Ponticity post author Kiwi 04 September 2026

Temukan Sumber Air Bawah Tanah, Fakultas MIPA Untan Bantu Penanganan Karhutla

Photo of Temukan Sumber Air Bawah Tanah, Fakultas MIPA Untan Bantu Penanganan Karhutla

PONTIANAK, SP - Upaya penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kota Pontianak terus dilakukan. Salah satunya melalui kolaborasi Polresta Pontianak bersama FMIPA Untan, dengan melakukan pemetaan sumber air bawah permukaan di kawasan Parit Demang Dalam, Kompleks Hockyland.

Lokasi tersebut menjadi salah satu wilayah yang rawan terjadi karhutla. Bahkan, sejumlah titik di kawasan ini sebelumnya telah mengalami kebakaran dan dilakukan pemadaman oleh petugas.

Kapolsek Pontianak Selatan, AKP Inayatun Nurhasanah, S.H.,M.H., mengatakan pengecekan sumber air dilakukan untuk mendukung proses pemadaman apabila kembali terjadi kebakaran di kawasan tersebut.

“Saat ini kami sedang melakukan pengecekan untuk sumber air di lokasi Parit Demang Dalam, khususnya di Kompleks Hockyland, yang juga termasuk salah satu lokasi kerawanan karhutla.” kata Ina.

Pencarian sumber air dilakukan dengan melibatkan tim dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam atau FMIPA Untan, khususnya Program Studi Fisika.

Wakil Dekan Bidang Akademik FMIPA Untan/Ketua Tim Survei Resistivitas Prodi Fisika, Yudha Arman, S.Si.,M.Sc., D.Sc mengatakan, Tim menggunakan perangkat pengukuran resistivitas untuk memetakan struktur bawah permukaan tanah. Dari hasil survei, tim menemukan indikasi adanya kandungan air pada kedalaman sekitar 15 hingga 30 meter.

“Berdasarkan hasil yang kami dapatkan barusan, terindikasi bahwa di lokasi kita sekarang berdiri ini diduga memiliki kandungan air. Dari model yang kami hasilkan, diduga kedalaman air berkisar dari 15 hingga 30 meter.” terang Yudha.

Temuan ini diharapkan dapat menjadi solusi dalam menyediakan sumber air yang lebih dekat dengan lokasi rawan kebakaran, sehingga proses pemadaman dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

Upaya tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

Selain mendukung pemadaman, pemetaan sumber air bawah tanah juga menjadi langkah antisipatif menghadapi ancaman karhutla di Kota Pontianak. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda