PONTIANAK, SP - Pengurus Wilayah Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar audiensi dan silaturahmi dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Kalbar, Dr. H. Muhajirin Yanis, M.Pd.I., di ruang VIP Kanwil Kemenag Kalbar, Kamis (4/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Kakanwil didampingi Kepala Bidang Urusan Agama Islam (Urais), H. Mirad, M.AP., serta Ketua Tim Kemasjidan, Jemaat, S.Ag. Audiensi ini membahas persiapan pelaksanaan Konferensi Imam Internasional yang akan digelar di Kalbar.
Salah satu agenda yang dibahas adalah pelaksanaan Bridging Seminar Imam Internasional yang direncanakan berlangsung pada 18 Juli 2026 sebagai bagian dari rangkaian kegiatan konferensi tersebut.
Sekretaris Umum PW IPIM Kalbar, Sholihin HZ, mengawali pertemuan dengan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kakanwil Kemenag Kalbar yang telah meluangkan waktu menerima jajaran pengurus IPIM Kalbar.
Dalam kesempatan itu, Ketua PW IPIM Kalbar, Muammar Khadafi, memaparkan bahwa Kalimantan Barat mendapat amanah dari Pengurus Pusat IPIM untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan Konferensi Imam Internasional.
“Karena itu, dukungan dan sinergi berbagai pihak sangat diperlukan guna menyukseskan agenda berskala internasional tersebut,” kata Muammar Khadafi.
Turut hadir dalam audiensi tersebut Sekretaris Panitia Bustami, Pengurus Bidang IPIM Kalbar, Fery Yanto dan Baidillah Riyadi, serta Pengurus IPIM Kota Pontianak, Supardi.
Menanggapi rencana tersebut, Kakanwil Kemenag Kalbar memberikan respons positif dan menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan.
Namun demikian, ia mengarahkan agar seluruh proses koordinasi tetap dilakukan secara intensif dengan Pengurus Pusat IPIM mengingat kegiatan tersebut merupakan agenda nasional organisasi.
Menurut Muhajirin Yanis, mengingat Ketua Umum Pengurus Pusat IPIM dijabat oleh Menteri Agama Republik Indonesia, maka Kanwil Kemenag Kalbar siap memberikan dukungan dan memfasilitasi berbagai kebutuhan yang diperlukan selama pelaksanaan kegiatan di Kalimantan Barat.
"Segala sesuatunya agar tetap dikomunikasikan dengan pengurus pusat karena ini merupakan agenda IPIM. Terkait kehadiran Ketua Umum yang juga Menteri Agama, tentu Kemenag Kalbar siap menerima dan memfasilitasi berbagai kebutuhan selama beliau berada di Kalimantan Barat,” ujarnya.
“Siapa saja narasumber yang akan hadir nantinya dapat dikondisikan bersama. Kalimantan Barat sebagai tuan rumah tentu perlu melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk Polda Kalbar dan instansi lainnya," lanjut Muhajirin Yanis.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat, serius namun santai tersebut menjadi penyemangat bagi jajaran pengurus dan panitia pelaksana. IPIM Kalbar berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi dan berkolaborasi untuk menyukseskan Konferensi Imam Internasional yang akan menjadi ajang memperkuat ukhuwah, moderasi beragama, serta peran imam masjid dalam membangun peradaban umat.
Dengan dukungan berbagai pihak, Kalimantan Barat diharapkan mampu menjadi tuan rumah yang baik dan memberikan kesan positif bagi para peserta yang akan hadir dari berbagai daerah maupun negara.(mul)