatiku menjadi lapang dan hilanglah seluruh gundah-gulana yang aku rasakan tadi”.
 
Guru mengucapkan kalimat yang tidak akan pernah kulupakan, ”anakku, tadi ruhmu lapar, dan saat engkau pergi untuk sholat dan baca al Quran maka ruhmu mendapatkan makanannya”.
 
Kisah nyata di atas disampaikan oleh Yasir ibn Rasyid al-Dawsari atau yang dikenal dengan Yasir Dosari, seorang imam masjidil haram kelahiran 1980. Demikianlah, al Quran sejatinya adalah obat dan asupan ruhani manusia.
 
AL Quran hanya baru akan menjadi obat dan asupan ruhani jika orang bersahabat dengan al Quran. Bagaimana obat akan berfungsi menyembuhkan bagi si pasien jika ia tidak mengkonsumsi obat itu.
 
Bagaimana al Quran akan menjadi obat jika pasien tidak mau berdekatan dengannya. Al-Qur'an berfungsi sebagai obat penyembuh (syifa') untuk penyakit lahir dan batin, baik melalui pembacaan, pendengaran, tadabur, maupun pengamalan isinya.
 
Firman Allah SWT dalam QS. Yunus: 57 dinyatakan: Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi sesuatu (penyakit) yang terdapat dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang mukmin.
 
Ayat ini menyebutkan bahwa Al-Qur'an adalah penyembuh penyakit dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang beriman. Penyembuhan dengan Al-Qur'an bersifat spiritual, bergantung pada keikhlasan, ketulusan niat, dan keyakinan bahwa Allah adalah sumber kesembuhan.
 
Membaca al Quran berarti memberikan asupan utuk psikis dan kejiwaan si pembacanya, ketenangan batin akan melingkupi jiwanya. Tidak hanya itu, bagi si pembacanya, al Quran akan memberikan syafaatnya kepadanya, ”
 
“Bacalah Al-Qur’an, sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya” (Imam Muslim).
 
AL Quran adalah petunjuk. Petunjuk yang dapat mengantarkan pembaca dan yang meyakininya akan keselamatan dunia akhirat, ketenangan batin dan sebagai bentuk hubungan dengan Zat yang menjadi Kalamullah. (*)
Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda