Ponticity post authorelgiants 11 Februari 2026

Guru Dilatih Tangkal Paham Neo-Nazi dan White Supremacy, PGRI Kalbar Gandeng Densus 88

Photo of Guru Dilatih Tangkal Paham Neo-Nazi dan White Supremacy, PGRI Kalbar Gandeng Densus 88 BEKALI - PGRI Kalbar bekali guru tangkal ideologi Neo-Nazi dan White Supremacy demi menjaga sekolah tetap aman dan berlandaskan nilai kebangsaan.

PONTIANAK, SP – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) bekerja sama dengan Polresta Pontianak akan menggelar seminar bertema “Peningkatan Wawasan Guru sebagai Benteng Pencegahan Ideologi Ekstrem Neo-Nazi dan White Supremacy”.

Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 11 Februari 2026, di Aula Hadari Nawawi Lantai 4 Rektorat Universitas PGRI Pontianak, Jalan Ampera No. 88 Pontianak.

Seminar tersebut menjadi langkah konkret sinergi antara organisasi profesi guru dan aparat penegak hukum dalam memperkuat ketahanan ideologi di lingkungan pendidikan.

Fokusnya jelas yakni membekali guru dengan pemahaman komprehensif tentang ciri-ciri, pola penyebaran, serta dampak ideologi ekstrem seperti Neo-Nazi dan White Supremacy yang kini dapat menyebar melalui berbagai platform digital.

Selain pemetaan ancaman, kegiatan ini juga dirancang untuk memberikan strategi praktis kepada guru dalam mendeteksi dini, mencegah, hingga menangani potensi paparan ideologi ekstrem di kalangan pelajar.

Peserta seminar berasal dari guru jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA di wilayah Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. PGRI Kalbar telah menyurati sejumlah kepala sekolah untuk menugaskan guru mengikuti kegiatan ini sebagai bagian dari penguatan kapasitas pendidik.

Sejumlah narasumber kompeten dijadwalkan hadir, di antaranya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat Syarif Faisal Indahmawan Alkadri, Wakil Ketua Dewan Pendidikan Provinsi Kalbar Jipridin, Pengurus PGRI Provinsi Kalbar Prof. Zaenuddin, Tim Pencegahan Satgaswil Kalbar Densus 88 AT Polri Briptu Muhammad Mursyid, serta Akademisi Universitas PGRI Pontianak Uray Herlina.

Ketua PGRI Provinsi Kalbar, Muhamad Firdaus, menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam membentuk karakter dan wawasan kebangsaan peserta didik.

“Guru bukan hanya pengajar materi pelajaran, tetapi juga penjaga nilai-nilai kebangsaan. Karena itu, peningkatan kapasitas guru dalam mendeteksi dan mencegah masuknya paham ekstrem di lingkungan pendidikan menjadi sangat penting,” ujarnya.

Menurut Firdaus, tantangan dunia pendidikan saat ini tidak hanya soal kualitas akademik, tetapi juga ketahanan ideologi dan karakter siswa di tengah derasnya arus informasi global. Sekolah harus menjadi ruang aman, inklusif, serta berlandaskan nilai Pancasila dan semangat kebhinekaan.

Melalui seminar ini, PGRI Kalbar berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara dunia pendidikan, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum dalam menjaga lingkungan sekolah dari potensi penyusupan paham ekstrem.

“Pendidikan harus menjadi benteng. Dan guru adalah penjaganya,” tegasnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam memperkuat ketahanan ideologi di satuan pendidikan, sekaligus memastikan sekolah tetap menjadi ruang tumbuh generasi muda yang toleran, kritis, dan berkarakter kebangsaan kuat. (din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda