Ponticity post author Kiwi 04 Agustus 2026

BPS Kalbar: Inflasi Juli 2026 Terkendali, Ekspor, Pariwisata, dan Transportasi Tunjukkan Tren Positif

Photo of BPS Kalbar: Inflasi Juli 2026 Terkendali, Ekspor, Pariwisata, dan Transportasi Tunjukkan Tren Positif

PONTIANAK, SP - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), kembali merilis sejumlah indikator strategis perekonomian daerah yang menunjukkan kinerja positif pada pertengahan 2026.

Indikator tersebut meliputi perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK), Nilai Tukar Petani (NTP), ekspor dan impor, sektor pariwisata, hingga transportasi.

Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Kalbar, sekaligus Ketua Tim Statistik Distribusi dan Jasa, Sri Suyatmi, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa secara umum berbagai indikator ekonomi Kalbar menunjukkan kondisi yang cukup baik dengan sejumlah sektor mengalami pertumbuhan dibandingkan bulan sebelumnya.

“Pada sektor harga, inflasi year-on-year (y-on-y) Kalimantan Barat pada Juli 2026 tercatat sebesar 3,18 persen. Sementara itu, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Ketapang yang mencapai 3,73 persen,” katanya saat menyampaikan rilis resmi BPS Provinsi Kalbar, Senin (3/8/2026).

Di sektor pertanian, kesejahteraan petani juga menunjukkan perbaikan. Nilai Tukar Petani (NTP) Kalbar pada Juli 2026 mencapai 177,56 poin, atau meningkat 0,39 persen dibandingkan Juni 2026.

Sementara Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) berada di angka 182,08 poin, naik 0,44 persen secara bulanan.

Kinerja perdagangan luar negeri juga mengalami peningkatan. Nilai ekspor Kalimantan Barat pada Juni 2026 mencapai US$207,53 juta, meningkat 29,16 persen dibandingkan Mei 2026. Di sisi lain, nilai impor tercatat US$111,30 juta, atau naik 11,84 persen.

Dengan capaian tersebut, neraca perdagangan Kalbar pada Juni 2026 kembali mencatat surplus sebesar US$96,23 juta, meningkat 57,34 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Sektor pariwisata pun menunjukkan tren yang menggembirakan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kalbar pada Juni 2026 mencapai 59,21 persen, meningkat 2,96 poin dibandingkan Mei 2026 dan naik 10,13 poin dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, aktivitas transportasi juga mengalami pertumbuhan. Jumlah penumpang angkutan udara domestik yang datang ke Kalbar pada Juni 2026 mencapai 123.504 orang, meningkat 22,55 persen dibandingkan Mei 2026. Adapun jumlah penumpang angkutan laut domestik yang datang tercatat 12.150 orang, atau naik 47,24 persen secara bulanan.

Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Kalbar sekaligus Ketua Tim Statistik Distribusi dan Jasa BPS Provinsi Kalbar, Sri Suyatmi, S.Si., M.Si., mengatakan bahwa berbagai indikator tersebut mencerminkan aktivitas ekonomi Kalimantan Barat yang terus bergerak positif.

"Secara umum, indikator strategis yang kami rilis menunjukkan perekonomian Kalbar masih berada pada jalur yang baik. Inflasi tetap terjaga, kesejahteraan petani mengalami peningkatan yang tercermin dari naiknya Nilai Tukar Petani, aktivitas perdagangan luar negeri tumbuh dengan surplus neraca perdagangan yang semakin besar, sementara sektor pariwisata dan transportasi juga menunjukkan peningkatan. Kondisi ini menjadi sinyal positif bahwa aktivitas ekonomi masyarakat terus berkembang," ujar Sri Suyatmi.

Ia menambahkan, BPS akan terus memantau perkembangan berbagai indikator ekonomi sebagai bahan evaluasi dan penyusunan kebijakan pembangunan daerah.

"Data statistik yang kami sajikan diharapkan dapat menjadi dasar pengambilan keputusan bagi pemerintah, pelaku usaha, akademisi, maupun masyarakat dalam melihat perkembangan ekonomi Kalbar secara objektif dan terukur," pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda