Ponticity post author Kiwi 04 September 2026

Peduli Dampak Karhutla, Mukti Plantation Salurkan Sembako dan Aktif Padamkan Api

Photo of Peduli Dampak Karhutla, Mukti Plantation Salurkan Sembako dan Aktif Padamkan Api

PONTIANAK, SP - Kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ditunjukkan Mukti Plantation dengan menyalurkan bantuan sembako sekaligus memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kebakaran di sekitar wilayah perkebunan.

Group perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit tersebut menyerahkan bantuan berupa 100 karung beras dan 85 dus mi instan kepada Posko Karhutla Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Barat.

Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Mukti Plantation terhadap masyarakat yang terdampak kondisi kabut asap dan karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan dan Sumatera.

Mukti Plantation terdiri atas PT Mustika Agung Sentosa, PT Asia Mukti Lestari dan PT Sandai Sawit Makmur yang berada di Kabupaten Ketapang, serta PT Adau Agro Kalbar, PT Adau Hijau Lestari, PT Agrolestari Kencana Makmur dan PT Bumi Sawit Utama di Kabupaten Melawi.

Manager External Relation Mukti Plantation, Drs. Suhadi SW., M.Si., mengatakan bantuan sembako tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kondisi masyarakat yang saat ini menghadapi dampak karhutla dan kabut asap.

“Kami melihat kondisi masyarakat yang terdampak karhutla dan kabut asap. Karena itu, kami berupaya ikut mengambil bagian untuk membantu meringankan beban masyarakat melalui bantuan sembako yang kami salurkan,” ujar Suhadi.

Menurutnya, kepedulian terhadap karhutla tidak cukup hanya diwujudkan melalui pemberian bantuan. Perusahaan juga memiliki tanggung jawab untuk melakukan pencegahan dan penanganan kebakaran, khususnya di sekitar wilayah perkebunan.

Karena itu, Mukti Plantation bersama TNI, Polri dan masyarakat terus terlibat dalam upaya pemadaman api di sekitar lokasi perkebunan.

“Kami bersama TNI, Polri dan masyarakat ikut berjibaku di lapangan memadamkan api. Ini penting dilakukan agar api tidak merambat ke kawasan perkebunan Mukti Plantation maupun ke permukiman masyarakat,” katanya.

Patroli Titik Api Diperkuat

Suhadi menjelaskan, kondisi kemarau panjang membuat material di sekitar lahan menjadi sangat mudah terbakar. Dalam situasi seperti sekarang, api yang awalnya kecil dapat dengan cepat menjalar apabila tidak segera ditangani.

Karena itu, Mukti Plantation terus melakukan pemantauan terhadap titik-titik api yang berada di sekitar maupun yang berpotensi masuk ke wilayah konsesi perusahaan.

“Setiap hari kami melakukan pemantauan titik-titik api melalui patroli bersama. Kami terus memantau wilayah konsesi dan lokasi-lokasi yang berpotensi terjadi kebakaran,” jelasnya.

Patroli dan kesiapsiagaan, lanjut Suhadi, terutama difokuskan pada area perkebunan yang berdekatan dengan permukiman warga maupun lahan masyarakat.

“Kami melakukan patroli dan standby di lokasi kebun yang memiliki potensi terjadi kebakaran, terutama yang berdekatan dengan permukiman warga dan lahan masyarakat. Jangan sampai api dari luar masuk ke kebun, dan sebaliknya kita juga harus memastikan tidak ada api yang keluar dari wilayah kita,” tegasnya.

Untuk memperkuat penanganan karhutla, Mukti Plantation juga membentuk posko karhutla yang didukung personel TNI dan Brimob dari Mabes Polri.

“Posko karhutla sudah kami bentuk dan mendapat dukungan dari TNI serta Brimob. Mereka bersama-sama dengan satuan tugas karhutla yang ada di kebun dan masyarakat sekitar bahu-membahu melakukan pemadaman serta mengeliminasi titik-titik api,” ungkap Suhadi.

Imbau Masyarakat Tidak Bakar Lahan

Suhadi juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah munculnya titik api baru, terutama dengan tidak melakukan pembakaran lahan untuk membuka atau mengolah lahan pertanian.

Imbauan tersebut dinilai penting mengingat kondisi cuaca saat ini sangat panas dan kering. Menurutnya, sudah hampir tiga bulan hujan tidak turun secara signifikan sehingga kondisi lingkungan menjadi sangat mudah terbakar.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam mengolah lahan pertanian. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan di sekitar kita agar tetap aman dan terhindar dari bahaya kebakaran,” katanya.

Ia mengingatkan, pembakaran yang dilakukan dalam kondisi lahan kering dapat berisiko menyebabkan api cepat menyebar dan sulit dikendalikan.

“Dengan kondisi kemarau seperti sekarang, barang-barang dan vegetasi di sekitar kita sangat mudah terbakar. Api bisa menjalar ke mana-mana dan akhirnya menimbulkan dampak yang lebih besar,” tambahnya.

Suhadi: Gunakan Masker Saat Kabut Asap Pekat

Selain mengantisipasi kebakaran, Mukti Plantation juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kesehatan selama kondisi kabut asap semakin pekat.

Suhadi mengimbau masyarakat kembali membiasakan penggunaan masker, terutama ketika beraktivitas di luar rumah dan saat kualitas udara memburuk.

“Budaya menggunakan masker yang pernah kita lakukan saat pandemi Covid-19 beberapa tahun lalu hendaknya bisa kita gerakkan kembali. Kabut asap sangat tidak baik bagi kesehatan manusia, terutama dapat mengganggu sistem pernapasan dan memicu ISPA,” ujarnya.

Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan semua pihak. Pemerintah, aparat, perusahaan dan masyarakat harus bergerak bersama, baik dalam mencegah munculnya titik api maupun menangani kebakaran yang sudah terjadi.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Pencegahan karhutla membutuhkan kerja sama semua pihak. Perusahaan terus melakukan pemantauan dan kesiapsiagaan, tetapi masyarakat juga memiliki peran yang sangat penting untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar,” pungkas Suhadi.

Mukti Plantation memastikan pemantauan dan kesiapsiagaan di wilayah perkebunan akan terus dilakukan selama kondisi kemarau dan potensi karhutla masih tinggi. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda