PONTIANAK, SP – MAN 1 Pontianak terus memaksimalkan berbagai persiapan dalam menghadapi Penilaian Adiwiyata Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026. Berbagai aspek, baik administrasi maupun teknis, kini menjadi fokus utama agar madrasah tersebut mampu memenuhi seluruh indikator yang telah ditetapkan dalam program Adiwiyata.
Kepala MAN 1 Pontianak, Sholihin HZ, menegaskan komitmen seluruh warga madrasah untuk bekerja secara maksimal dalam mewujudkan MAN 1 Pontianak sebagai Sekolah Adiwiyata Provinsi (SAP). Menurutnya, keberhasilan meraih predikat tersebut bukan hanya menjadi sebuah prestasi, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa budaya peduli dan berbudaya lingkungan telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di madrasah.
"Kami berkomitmen memenuhi seluruh persyaratan, baik administrasi maupun teknis, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Program Adiwiyata bukan sekadar mengikuti penilaian, tetapi merupakan upaya membangun karakter warga madrasah agar semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan," ujar Sholihin HZ.
Sebagai bentuk keseriusan, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Penetapan Tim Adiwiyata 2026 MAN 1 Pontianak, seluruh anggota tim telah diarahkan untuk bekerja sesuai dengan tugas dan fungsi masing-masing. Setiap kelompok kerja (pokja) memiliki tanggung jawab yang berbeda namun saling mendukung dalam mewujudkan lingkungan madrasah yang bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan.
Adapun kelompok kerja yang telah dibentuk meliputi Pokja Kebersihan dan Sanitasi, Pokja Keanekaragaman Hayati, Pokja Penghematan Air, Pokja Penghematan Energi, Pokja Kader Adiwiyata, Pokja Publikasi, serta tim Operator yang bertugas melakukan pengumpulan dan pengunggahan seluruh dokumen pendukung pada sistem penilaian Adiwiyata.
Sholihin menjelaskan bahwa setiap pokja telah menyusun rencana kerja dan mulai melaksanakan berbagai program sesuai bidangnya masing-masing. Seluruh bukti fisik, dokumentasi kegiatan, serta administrasi terus dipersiapkan agar memenuhi standar penilaian yang telah ditetapkan oleh tim Adiwiyata Provinsi Kalimantan Barat.
Ia berharap sinergi seluruh warga madrasah, mulai dari guru, tenaga kependidikan, peserta didik, hingga komite madrasah dapat menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan program tersebut. Menurutnya, budaya peduli lingkungan harus terus ditanamkan sehingga tidak hanya menjadi kebutuhan saat penilaian berlangsung, tetapi menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan warga MAN 1 Pontianak.
"Kami berharap seluruh keluarga besar MAN 1 Pontianak tetap kompak, saling mendukung, dan bekerja dengan penuh tanggung jawab. Semoga seluruh ikhtiar yang dilakukan mendapatkan hasil terbaik sehingga MAN 1 Pontianak mampu meraih predikat Sekolah Adiwiyata Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026," harapnya.
Di akhir keterangannya, Sholihin HZ mengajak seluruh masyarakat untuk turut memberikan dukungan dan doa bagi perjuangan MAN 1 Pontianak.
"Mohon doa dari seluruh masyarakat, semoga MAN 1 Pontianak bisa lolos sebagai SAP (Sekolah Adiwiyata Provinsi). Semoga ikhtiar ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan madrasah yang peduli, berbudaya lingkungan, dan berkelanjutan," pungkasnya. (mul)