PONTIANAK, SP - Ida Andriyani (51 tahun), perempuan Dayak, kini menetap di Provinsi Jawa Barat (Jabar) sejak tahun 2021, lagi jadi perbincangan hangat.
Ida Andriyani kelahiran Lotik, Pasir Belengkong, Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), diklaim bisa menyembuhkan tulang bengkok, keseleo hingga kelumpuhan.
Dalam video, facebook, TikTok @idadayak7, tiktok @ida_dayak _official dan akun@Petualang, memperlihatkan Ida Andriyani mengobati pasien hanya diolesi minyak.
Semua keluhan Ida Andriyani dengan cara yang santai, sambil mengobrol, dan tidak menggunakan banyak alat bantu. Ida Andriyani hanya mengoleskan minyak berwarna merah pada anggota tubuh yang akan diobati, berdoa.
Kemudian, Ida Andriyani secara perlahan mengembalikkan tangan atau kaki yang bengkok ke posisi semula.
Sebelum Ida Andriyani mengobatinya ibu sempat menanyakan kondisinya pada sang anak, dijawab jika selama ini ibunya tidak bisa bicara dan tidak bisa jalan.
Ida Andriyani mengoleskan dan mengusap-usap minyak bintang dengan mulut komat-kamit seperti membuang segala penyakit yang ada dalam tubuh pasien.
Tak berapa lama kemudian, Ida Andriyani minta pasien mengikuti ucapannya yang ternyata bisa diucapkan pasien yang selama ini tak bisa bicara.
Semua kalimat yang diucapkan Ida Andriyani bisa diucapkan pasien.
Sejak menetapkan di Jawa Barat, Ida Andriyani dan suaminya, melakukan pengobatan tradisional dari pasar ke pasar secara gratis.
Ida Andriyani menjual obat cairan oles di dalam botol kecil warga kemerah-merahan yang disebut minyak bintang seharga Rp50 ribu per botol.
Pasien Ida Andriyani terus bertambah, di antaranya patah tulang, serangan stroke, sakit pinggul, penyakit syaraf kejepit, penyakit usus dan pencernaan, penyakit jantung.
Pasien Ida Andriyani diketahui pula penderita penyempitan pembuluh darah, lumpuh, tidak bisa bicara, kelainan sejak balita dan masih banyak lagi lainnya.
Warga mengklaim, berbagai penyakit kronis bisa dicoba untuk disembuhkan pada Ida Andriyani.
Banyak didiagnosis secara medis harus menjalani operasi di rumah sakit, ataupun didiagnosis harus memasang ring untuk jantung.
Setelah berobat dengan Ida Andriyani ternyata bisa sembuh dan pulih tanpa harus melakukan operasi ataupun pemasangan ring.
Lewat Mata Batin
Teknis pengobatan Ida Andriyani, pasti mengundang perdebatan, baik pro maupun kontra. Bagi mereka yang kontra, tentu Ida Andriyani bisa dikaitkan secara tidak langsung benturan dunia kedokteran yang menggunakan kaidah-kaidah ilmiah.
Dikatakan benturan dunia kedokteran, karena kaidah ilmiah di dalam ilmu kedokteran ditabrak Ida Andriyani begitu saja. Karena biaya berobat yang bisa capai puluhan juta rupiah dari sudut pandang ilmu kedokteran, cukup ratusan ribu rupiah saja.
Bagi mereka yang pro, sosok Ida Andriyani sebagai tokoh medis alternatif yang dibutuhkan, terutama dari keluarga kurang mampu, karena hanya rogoh kantong ratusan ribu rupiah.
Bagi yang pro, tentu dikaitkan status Ida Andriyani sebagai orang Dayak yang punya kesaktian.
Ketua Bidang Religi dan Hukum Adat Dayak International Organization, Tobias Ranggie SH, Minggu, 2 April 2023, mengatakan, tidak ada yang istimewa dari Ida Andriyani.
“Sama dengan orang Jawa yang bisa mengunyah beling, lidah tidak luka, saat gelar religi Jawa melalui tarian kuda lumping yang ditumpangi arwah leluhur,” ujar Tobias Ranggie.
Demikian pula di kalangan orang Dayak, dalam situasi tertentu, setiap menggelar jenis Religi Dayak, orang Dayak ditumpangi arwah leluhur, dan setelah itu arwah leluhur pun pergi.
Dikatakan Tobias Ranggie, dalam perspektif Ida Andriyani, wujud dari ekspresi mata batin yang paling dalam atau biasa disebut perasaan dalam hati dari masing-masing manusia.
Mata batin dikaitkan dengan kemampuan melihat suatu hal yang tidak bisa dijangkau oleh panca indra manusia dan atau melakukan sesuatu.
Mata batin atau firasat adalah perasaan atau gerakan batin yang benar dan tepat karena ini berasal dari bimbingan Tuhan.
“Ini hanya bisa dijelaskan dari sudut pandang kebudayaan asli Asia.”
“Apa yang dilakukan Ida Andriyani, hanya bisa dijelaskan dari sudut pandang religi Dayak yang lahir dari kebudayaan Dayak,” ujar Tobias Ranggie.
“Tidak bisa dilihat dari iman Katolik yang lahir dari Kebudayaan Yahudi atau Iman Islam yang lahir dari Kebudayaan Arab,” ujar Tobias Ranggie.
Uniknya, Ida Andriyani, orang Dayak yang beragama Muslim yang dalam takaran
Karena tidak semua orang memiliki kemampuan mata batin yang dapat melihat suatu hal yang tidak umum dilihat oleh sebagian besar orang.
Kondisi terbukanya mata batin bisa terjadi pada mereka yang memiliki perjalanan spiritual yang baik.
“Mata batin adalah sebuah anugerah yang diberikan Tuhan,” ujar Tobias Ranggie.
Membuka mata batin bisa dilakukan Ida Andriyani, sehingga memiliki kekuatan supranutural bisa mengobati orang lain, terlebih dahulu dengan membersihkan hati terlebih dahulu.
Ada hal yang perlu untuk diperhatikan saat ingin membuka mata batin, karena ada risiko yang mungkin perlu dihadapi. Ada beberapa orang memiliki tujuan yang salah saat mencoba untuk membuka mata batin.
Tujuan dan niat yang salah membuat seseorang lebih mudah diganggu makluk halus, memiliki ketakutan tidak wajar, bahkan dapat menjadi kurang waras.
Dikatakan Tobias Ranggie, orang yang ingin membuka mata batin harus siap mental agar tidak terjadi risiko membahayakan yang tidak diinginkan.
“Keberadaan mata batin Ida Adriyani, terbukti digunakan untuk perbuatan baik, dengan menolong sesama,” ujar Tobias Ranggie.
Trilogi Peradaban Dayak
Dayak menganut trilogi peradaban masyarakat dari berbagai suku bangsa di Benua Asia dimaksud, sebagai pembentuk karakter dan jatidiri manusia Suku Dayak beradat.
Yaitu berdamai dan serasi dengan leluhur, berdamai dan serasi dengan alam semesta, berdamai dan serasi dengan sesama, serta berdamai dan serasi dengan negara.
Pembentuk karakter dan jatidiri manusia Dayak beradat, lahir dari sistem Religi Dayak dengan sumber doktrin.
Atau berurat berakar kepada legenda suci Dayak, mitos suci Dayak, adat istiadat Dayak dan hukum adat Dayak, dengan menempatkan hutan sebagai sumber dan simbol peradaban.
Di dalam Religi Dayak, termasuk di dalam Agama Kaharingan, salah satu agama asli Suku Dayak, setiap manusia meninggal dunia, maka mereka bersemadi di bukit,
Komunikasi batin manusia lewat mata batin Dayak di alam nyata, selalu terjalin setiap kali ritual syukuran selepas panen padi.
Para arwah leluhur Dayak inilah yang selalu membantu manusia Suku Dayak di alam nyata, setiap kali kerusuhan, melalui digelarnya jenis Religi Dayak tertentu.
“Apa yang dilakukan Ida Andriyani, dari aspek religi Dayak, buah dari komunikasi batin dengan arwah leluhur, sehingga mata batin ditugaskan untuk berbuat kebaikan,” ujar Tobias Ranggie.
Filsuf Thomas Aquinas (1225 -1274) dengan teologi naturalis alamiah atau teologi adikodrati, menegaskan, seseorang mengenal Tuhan dengan akal dan budinya.
Itu artinya sejak abad ke-13 orang Dayak, lewat Religi Dayak, sudah diakui mampu mengenal Tuhan dengan akal dan budinya.
Waspada Penipuan
Viralnya pengobatan yang dilakukan Ibu Ida, membuat pihak-pihak yang tidak bertanunggujawab melakukan aksi yang tidak terpuji. Hal ini diceritakan oleh Aloysius, warga Bandung, di mana ia menjadi korban penipuan berkedok Pengobatan Alternatif Ida Dayak.
Awalnya dia mendapat nomor telepon lalu coba dihubunginya. Di ujung telepon, pelaku minta ditransfer sejumlah uang untuk mendapatkan nomor antrian.
Setelah mentransfer Rp250 ribu, Aloysius diberi nomor antrian 419 dan mendapatkan jadwal pengobatan antara 8-11 April 2023.
Setelah menunggu beberapa lama, pensiunan TNI AD itu kemudian diberi alamat praktik. Karena curiga bahwa itu penipuan, dia datang pada Kamis, 30 Maret 2023, sebelum waktunya berobat.
Ternyata, alamat praktik di Bandung, di Jalan Guntur Madu no3 Turangga, bukan tempat praktik Ida Dayak. Melainkan Pengobatan Alternatif milik seorang Hajjah.
“Saat saya di sana, katanya juga banyak yang sudah datang dan menanyakan bu Ida Dayak. Tempat tersebut tidak pernah disewa oleh orang untuk Pengobatan Alternatif,” kata Aloysius kepada media ini.
“Bu Ida Dayak itu pengobatannya gratis. Iya yang viral itu, tapi ini kok bayar, saya cek langsung di alamat praktiktnya,” kata Aloysius.
Aloysius sudah telanjur setor ke rekening BRI 0416.0100.5275.536 an Muhamad Kamal Apriyadi. Akan tetapi pemilik nomor telepon itu sudah tak bisa dihubungi lagi dan korban memastikan jadi korban penipuan.
Setelah melakukan penelusuran, Aloysius mendapat informasi bahwa pelaku akan buka praktik Pengobatan Alternatif fiktif di Jakarta pada 1-4 April, Bandung 8-11 April.
Kemudian di Surabaya pada 15-18 April dan terakhir di Semarang pada 1-4 Mei 2023. (aju/cnn)
Gunakan Minyak dan Tidak Mau Dibayar
SEORANG perempuan sakti yang sedang viral di Tiktok, Ibu Ida Dayak memiliki kemampuan di luar nalar. Ia dapat menyembuhkan berbagai keluhan atau penyakit, seperti menyembuhkan penyakit stroke atau pun meluruskan tulang yang bengkok.
Proses pengobatannya pun terbilang cukup cepat. Hanya dengan sekali urut tulang yang bengkok dapat kembali lurus. Pasien yang tadinya tidak mampu berjalan akhirnya bisa berjalan lagi.
Tidak hanya itu, dalam videonya yang viral di Tiktok, Ibu Ida Dayak juga bisa membuat pasiennya yang tadinya tuli dan bisu bisa mendengar dan berbicara.
Saat mengobati pasiennya, Ibu Ida Dayak hanya menggunakan minyak berwarna merah dari Suku Dayak. Minyak ini dioleskan ke tangan pasiennya yang bengkok sembari memijatnya. Saat mempraktikkan pengobatan alternatif ini, Ibu Ida juga melakukan ritual menari.
Pengobatan alternatifnya diberi nama Ibu Dayak Minyak Bintang. Minyak gosok ini sudah lama dikenal masyarakat suku Dayak Kalimantan sebagai salah satu obat tradisional yang digunakan turun-temurun. Namun, masyarakat perlu hati-hati jika ingin membali minyak ini, karena banyak penipuan.
Nama lengkap Ibu Ida Dayak adalah Ida Andriyani. Ia lahir pada 3 Juli 1972 di Pasir Belengkong, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Saat mengobati pasiennya, Ibu Ida Dayak juga selalu mengenakan pakaian adat serta aksesoris khas suku Dayak.
Saat memulai pengobatannya, Ibu Ida Dayak juga selalu melafalkan kalimat tauhid Lailahaillallah dan kalimat basmalah. Dengan mengucapkan kalimat itu, Ibu Ida Dayak menunjukkan bahwa kesembuhan berasal dari Allah SWT.
Ia pun tidak pernah memungut biaya dalam pengobatannya alias gratis. Karena itu, sudah ribuan pasien yang datang kepadanya, bahkan rela antri panjang.
Berangkat dari keinginan untuk mengangkat kearifan lokal menjadi suatu keunggulan budaya Indonesia daripada hanya tinggal sebagai warisan tradisi dari mulut ke mulut, pada hari Rabu tanggal 29 Maret 2023 menjelang berbuka puasa saya mengundang Ibu Ida yang telah dikenal viral sebagai dukun Dayak yang sakti.
Lebih dari 300 orang pasien berkumpul dengan posisi duduk membentuk lingkaran, untuk sebagian meminta bantuan meluruskan tulang mereka yang bengkok, bahkan banyak juga di antara mereka yang pernah menderita stroke.
Pengobatan secara supranatural tersebut memang rasional, karena telah bergulir di media sosial dan cenderung dianggap sebagai fenomena yang gaib oleh para pemirsanya.
Ida menangani pasiennya tanpa kumat-kamit membaca doa, mantera atau konsentrasi pikiran, kecuali menari-nari dengan musik yang terkadang berlagu pop Dayak tetapi kerapkali juga lagu dangdut Melayu.
Pengantar bahasa yang dipakainya untuk berkomunikasi lebih sering dalam bahasa Banjar, daripada bahasa Dayak Kenyan, Kayan, Bahau, Ngaju, Iban, Murut, Bidayuh ataupun Punan.
Ia mengaku sebagai pemeluk agama Islam dengan suaminya bernama Suryanto yang selalu mendampingi, bersama seorang yang masih terpaut saudara semenda yaitu Zuhairi dan sopirnya yang bernama Asep.
Untuk balas jasa praktiknya ia tidak meminta bayaran, tetapi untuk mengganti minyak pijatnya seharga Rp50/botol ia terima.
Walaupun nampaknya rasional tetapi hasil penanganannya terhadap pasien tetap harus dapat diverifikasi secara empirik, jika tidak akan dituduh sebagai suatu bentuk kebohongan publik.
Karena itu kemarin merupakan ajang terbaik untuk melakukan survey kualitatif terhadap fenomena tersebut, melalui observasi langsung sebagai alat penelitian di lapangan.
Ibu Ida Dayak ini sejatinya termasuk dalam sistem medis tradisional, tetapi tidak jelas berorientasi pada kebudayaan masyarakat Dayak yang mana.
Hanya 30 persen saja dari para pasien yang mengaku sembuh karena nyata merasa lebih nyaman, dibandingkan dengan rasa sakit pada pinggang atau lututnya sebelum ditangani oleh Ida.
Sisanya 70 persen dari pasien merasa kondisinya tetap tidak berubah, dibandingkan dengan rasa setelah dipijat dan diluruskan tangan atau kakinya yang bengkok.
Kesimpulan dari survey lapangan yang singkat tetapi meyakinkan ini adalah Ibu Ida bukan dukun Dayak yang sakti, namun tidak menipu karena biaya praktiknya gratis.
Ia hanya berjualan minyak gosok untuk pijat seharga yang masuk akal, sesuai dengan kuantitas volumenya di dalam botol. (cnn/det/kat)