SINGKAWANG,SP – Perum BULOG bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) memperkuat dukungan bagi peternak ayam petelur skala mikro melalui penyaluran 180 ton jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta program pembelian telur senilai Rp30 miliar secara bertahap hingga Desember 2026.
Dukungan tersebut merupakan bagian dari sinergi pemerintah dan badan usaha milik negara (BUMN) pangan untuk memperkuat keberlangsungan usaha peternakan rakyat, mulai dari penyediaan bahan baku pakan hingga penyerapan hasil produksi.
Program tersebut dilaksanakan melalui kegiatan Sinergi BUMN Pangan Bersama Peternak Ayam Petelur Mikro di Kelurahan Sedau, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Kamis (5/11).
Dalam kegiatan itu, dilakukan penyerahan simbolis 180 ton jagung SPHP kepada 18 perwakilan koperasi peternak mikro. Selain itu, BULOG bersama ID FOOD menyiapkan program pembelian telur ayam dari peternak mikro dengan nilai total Rp30 miliar untuk seluruh Indonesia.
Melalui program SPHP jagung, BULOG menyediakan jagung pakan dengan harga Rp5.000 per kilogram di gudang BULOG bagi peternak mikro sesuai ketentuan yang berlaku. Kebijakan tersebut diharapkan membantu peternak memperoleh bahan baku pakan dengan harga lebih terjangkau sehingga dapat menekan biaya produksi.
Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman mengatakan, peternak mikro memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional sehingga perlu mendapatkan dukungan yang menyeluruh.
“Peternak mikro merupakan bagian penting dari kekuatan pangan nasional. Pemerintah hadir dengan membangun ekosistem peternak dari hulu sampai hilir, melibatkan BUMN pangan. Melalui sinergi Kementan, Bapanas, BULOG, dan ID FOOD, kita ingin peternak semakin kuat, usahanya berkembang, dan kesejahteraannya meningkat,” katanya.
Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, dukungan terhadap peternak mikro merupakan bagian dari tanggung jawab BULOG dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Menurut dia, keberlanjutan produksi pangan tidak hanya bergantung pada ketersediaan komoditas di pasar, tetapi juga pada kemampuan peternak menjaga kegiatan usaha di tengah tantangan biaya produksi dan pemasaran hasil ternak.
Melalui penyaluran jagung SPHP dan sinergi pembelian telur bersama ID FOOD, BULOG berupaya membantu peternak mendapatkan bahan baku pakan dengan harga terjangkau sekaligus memperkuat penyerapan hasil produksinya.
“BULOG memastikan para peternak mikro tidak berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan usaha. Melalui program SPHP jagung, kami ingin membantu peternak mikro mendapatkan bahan baku pakan dengan harga yang lebih terjangkau. Dengan penyaluran jagung SPHP dan sinergi pembelian telur, kami ingin membantu menjaga keberlanjutan produksi peternak sekaligus memperkuat ketersediaan pangan bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain penyerahan bantuan secara simbolis, kegiatan tersebut juga diisi dialog antara pemerintah, BUMN pangan, dan peternak untuk menyerap informasi mengenai kondisi serta kebutuhan usaha di lapangan. Dialog melibatkan perwakilan peternak dari sejumlah daerah, baik yang hadir langsung maupun mengikuti secara daring.
BULOG berkomitmen melanjutkan koordinasi bersama Bapanas, ID FOOD, dan koperasi peternak guna memastikan penyaluran jagung SPHP serta program pembelian telur berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.
Melalui dukungan dari sisi penyediaan pakan dan penyerapan hasil produksi tersebut, pemerintah berharap peternak ayam petelur mikro dapat mempertahankan produktivitas, mengembangkan usahanya, serta berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan nasional. (Ril).