Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) menggelar Musyawarah Daerah (Musda) XI pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Forum lima tahunan tersebut akan menjadi momentum penting bagi partai berlambang pohon beringin untuk memilih ketua DPD Golkar Kalbar periode kepemimpinan berikutnya sekaligus merumuskan arah strategi politik ke depan.
Sekretaris DPD I Golkar Kalbar, Prabasa Anantatur, yang juga bertindak sebagai penanggung jawab Musda, mengatakan bahwa persiapan kegiatan telah mencapai sekitar 90 persen. Panitia kini terus mematangkan berbagai kebutuhan teknis menjelang pelaksanaan kegiatan.
“Musyawarah Daerah XI DPD Golkar Kalbar direncanakan digelar pada Sabtu, 7 Maret 2026 di Hotel Golden Tulip Pontianak,” ujar Prabasa, kemarin.
Menurutnya, pelaksanaan Musda tersebut telah mendapat surat resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar. Musda kali ini mengusung tema “Riang Gembira”, yang dinilai selaras dengan semangat kebersamaan sekaligus momentum bulan suci Ramadan.
Prabasa menuturkan bahwa tradisi demokrasi di tubuh Golkar telah tumbuh kuat sejak era kepemimpinan Akbar Tanjung pada masa pascareformasi. Tradisi tersebut, lanjutnya, terus berlanjut hingga masa kepemimpinan Ketua Umum Golkar saat ini, Bahlil Lahadalia.
Ia juga menyoroti capaian kepemimpinan Ketua DPD Golkar Kalbar saat ini, Maman Abdurrahman, yang memimpin sejak 2020 hingga 2025. Dalam periode tersebut, Golkar Kalbar dinilai berhasil meningkatkan perolehan kursi legislatif.
Pada Pemilu 2019, Golkar Kalbar meraih total 64 kursi di berbagai tingkat legislatif. Jumlah itu meningkat menjadi 74 kursi dalam periode kepemimpinan Maman. Sementara di DPRD Provinsi Kalbar, perolehan kursi Golkar juga naik dari delapan menjadi sembilan kursi.
“Selama kepemimpinan Pak Maman kami betul-betul diajarkan bagaimana menjalankan demokrasi di internal partai. Hasilnya juga terlihat dari peningkatan jumlah kursi yang diraih Golkar,” ujarnya.
Prabasa menegaskan, Musda bukan hanya agenda memilih ketua baru. Forum tersebut juga menjadi ruang strategis bagi kader Golkar untuk merumuskan arah dan strategi organisasi dalam menghadapi dinamika politik ke depan.
“Memilih ketua memang salah satu agenda penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah pembahasan dalam rapat-rapat komisi mengenai arah dan strategi Golkar Kalbar ke depan,” jelasnya.
Ia menambahkan, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia tidak dijadwalkan hadir dalam pembukaan Musda. Namun, ia direncanakan hadir dalam agenda pelantikan kepengurusan baru nantinya.
Sebagai perwakilan DPP Partai Golkar, sejumlah tokoh dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu Jawa dan Kalimantan Wihaji yang juga menjabat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).
Selain itu, hadir pula Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Kalbar dan Kalteng Mukhtarudin yang saat ini menjabat Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia sekaligus Kepala BP2MI.
Kemudian Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan Zulfikar Arse Sadikin yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi II DPR RI.
Sementara itu, Maman Abdurrahman yang juga menjabat Menteri UMKM sekaligus Ketua DPD Golkar Kalbar saat ini juga dijadwalkan hadir dalam rangkaian kegiatan Musda.
Sementara itu Ketua Panitia Penyelenggara Musda, Ichfany, mengatakan pelaksanaan Musda turut didukung oleh tim advance dari DPP Partai Golkar yang bertugas memberikan asistensi terhadap seluruh pelaksanaan Musda di tingkat provinsi.
“Seluruh proses masih berjalan lancar dan terus berprogres. Insya Allah dengan dukungan semua pihak, apalagi dalam suasana Ramadan, Musda ini bisa berlangsung riang gembira,” katanya.
Sementara itu, Ketua Steering Committee Musda XI, Jemaan, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan seluruh materi dan tahapan pelaksanaan Musda.
Ia menyebut tahapan Musda akan dimulai pada Jumat, 6 Maret 2026 dengan proses penjaringan bakal calon ketua. Setelah itu, panitia akan melakukan verifikasi berkas para bakal calon sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam Juklak Nomor 02 Tahun 2025 tentang pelaksanaan Musda.
“Calon yang maju tentu harus memenuhi persyaratan, salah satunya mendapatkan dukungan minimal 30 persen dari DPD tingkat dua,” ujarnya.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, panitia optimistis Musda XI DPD Golkar Kalbar dapat berlangsung lancar sekaligus menjadi momentum konsolidasi partai untuk memperkuat organisasi menghadapi berbagai agenda politik ke depan. (din)