BOGOR, SP - Ketua Umum DPP Partai Hanura, Oesman Sapta Odang (OSO), melayat ke rumah duka almarhum mantan Menteri Pertahanan (Menhan) Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu di kawasan Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Minggu (31/5/2026) malam.
OSO datang untuk memberikan penghormatan terakhir di depan jenazah mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) periode 2002 hingga 2005 tersebut. Kehadirannya disambut langsung oleh istri dan putra almarhum Ryamizard Ryacudu dalam suasana duka yang mendalam.
Suasana sakral dan khidmat menyelimuti momen tersebut. Di dalam ruangan rumah duka, OSO bersama putra almarhum Ryamizard Ryacudu tampak berdiri tegak memberikan penghormatan terakhir tepat di samping peti jenazah almarhum yang diselimuti oleh bendera Merah Putih.
Dua personel pasukan protokol militer berseragam dinas upacara lengkap berdiri tegap melakukan penjagaan ketat di sisi kiri dan kanan jenazah. Kehadiran mereka menegaskan penghormatan militer yang mendalam bagi sang jenderal purnawirawan.
Sementara, di dinding latar belakang ruangan, terpajang rapi foto resmi almarhum Ryamizard Ryacudu semasa hidup dengan mengenakan seragam dinas militer lengkap, seolah melepas kepergian sang tokoh yang telah mendedikasikan seluruh hidupnya untuk pertahanan dan kedaulatan NKRI.
Kepada wartawan, OSO yang mengenakan kemeja batik motif hitam-putih dan peci hitam mengaku sangat terkejut saat pertama kali mendengar kabar duka tersebut melalui pihak keluarga dan pemberitaan.
OSO menjelaskan bahwa ia baru saja kembali dari kampung halamannya di Kalimantan Barat (Kalbar) untuk merayakan Hari Raya Iduladha. Setelah itu, ia sempat pergi ke Bandung, Jawa Barat, untuk melantik pengurus Gebu Minang. Begitu mendengar kabar duka mengenai wafatnya almarhum Ryamizard, ia langsung bergegas membatalkan agenda lain dan langsung bertolak menuju rumah duka di Cikeas untuk memberikan penghormatan terakhir.
"Saya kaget, karena saya kan baru pulang dari Kalimantan, Anda tahu sendiri saya selalu Lebaran Haji itu di Kalimantan, di kampung. Lantas dari situ saya baru melantik Gebu Minang di Jawa Barat kemarin sore. Dan tadi saya dengar, saya langsung pulang, langsung ke sini. Dari Bandung, ya," ujar OSO.
Bagi OSO, wafatnya Ryamizard Ryacudu meninggalkan kesedihan dan ruang kosong yang mendalam. Hubungan emosional keduanya ternyata sudah berlangsung sangat lama, bahkan hampir enam dekade, jauh sebelum almarhum meniti karier sebagai tokoh militer nasional.
OSO mengenang kembali masa-masa muda mereka saat sama-sama tumbuh di Pontianak, Kalimantan Barat. Menurutnya, karakter ketegasan dan keberanian almarhum sudah terlihat sejak masa belia.
Karakter kuat itulah yang kemudian membawa almarhum menjadi salah satu tokoh besar di dalam sejarah militer Indonesia.
"Karena beliau ini saya kenal dari muda. Dari belum jadi tentara di Pontianak. Dan waktu muda, dia belum jadi tentara sudah pakai baju loreng dan bawa senjata. Memang pemberani. Saya kenal sudah hampir 60 tahun sama 'Mijar' (panggilan akrab Ryamizard). Saya panggil dia Mijar," kenang OSO dengan mata berkaca-kaca.
Di mata OSO, almarhum bukan sekadar tokoh militer yang tegas, melainkan sosok sahabat yang memiliki loyalitas tinggi dan integritas luar biasa dalam pertemanan. Meski memiliki kepribadian yang selektif dan tidak mudah akrab dengan sembarang orang, sekali Ryamizard menjalin persahabatan, ia akan menjadi figur yang sangat setia.
OSO juga mengaku sangat mengenal dekat seluruh keluarga besar dan adik-adik almarhum. Kepergian sang jenderal tentu meninggalkan kesedihan yang mendalam di hatinya.
"Ya, saya merasa kehilangan. Tapi ya semua juga kita akan hilang. Akan kembali kepada penciptanya. Jadi kita doakan agar beliau ditempatkan di sisi Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Amin, amin, amin. Turut berduka cita sedalam-dalamnya," sambungnya.
Ketika ditanya mengenai kronologi medis atau penyakit yang diderita oleh almarhum, OSO mengaku belum mengetahui secara mendetail dan berniat untuk mencari tahu lebih lanjut setelah bertemu langsung dengan pihak keluarga inti di dalam rumah duka.
"Ah itu wallahu a'lam, saya sendiri ini baru ketemu sekarang, dengan istrinya, dan dengan anaknya ya. Nanti saya tanyakan ya," pungkas OSO.
Prajurit Sejati
Ucapan duka mendalam juga disampaikan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Dudung Abdurachman saat melayat di rumah duka di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Minggu (31/5/2026). Dia mengaku sangat kehilangan sosok Ryamizard.
"Saya pun merasa kehilangan beliau, dan semasa sakitnya pun saya sering datang ke sini, ke rumah sakit karena memang sangat dekat dengan beliau," kata Dudung.
Dudung mengenang, saat Ryamizard menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat, dirinya menjabat sebagai Komandan Batalyon di Aceh.
"Dan pada saat pelaksanaan penugasan, beliau memberikan arahan-arahan yang sangat baik kepada saya. Terutama menyampaikan bahwa di Aceh itu bukan musuh kita. Sehingga pendekatannya adalah pendekatan manusiawi, ya. Jangan ingin membunuh dan sebagainya. Itulah yang saya pegang," katanya.
Kata dia, Ryamizard sebagai pemimpin disebut benar-benar peduli dengan rakyat. Salah satu warisan prinsip yang paling ditekankan oleh almarhum adalah agar prajurit TNI selalu mencintai rakyat dalam setiap penugasan.
"Ya, karena memang kita berasal dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Yang terkenal di jajaran TNI Angkatan Darat bahwa tidak usah berbicara tentang pembinaan teritorial yang muluk-muluk, hanya satu saja kalimatnya adalah 'baik-baik dengan rakyat'. Itu beliau yang sering disampaikan," ucapnya.
Dudung juga mengenang almarhum sebagai seorang prajurit sejati, pejuang tulen, dan sangat profesional. Almarhum dinilai memiliki komitmen luar biasa yang tidak kenal menyerah dalam memajukan organisasi TNI Angkatan Darat serta meningkatkan kualitas prajurit.
“Beliau prajurit pejuang. Beliau tidak kenal menyerah bagaimana mengembangkan organisasi, banyak hal-hal yang beliau kembangkan bagaimana prajurit itu profesional di dalam bidangnya," tukasnya.
TMP Kalibata
Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu sendiri dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta, pada Senin (1/6/2026) siang.
Upacara yang berlangsung khidmat mulai pukul 11.55 hingga 12.30 Waktu Indonesia Barat itu dipimpin oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin selaku inspektur upacara. Dari sebelah kanan liang lahat, Sjafrie mengucapkan apel persada.
“Saya Menteri Pertahanan RI, atas nama negara, bangsa, dan Tentara Nasional Indonesia, dengan ini mempersembahkan ke persada Ibu Pertiwi jiwa, raga, dan jasa-jasa almarhum. Nama: Ryamizard Ryacudu. Pangkat: Jenderal TNI Purnawirawan. Jabatan: Menteri Pertahanan RI periode 2014–2019,” kata Sjafrie.
Dia melanjutkan, “Semoga jalan darmabakti yang ditempuhnya dapat menjadi suri teladan bagi kita semua dan arwah mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa.”
Setelah apel persada diucapkan, bendera Merah Putih dibentangkan di atas liang lahat. Tidak lama setelah itu, berdentum bunyi tembakan salvo kehormatan. Jenazah Ryamizard lantas diantarkan ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Upacara pemakaman dilanjutkan dengan prosesi tabur bunga. Keluarga inti mendiang menaburkan kembang di atas peti jenazah Ryamizard Ryacudu diiringi musik Gugur Bunga.
Kemudian, Sjafrie melakukan penimbunan liang lahat secara simbolis. Ia memberikan penghormatan kepada mendiang sebelum menjatuhkan satu sekop tanah ke atas peti jenazah. Lanjut keluarga melakukan prosesi serupa.
Selepas liang lahat ditimbun, Sjafrie meletakkan karangan bunga atas nama negara, bangsa, dan Tentara Nasional Indonesia, dilanjutkan dengan perwakilan keluarga.
Upacara ditutup dengan pembacaan doa serta penyerahan bendera Merah Putih dan naskah apel persada oleh Sjafrie kepada keluarga almarhum.
Sejumlah pejabat negara tampak hadir pada upacara pemakaman tersebut, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Tampak pula hadir Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.
Sebelum dimakamkan, jenazah mendiang disemayamkan di depan Aula Bhinneka Tunggal Ika, Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, pada Senin pagi. Upacara dipimpin oleh Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan.
Persemayaman turut dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto. Kepala Negara tampak berdiri sejenak di hadapan jenazah dan berdoa sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara.
Selain itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga sempat melayat ke persemayaman sebelum jenazah diberangkatkan menuju Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata, Jakarta.
Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta, pada Minggu (31/5), pukul 14.03 WIB, setelah menjalani perawatan di ruang Cardiac Intensive Care Unit (CICU).
Ryamizard merupakan purnawirawan perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang pernah menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat pada 2002–2005. Pada masa pemerintahan Presiden Ke-7 RI Joko Widodo, Ryamizard dipercaya sebagai Menteri Pertahanan periode 2014–2019. (ant/ind)