PONTIANAK, SP - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Barat tidak hanya berdampak terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran. Aktivitas para jurnalis yang harus turun langsung ke lapangan untuk melakukan peliputan juga ikut terdampak kondisi udara yang memburuk akibat kabut asap.
Di tengah situasi tersebut, PT Dharma Inti Bersama (DIB) atau Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) menunjukkan kepeduliannya terhadap pekerja media dengan menyalurkan sejumlah bantuan untuk mendukung tugas jurnalistik selama bencana karhutla berlangsung.
Bantuan yang diberikan berupa masker KN95, vitamin dan oksigen. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu menjaga kondisi kesehatan para jurnalis yang tetap menjalankan aktivitas peliputan di tengah kondisi udara yang kurang sehat.
Diantaranya bantuan dari PT DIB diserahkan kepada Harian Suara Pemred. Untuk Harian Suara Pemred, bantuan dari PT DIB/KIPP diterima langsung oleh Pimpinan Redaksi Harian Suara Pemred, Hary Ardianto, Sabtu (12/9/2026).
Penyaluran bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap kerja-kerja jurnalistik, terutama ketika jurnalis harus berada di luar ruangan untuk mendapatkan informasi langsung dari lapangan mengenai perkembangan karhutla di Kalimantan Barat.
Pimpinan Redaksi Harian Suara Pemred, Hary Ardianto, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian yang diberikan PT DIB/KIPP kepada insan pers.
Menurutnya, jurnalis merupakan salah satu sektor yang turut merasakan dampak karhutla. Tuntutan pekerjaan membuat wartawan tetap harus bergerak ke berbagai lokasi untuk mencari, mengolah dan menyampaikan informasi yang dibutuhkan masyarakat.
“Bantuan ini tentu sangat berarti bagi teman-teman jurnalis yang tetap bekerja di lapangan di tengah kondisi karhutla. Kami mengapresiasi perhatian PT DIB yang ikut mendukung kerja-kerja jurnalistik,” ujar Hary.
Ia menilai, perlindungan terhadap kesehatan jurnalis menjadi hal penting ketika kondisi udara memburuk. Sebab, dalam menjalankan tugasnya, jurnalis tidak hanya bekerja dari dalam ruangan, tetapi kerap harus melakukan peliputan langsung di lokasi yang terdampak.
Masker KN95, kata Hary, dapat membantu memberikan perlindungan ketika jurnalis berada di tengah kondisi udara yang dipengaruhi asap. Sementara vitamin menjadi salah satu bentuk dukungan untuk menjaga kondisi tubuh selama menjalankan aktivitas.
Adapun bantuan oksigen juga dinilai bermanfaat sebagai bagian dari dukungan kesehatan di tengah kondisi karhutla yang dapat memengaruhi kualitas udara.
Hary berharap kepedulian terhadap jurnalis di tengah bencana dapat terus dibangun oleh berbagai pihak. Menurutnya, keselamatan dan kesehatan wartawan perlu menjadi perhatian bersama agar tugas jurnalistik tetap dapat berjalan dengan baik.
Di sisi lain, keberadaan media massa menjadi penting dalam situasi bencana. Jurnalis memiliki peran untuk menyampaikan informasi mengenai perkembangan karhutla kepada masyarakat, termasuk kondisi di lapangan, langkah penanganan yang dilakukan pemerintah dan berbagai pihak, serta dampak yang dirasakan masyarakat.
"Informasi yang disampaikan media juga dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai bahaya karhutla dan pentingnya menjaga lingkungan, terutama dalam kondisi kemarau panjang," terang Harry.
Karena itu, menurutnya dukungan terhadap jurnalis pada situasi seperti ini tidak hanya berkaitan dengan keberlangsungan aktivitas media, tetapi juga membantu memastikan arus informasi kepada masyarakat tetap berjalan.
PT DIB/KIPP tidak hanya menyerahkan bantuan kepada Harian Suara Pemred. Bantuan serupa juga disalurkan kepada sejumlah media massa lainnya di Kalimantan Barat.
Selain media, bantuan tersebut turut diberikan kepada sejumlah organisasi jurnalis dan wartawan. Langkah ini menjadi bagian dari kepedulian perusahaan terhadap insan pers yang tetap menjalankan tugas di tengah kondisi karhutla.
Penyaluran bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para jurnalis, khususnya dalam menjaga kesehatan selama melakukan peliputan di lapangan.
Dengan dukungan tersebut, para jurnalis diharapkan dapat tetap menjalankan fungsi pers secara optimal, sembari tetap memperhatikan kesehatan dan keselamatan diri ketika meliput bencana karhutla yang terjadi di berbagai wilayah Kalimantan Barat.
Bagi media, kondisi bencana juga menjadi momentum untuk terus menghadirkan informasi yang akurat dan bertanggung jawab kepada masyarakat. Sementara bagi berbagai pihak, dukungan terhadap pekerja media menjadi bagian dari upaya bersama menghadapi dampak karhutla di Kalbar. (din)