Universitas Nasional Oso (UNOSO) melalui Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melaksanakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Peningkatan Minat Siswa terhadap Program Studi Kimia melalui Pembuatan Sabun Herbal dari Limbah Kulit Buah Nanas”, yang diselenggarakan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Pontianak.
Kegiatan ini dipimpin oleh Weni Mandasari selaku Ketua Pelaksana, bersama tim yang terdiri atas Sofi, Yulizar, Dodi, Muftiah, Fitriyan, Atika, Yudith, dan Weni Ramadhania, serta didukung oleh mahasiswa Tiosan, Sulis, Liong, dan Anggia.
Tim ini merupakan kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dari Program Studi Kimia UNOSO yang memiliki komitmen kuat dalam menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Dalam sambutannya, Weni Mandasari menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan aplikasi ilmu kimia dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus mengedukasi siswa mengenai potensi pemanfaatan limbah organik khususnya kulit nanas sebagai bahan baku sabun herbal yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis.
“Kami ingin membuktikan bahwa kimia bukan hanya soal teori di kelas, tetapi juga bisa menghasilkan produk nyata yang bermanfaat dari bahan-bahan sederhana yang ada di sekitar kita,” ujarnya.
Menambahkan perspektif ekonomi, Atika selaku Dosen Program Studi Manajemen turut menyampaikan kajian tentang potensi usaha dari produk sabun herbal ini. Dalam paparannya, Atika menjelaskan simulasi harga pokok produksi dan margin keuntungan jika siswa menjual sabun hasil karya mereka.
Pendekatan ini diharapkan dapat mendorong semangat kewirausahaan sejak dini, sekaligus menumbuhkan pola pikir kreatif dan mandiri di kalangan pelajar.
Kegiatan berlangsung di ruang kelas dengan suasana aktif dan interaktif. Siswa kelas XI jurusan Kimia MAN 2 Pontianak mengikuti setiap tahapan dengan penuh antusias, mulai dari proses ekstraksi kulit nanas sampai proses saponifikasi.
Para siswa tampak antusias melihat hasil akhir sabun herbal yang mereka buat sendiri. Sabun Herbal Kulit Buah Nanas ini dibuat dengan mencampurkan Virgin Coconut Oil (VCO) dengan NaOH, stearate, alkohol, gula, dan ekstrak kulit buah nanas.
Guru Kimia MAN 2 Pontianak, Munifah, turut mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung. Ia mengapresiasi penuh program ini. Aisyah, salah satu peserta kegiatan, mengungkapkan kesannya setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena membuka wawasan kami terhadap praktik kimia terapan, dan juga menumbuhkan semangat untuk berinovasi dengan memanfaatkan sumber daya lokal,” katanya.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi pengalaman belajar yang berkesan bagi para siswa, tetapi juga mampu meningkatkan ketertarikan mereka untuk melanjutkan pendidikan di bidang kimia.
Selain itu, kegiatan ini menjadi contoh konkret bagaimana pengolahan limbah rumah tangga seperti kulit nanas dapat berkontribusi dalam menjaga lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi.
Inisiatif ini membuktikan bahwa dengan kreativitas dan ilmu pengetahuan, tantangan lingkungan dapat diubah menjadi peluang. (din)