PONTIANAK, SP - Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak terus menggencarkan efisiensi anggaran. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan efisiensi bukan berarti mengurangi anggaran, melainkan memusatkan seluruh program pemerintah untuk kesejahteraan rakyat.
“Artinya bukan anggaran berkurang, tetapi memusatkan semuanya untuk langsung meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu kegiatan yang sifatnya seremonial atau sebagai pendukung, semuanya dipangkas,” ujarnya, kemarin.
Sebagai contoh, Edi menyebut perayaan Hari Jadi ke-254 Kota Pontianak pada 23 Oktober mendatang akan digelar sederhana. Menurutnya, kesederhanaan tidak akan mengurangi makna peringatan.
“Misalnya tahun sebelumnya banyak kegiatan seremonial, seperti arakan pengantin, jepin massal, dan lainnya. Itu sementara kita tahan dulu sebagai upaya efisiensi,” paparnya.
Edi menambahkan, penghematan belanja pada kegiatan seremonial akan dialihkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur dasar, layanan publik, serta program-program yang berdampak langsung pada masyarakat, seperti kesehatan, pendidikan, pengendalian inflasi, dan penataan kota.
“Efisiensi ini bukan berarti mengurangi semangat kebersamaan atau identitas budaya, melainkan mengutamakan kebutuhan yang lebih mendesak bagi masyarakat,” tegasnya.
Menurut Edi, langkah efisiensi ini juga selaras dengan upaya pemerintah pusat menjaga fiskal tetap sehat. Ia optimistis, apabila program pemerintah difokuskan untuk mendorong kemakmuran warga, maka kemajuan akan lebih cepat diraih.
“Percepatan program pemerintah bagi warga ini semata-mata menuju cita-cita Indonesia Emas 2045,” tutupnya. (din)