Ponticity post author Kiwi 04 September 2026

Yudisium 60 Mahasiswa, Ketua Senat Pascasarjana UPB: Lulusan Harus Mampu Beri Manfaat dan Dampak bagi Masyarakat

Photo of Yudisium 60 Mahasiswa, Ketua Senat Pascasarjana UPB: Lulusan Harus Mampu Beri Manfaat dan Dampak bagi Masyarakat

PONTIANAK, SP - Ketua Senat Sekolah Pascasarjana Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak, Dr. H. Rahmat Satria, S.H., M.H., menegaskan bahwa kelulusan dari jenjang magister bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi harus menjadi momentum untuk mengimplementasikan ilmu dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Rahmat saat memimpin Yudisium Sekolah Pascasarjana UPB Pontianak yang digelar di Golden Tulip Pontianak, Diamond Ballroom Level 2, Kamis (3/9/2026).

Dalam yudisium tersebut, sebanyak 60 mahasiswa dari tiga program magister dinyatakan lulus. Mereka terdiri atas 40 lulusan Magister Hukum (MH), 9 lulusan Magister Manajemen (MM), dan 11 lulusan Magister Pengelolaan Sumber Daya Lingkungan (M.Ling).

“Selamat dan sukses kepada seluruh lulusan. Semoga ilmu yang diperoleh selama menjalani pendidikan di Sekolah Pascasarjana Universitas Panca Bhakti dapat semakin bermanfaat dan memberikan dampak bagi masyarakat,” ujar Rahmat.

Menurutnya, keberhasilan menyelesaikan pendidikan magister seharusnya tidak berhenti pada diperolehnya gelar akademik. Ilmu, pengetahuan, dan pengalaman yang didapat selama menjalani proses pendidikan perlu diterapkan dalam kehidupan profesional maupun dalam lingkungan sosial.
Rahmat berharap para lulusan mampu membawa kompetensi yang diperoleh di kampus untuk menjawab berbagai persoalan di tempat kerja sekaligus memberikan kontribusi yang lebih luas kepada masyarakat.

“Lulusan Pascasarjana UPB diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi secara akademik, tetapi juga mampu memberikan kontribusi positif sesuai bidang keilmuan masing-masing,” katanya.

Yudisium Jadi Tahapan Menuju Wisuda

Rahmat menjelaskan, yudisium merupakan salah satu tahapan penting dalam proses akademik di Sekolah Pascasarjana UPB. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum penyerahan para lulusan dari Sekolah Pascasarjana kepada Rektor UPB untuk selanjutnya mengikuti prosesi wisuda.

Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan lulusan kepada Ketua Ikatan Alumni Sekolah Pascasarjana UPB.

Keberadaan ikatan alumni, lanjut Rahmat, diharapkan dapat menjadi wadah untuk menjaga hubungan antarlulusan sekaligus memperkuat jejaring setelah mereka menyelesaikan pendidikan.

“Alumni tidak berhenti berhubungan setelah lulus. Justru setelah menyelesaikan pendidikan, jejaring itu perlu terus dibangun dan dikembangkan,” ujarnya.

Yudisium 60 lulusan tersebut dilaksanakan dalam format rapat senat terbuka Sekolah Pascasarjana UPB. Rahmat selaku Ketua Senat memimpin sekaligus membuka dan menutup seluruh rangkaian kegiatan.

Lulusan Didominasi Kalangan Profesional

Sementara itu, Direktur Sekolah Pascasarjana UPB, Dr. Dina Octaviani, S.E., M.M., mengatakan sebagian besar lulusan merupakan kalangan profesional yang telah bekerja dan menduduki posisi strategis di bidang masing-masing.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu kekuatan pendidikan pascasarjana di UPB. Proses akademik tidak hanya memberikan penguatan dari sisi teori, tetapi juga mempertemukan mahasiswa dengan pengalaman praktis dari berbagai latar belakang profesi.

Lulusan Magister Hukum, misalnya, berasal dari berbagai profesi, mulai dari praktisi hukum, aparatur pemerintahan hingga kalangan swasta. Hal serupa juga terlihat pada mahasiswa Magister Manajemen dan Magister Pengelolaan Sumber Daya Lingkungan yang sebagian besar telah memiliki pengalaman di dunia kerja.

“Latar belakang para mahasiswa yang beragam menjadi kekuatan tersendiri dalam proses pembelajaran. Ada pertukaran pengalaman antara teori yang diperoleh di kampus dengan persoalan yang dihadapi di lapangan,” kata Dina.

Dengan karakteristik tersebut, ia berharap para lulusan mampu mengembangkan kapasitas sekaligus mengimplementasikan keilmuan yang diperoleh untuk memberikan solusi di lingkungan kerja dan masyarakat.

Rektor: Jangan Berhenti pada Gelar

Rektor Universitas Panca Bhakti, Dr. Purwanto, turut menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan Sekolah Pascasarjana UPB meluluskan 60 mahasiswa pada periode yudisium kali ini.

“Alhamdulillah, tahun ini kita berhasil meluluskan 60 calon wisudawan. Terdiri dari 40 Magister Hukum, 9 Magister Manajemen, dan 11 Magister Pengelolaan Sumber Daya Lingkungan,” ujarnya.

Purwanto mengatakan, sebagian besar lulusan merupakan profesional yang telah memiliki pengalaman serta posisi yang cukup baik di tempat kerja masing-masing. Karena itu, pendidikan di Pascasarjana UPB diharapkan semakin memperkuat kapasitas dan kompetensi mereka.

“Kami berharap para lulusan ini tidak hanya mendapatkan gelar, tetapi juga mampu meningkatkan kompetensi, kapasitas, serta memberikan manfaat dan dampak positif di lingkungan kerja maupun masyarakat,” katanya.

Sembilan Lulusan Raih Predikat Terbaik

Dalam yudisium tersebut, sembilan lulusan tercatat sebagai peserta dengan capaian akademik terbaik dari masing-masing program studi.

Mereka yakni Muhammad Gisban Akbar, M.H., Florensius Boy, M.H., Maria Merry, M.H., Marwan Mega, M.H., Kurniawan, M.M., Riska Susanti, M.M., Amung Hidayat, M.Ling., Sigit Nugroho Wahyu Jatmiko, M.Ling., dan Sariyanto, M.Ling.

Capaian tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kerja keras dan prestasi akademik para mahasiswa selama menjalani pendidikan di Sekolah Pascasarjana UPB.

Pascasarjana UPB juga terus mendorong sivitas akademika dan para lulusan untuk memperkuat kompetensi melalui berbagai kegiatan pengembangan kapasitas, termasuk pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan oleh lembaga independen maupun institusi lainnya.

Selain kompetensi, penguatan jejaring menjadi bagian penting yang diharapkan terus dikembangkan para lulusan, baik pada tingkat nasional maupun internasional.

Tiga program magister di bawah Sekolah Pascasarjana UPB, yakni Magister Hukum, Magister Manajemen, dan Magister Pengelolaan Sumber Daya Lingkungan, menjadi ruang bagi para profesional untuk memperdalam keilmuan sekaligus memperkuat kapasitas dalam menghadapi berbagai tantangan di dunia kerja dan masyarakat.

Dengan mayoritas mahasiswa berasal dari kalangan praktisi, proses pembelajaran diharapkan terus menghadirkan sinergi antara teori akademik dan pengalaman lapangan.

Bagi Ketua Senat Sekolah Pascasarjana UPB, yudisium bukanlah titik akhir. Sebaliknya, kelulusan merupakan awal bagi para lulusan untuk membawa ilmu dan kompetensi yang diperoleh ke tengah masyarakat, memperluas jejaring, serta menghadirkan gagasan dan solusi sesuai bidang masing-masing.

Dari kampus untuk masyarakat, dari ilmu menjadi kontribusi. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda