Ponticity post author Kiwi 05 November 2026

Sejak 1988, Normah Kuching Terus Kembangkan Layanan Kesehatan Terpadu

Photo of Sejak 1988, Normah Kuching Terus Kembangkan Layanan Kesehatan Terpadu Normah Medical Specialist Centre Kuching memperkuat layanan spesialis, teknologi rehabilitasi robotik, dan standar keselamatan pasien internasional untuk melayani masyarakat, termasuk dari Kalbar.

PONTIANAK, SP – Normah Medical Specialist Centre terus mengembangkan layanan kesehatan terpadu dengan mengandalkan kompetensi dokter spesialis, pemanfaatan teknologi medis modern, serta penerapan standar keselamatan pasien internasional. Rumah sakit swasta yang berdiri sejak 1988 di Sarawak, Malaysia, ini juga memperkuat pelayanan bagi pasien dari Indonesia, khususnya Kalimantan Barat.

Chief Executive Officer (CEO) Normah Medical Specialist Centre, Dato Dr Au Yong Kien Hoe, mengatakan peningkatan kualitas pelayanan menjadi bagian penting dari perjalanan rumah sakit dalam memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan.

Menurutnya, pelayanan medis tidak hanya berfokus pada pengobatan penyakit, tetapi juga mencakup keseluruhan proses penanganan pasien, mulai dari konsultasi, pemeriksaan diagnostik, tindakan medis hingga rehabilitasi.

“Kami ingin memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif. Setiap pasien memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga penanganan medis harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing,” ujarnya.

Normah memiliki sejumlah layanan spesialis, di antaranya kardiologi dan bedah jantung, neurologi, ortopedi, onkologi, serta urologi. Salah satu tonggak penting dalam perjalanan rumah sakit tersebut adalah keberhasilannya melakukan operasi jantung terbuka pada Desember 1994, yang menjadi bagian dari perkembangan layanan kardiovaskular di Sarawak.

Selain memperkuat layanan spesialis, Normah juga mengembangkan teknologi rehabilitasi medis. Salah satunya melalui penggunaan Hybrid Assistive Limb (HAL), teknologi robotik yang membantu pasien menjalani pemulihan fungsi gerak.

Teknologi tersebut dikembangkan untuk mendukung rehabilitasi pasien dengan gangguan mobilitas, termasuk mereka yang mengalami gangguan neurologis. Pelaksanaannya dilakukan melalui program terapi individual dengan pendampingan fisioterapis yang telah mendapatkan pelatihan khusus dalam mengoperasikan perangkat robotik.

Dato Dr Au Yong Kien Hoe menjelaskan, pemanfaatan teknologi medis merupakan bagian dari upaya rumah sakit untuk membantu pasien mendapatkan kembali kemampuan fungsional tubuh setelah mengalami gangguan kesehatan.

“Kami tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga bagaimana membantu pasien menjalani proses pemulihan sehingga mereka dapat kembali beraktivitas secara lebih mandiri,” jelasnya.

Perkuat Pelayanan Pasien Indonesia

Hubungan Normah Medical Specialist Centre dengan masyarakat Indonesia, terutama Kalimantan Barat, telah terjalin cukup lama. Salah satu bentuk kedekatan tersebut terlihat melalui keberadaan pusat informasi Normah di Pontianak sejak 2003.

Pusat informasi ini menjadi sarana bagi masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai layanan kesehatan, dokter spesialis, serta fasilitas yang tersedia di Normah sebelum menjalani pengobatan di Kuching.

Dalam melayani pasien dari Indonesia, Normah berupaya memberikan kemudahan akses informasi, komunikasi, konsultasi, dan koordinasi pelayanan medis. Pengalaman menangani pasien lintas negara juga menjadi bagian dari upaya rumah sakit memahami kebutuhan pasien beserta keluarga yang mendampingi.

Di tengah pengembangan layanan, konsistensi menjaga mutu dan keselamatan pasien menjadi perhatian utama. Normah menerapkan standar keselamatan pasien internasional melalui International Patient Safety Goals (IPSG).

Standar tersebut mencakup ketepatan identifikasi pasien, komunikasi efektif, keamanan penggunaan obat, keselamatan tindakan operasi, serta pencegahan infeksi. Penerapannya menjadi bagian dari sistem pelayanan untuk meminimalkan risiko dan meningkatkan keamanan pasien selama menjalani perawatan.

Komitmen terhadap mutu pelayanan juga tercermin melalui pencapaian akreditasi Joint Commission International (JCI), lembaga akreditasi internasional yang berbasis di Amerika Serikat dan menetapkan standar mutu serta keselamatan pelayanan kesehatan.

Normah pertama kali memperoleh akreditasi JCI pada 2011 dan terus menjalani proses penilaian untuk mempertahankan standar tersebut. Selain itu, rumah sakit ini juga memperoleh akreditasi Malaysian Society for Quality in Health (MSQH).

Kedua akreditasi tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan sistem pelayanan, mulai dari tata kelola rumah sakit, kompetensi tenaga kesehatan, hingga penerapan prosedur keselamatan pasien.

Bagi pasien, standar akreditasi menjadi salah satu indikator bahwa sistem pelayanan rumah sakit telah melalui proses evaluasi berdasarkan kriteria mutu dan keselamatan yang ditetapkan lembaga akreditasi.

Dato Dr Au Yong Kien Hoe menegaskan, akreditasi bukan sekadar pengakuan bagi institusi, melainkan tanggung jawab yang harus diterapkan secara konsisten dalam pelayanan sehari-hari.

“Kami percaya bahwa kepercayaan pasien harus dibangun melalui kualitas pelayanan yang konsisten. Karena itu, peningkatan kompetensi tenaga medis, pengembangan fasilitas, pemanfaatan teknologi, serta evaluasi pelayanan harus terus dilakukan,” ungkapnya.

Melalui penguatan layanan spesialis, pemanfaatan teknologi medis modern, serta penerapan standar keselamatan pasien, Normah Medical Specialist Centre terus mengembangkan pelayanan kesehatan terpadu. Rumah sakit ini berharap dapat menjadi salah satu pilihan masyarakat Indonesia, khususnya Kalimantan Barat, dalam memperoleh layanan kesehatan di kawasan Borneo.(din)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda