PONTIANAK, SP – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Barat memastikan seluruh persiapan pelaksanaan Training of Trainer (ToT) SatuMu–Satu Data Muhammadiyah telah dimatangkan.
Kegiatan yang akan berlangsung pada 5-6 Juni 2026 di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Kalimantan Barat, Kecamatan Pontianak Timur itu akan diikuti perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM), agen, dan verifikator SatuMu dari seluruh kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat.
Pantauan di lokasi kegiatan menunjukkan berbagai sarana pendukung telah dipersiapkan.
Mulai dari pemasangan spanduk penyambutan peserta dan narasumber, penyiapan ruang pelatihan, perangkat teknologi informasi, hingga kelengkapan administrasi peserta yang akan mengikuti kegiatan selama dua hari tersebut.
Kawasan BPMP Kalbar tampak mulai ramai dengan aktivitas panitia yang melakukan pengecekan akhir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.
Sejumlah baliho dan spanduk bertuliskan Training of Trainer SatuMu-Satu Data Muhammadiyah telah terpasang sebagai penanda kesiapan PWM Kalbar menyambut peserta dari berbagai daerah.
Ketua Panitia Pelaksana, Dedy Ari Asfar, mengatakan kegiatan ini menjadi langkah strategis Muhammadiyah Kalimantan Barat dalam memperkuat tata kelola organisasi berbasis data yang akurat, terintegrasi, dan berkelanjutan.
"Alhamdulillah seluruh persiapan sudah kami matangkan. Baik dari sisi tempat, perangkat pendukung, materi pelatihan maupun kesiapan peserta. Kegiatan ini sangat penting karena akan melahirkan trainer, agen dan verifikator yang nantinya menjadi ujung tombak implementasi SatuMu di seluruh daerah di Kalimantan Barat," ujarnya.
Menurut Dedy, peserta yang hadir merupakan perwakilan resmi dari seluruh PDM se-Kalimantan Barat yang nantinya akan bertugas membantu proses pendataan, verifikasi, dan pembaruan data organisasi Muhammadiyah di daerah masing-masing.
"Kami ingin memastikan setiap daerah memiliki SDM yang memahami sistem SatuMu secara menyeluruh. Setelah mengikuti pelatihan ini, mereka diharapkan mampu menjadi narasumber sekaligus pendamping bagi pengurus Muhammadiyah di wilayahnya masing-masing," katanya.
Ia menambahkan, pemilihan BPMP Kalbar sebagai lokasi pelatihan didasarkan pada ketersediaan fasilitas yang mendukung pelaksanaan kegiatan berbasis teknologi informasi.
"BPMP Kalbar memiliki fasilitas yang representatif untuk pelaksanaan pelatihan digital seperti ini. Selain itu lokasinya juga mudah dijangkau oleh peserta dari berbagai kabupaten dan kota yang datang ke Pontianak," tambah Dedy.
Sementara itu, Ketua PWM Kalimantan Barat, Pabali Musa, menegaskan bahwa program SatuMu merupakan bagian dari transformasi digital Muhammadiyah yang saat ini terus dikembangkan secara nasional.
Menurutnya, data yang akurat menjadi fondasi penting dalam pengambilan kebijakan organisasi, baik di bidang dakwah, pendidikan, kesehatan, ekonomi maupun pelayanan sosial kemasyarakatan.
"SatuMu bukan sekadar program pendataan. Ini adalah bagian dari upaya Muhammadiyah membangun organisasi yang modern, profesional, dan berbasis data. Dengan data yang valid, setiap program dan kebijakan dapat dirancang secara lebih tepat dan terukur," ujar Pabali Musa.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh sehingga mampu menjadi motor penggerak implementasi SatuMu di daerah masing-masing.
"Kami ingin seluruh PDM di Kalimantan Barat memiliki data organisasi yang lengkap, akurat dan terintegrasi. Karena itu peserta yang hadir harus benar-benar memahami sistem ini agar dapat melakukan pendampingan di daerah setelah kembali dari pelatihan," katanya.
Pabali menilai keberhasilan program SatuMu akan memberikan manfaat besar bagi Muhammadiyah, mulai dari pemetaan potensi kader, penguatan administrasi organisasi, hingga penyusunan program-program strategis yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta akan mendapatkan berbagai materi terkait pengelolaan sistem SatuMu, tata cara verifikasi data, sinkronisasi data organisasi, hingga strategi pendampingan kepada pengurus Muhammadiyah di tingkat daerah.
Melalui kegiatan ini, PWM Kalbar berharap terbangun kesamaan pemahaman dan standar pengelolaan data Muhammadiyah di seluruh wilayah Kalimantan Barat sehingga implementasi program SatuMu dapat berjalan optimal.
Dengan persiapan yang telah dimatangkan dan dukungan fasilitas BPMP Kalbar, PWM Kalbar optimistis Training of Trainer SatuMu akan berlangsung sukses sekaligus menjadi langkah penting dalam percepatan transformasi digital Muhammadiyah menuju tata kelola organisasi yang lebih modern, akuntabel, dan berbasis data. (mul)