PONTIANAK, SP – Di tengah deru mesin Vespa dan semangat persaudaraan para scooterist, ada satu sosok kecil yang selalu mencuri perhatian dalam setiap kegiatan FRKP West Borneo Vespa Lovers.
Ia adalah Kinanti, atau yang akrab disapa Coy, scooterist cilik yang memiliki kedekatan istimewa dengan pendiri dan penasihat utama komunitas tersebut, Stephanus Paiman.
Bagi para anggota komunitas, pemandangan Coy bersama Bruder Steph bukanlah hal yang asing. Dalam berbagai kegiatan touring, bakti sosial, hingga pertemuan komunitas, keduanya kerap terlihat bersama.
Hubungan yang terjalin bukan sekadar antara seorang tokoh komunitas dengan anggota termuda, melainkan layaknya seorang kakek yang membimbing cucunya dengan penuh kasih dan perhatian.
Sejak kecil, Coy telah diperkenalkan pada nilai-nilai persaudaraan, kepedulian sosial, dan semangat kemanusiaan yang menjadi fondasi FRKP West Borneo Vespa Lovers. Nilai-nilai itu pula yang selama ini terus ditanamkan oleh Bruder Steph, yang juga dikenal sebagai Ketua Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP).
"Anak-anak adalah generasi penerus. Mereka perlu dikenalkan sejak dini dengan semangat berbagi, persaudaraan, dan kecintaan kepada bangsa. Itu yang selalu kami tanamkan kepada Coy," ujar Bruder Steph.
Kedekatan dengan pendiri komunitas membuat Coy tumbuh menjadi anak yang aktif dan percaya diri. Meski masih berusia belia, ia hampir tidak pernah melewatkan kegiatan yang digelar FRKP West Borneo Vespa Lovers.
Bahkan, ia sudah dikenal luas oleh para scooterist dari berbagai daerah yang sering bertemu dalam kegiatan touring maupun jambore.
Yang menarik, semangat Coy untuk menjadi bagian dari komunitas tidak berhenti pada keikutsertaannya dalam berbagai kegiatan.
Untuk mewujudkan impiannya mengikuti Touring Merah Putih 2026 yang akan berlangsung pada Agustus mendatang, ia memilih berusaha sendiri dengan berjualan buah matoa dan menabung hasilnya sedikit demi sedikit.
Langkah sederhana itu mendapat apresiasi dari Bruder Steph. Menurutnya, semangat mandiri yang ditunjukkan Coy merupakan cerminan karakter yang perlu dibangun sejak dini.
Di mata anggota komunitas, Coy bukan hanya scooterist termuda, tetapi juga simbol regenerasi dalam keluarga besar FRKP West Borneo Vespa Lovers.
Kehadirannya menjadi bukti bahwa dunia Vespa bukan sekadar hobi berkendara, melainkan wadah untuk membangun karakter, persahabatan, dan nilai-nilai kemanusiaan lintas generasi.
Melalui bimbingan dan kedekatannya dengan Bruder Steph, Coy perlahan tumbuh menjadi bagian penting dari komunitas. Di setiap perjalanan, ia tidak hanya belajar tentang touring dan persaudaraan para scooterist, tetapi juga tentang arti kepedulian kepada sesama.
Bagi FRKP West Borneo Vespa Lovers, kisah Coy dan Bruder Steph adalah cerita tentang ikatan lintas generasi yang terjalin melalui semangat kebersamaan.
Sebuah kisah sederhana yang menunjukkan bahwa komunitas bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga rumah yang membentuk karakter dan menumbuhkan harapan bagi masa depan. (aep)