Ponticity post author Kiwi 21 Juli 2023

Pengguna Kendaraan Listrik di Kalbar Bertambah

Photo of Pengguna Kendaraan Listrik di Kalbar Bertambah

PONTIANAK, SP - PT. PLN (Persero) bekerjasama dengan Hotel Mercure Pontianak, beberapa waktu lalu, kembali membangun Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Kalimantan Barat (Kalbar) untuk melayani masyarakat dalam memudahkan pengisian baterai kendaraan mereka.

General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalbar, A Bargowo Wahyu Jatmiko, mengatakan kehadiran SPKLU yang ada merupakan bentuk komitmen PLN dalam mendukung tranpormasi era kendaraan mobil listrik yang dicanangkan oleh pemerintah.

"Kehadiran SPKLU ini bertujuan untuk mendukung program-program pemerintah pusat dan pemerintah daerah maupun para pemangku kepentingan terkait dalam mendukung pelaksanaan Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program KBLBB untuk transportasi jalan," jelasnya.

Menurut Bargowo, hingga sekarang di Kalbar jumlah SPKLU yang telah dibangun oleh PLN ada lima dan tersebar dibeberapa tempat mulai dari kota Singkawang,Ketapang, GIA Mall, Sanggau,dan yang terakhir di Hotel Mercure Pontianak.

"Namun untuk melayani masyarakat yang sudah memiliki mobil listrik di Kalbar, pihak memastikan akan menambah empat SPKLU di Kalbar," ungkapnya.

Dirinya menjelaskan dengan adanya SPKLU, masyarakat tidak dipersulit, melainkan dipermudah, karena bisa dilakukan sendiri tanpa ada petugas.

"Masyarakat cukup scan barcode yang ada, kemudian ada pilihan, tinggal pilih mau rupiah bisa, mau KWH juga bisa. Selanjutnya soketnya pengisian masukan ke mobil, kemudian tekan star, maka dengan otomatis akan mengisi sendiri," jelas Bargowo.

Ia membeberkan apabila hitung-hitungan secara bisnis, penggunaan mobil listrik dengan mobil menggunakan BBM secara objektif lebih irit mobil listrik.

“Mengapa demikian, selain harga BBM yang semakin hari semakin naik, kita juga telah mencoba membandingkan antara mobil yang menggunakan BBM dan mobil listrik dengan jarak tempuh hingga 1.000 kilometer. Untuk mobil menggunakan BBM, biaya yang dikeluarkan hampir mencapai Rp1 juta, tetapi mobil listrik biaya yang dikeluarkan hanya sekitar Rp300 ribu,” ungkapnya.

Selain itu, Bargowo juga menyebut bahwa pengisian baterai mobil listrik ini tidak membutuhkan waktu lama.

“Untuk pengisian baterai 100 persen dengan daya 60 Kw seperti yang ada di Kota Singkawang, Ketapang, GIA Mall, itu hanya cukup satu jam. Sedangkan untuk 100 Kw paling lama satu setengah jam saja," ungkapnya.

Sementara itu, General Manager Hotel Mercure Pontianak, Ricky Coen Arifin mengatakan, pihaknya mendukung pembangunan SPKLU untuk ikut mendorong program pemerintah pusat.

Selain itu ikut memudahkan masyarakat yang akan melakukan pengisian baterai kendaraan listrik, terutama mereka yang datang menginap di Hotel Mercure.

"Jangan sampai pengunjung yang datang ke sini, kebingungan mau cas mobil listrik mereka karena belum ada SPKLU. Nah SPKLU yang diresmikan bersama PT PLN kali ini dapat digunakan tanpa biaya alias gratis," terangnya.

Dua Kota Mendominasi

A Bargowo Wahyu Jatmiko, mengatakan wilayah di Kalbar yang banyak menggunakan kendaraan listrik di Kota Pontianak dan Singkawang.

Terhadap berapa banyak kendaraan listrik di Kalbar, baik Motor ataupun Mobil Jatmiko mengatakan pihaknya tidak memiliki data berapa jumlah mobil listrik dan berapa motor listrik.

"Mungkin untuk lebih detail berapa mobil listrik dan motor listrik bisa di dapat dari dealer resmi yang menjual mobil dan motor listrik," terangnya.

Jatmiko juga menyebutkan, rencana lokasi pembangunan SPKLU belum bisa ditentukan, namun pastinya sedang mencari lokasi-lokasi strategis agar para pengguna kendaraan listrik akan semakin mudah dalam melakukan pengisian baterai.

“Adapun untuk kegiatan sosialisasi kendaraan listrik,kata Jatmiko, pihaknya sudah lakukan secara masif dengan menggunakan berbagai platform media publikasi, baik cetak, online, elektronik, hingga media sosial. Juga tampil dalam berbagai event dengan melibatkan berbagai komunitas seni, budaya olahraga, dan lain-lain,” paparnya.

Menurut Jatmiko, kemudahan yang diberikan oleh PLN untuk masyarakat khususnya para pengguna kendaraan listrik adalah dengan menyediakan SPKLU di berbagai lokasi strategis.

“Termasuk adalah memberikan berbagai promo tambah daya bagi pemilik kendaraan listrik yang ingin memiliki home charging di rumah. Selain itu, kami memastikan bahwa akan banyak layanan mempermudah penggunaan kendaraan listrik,” papar Jatmiko.

Banyak Keuntungan

Ketua Komunitas Motor Electric Club (MEC) Kalbar, Sukirno mengatakan selama dua tahun mengunakan motor listrik uwinfly tipe blue whell keuntungannya lumayan cukup siknifikan.

"Dari awal pakai motor 2 Tak RX king beralih ke motor listrik, bisa dibilang sangat menguntungkan, sekarang saya tidak tahu lagi berapa harga BBM di luar," ucapnya.

Sukirno menjelaskan, untuk pemakaian daya watt di rumah juga tidak berpengaruh, karena dengan adanya motor listrik pengeluaran yang di keluarkan kurang lebih hanya 100.000 per bulan. Tentunya, ujar Sukirno, hal ini sangat menghemat pengeluaran.

"Sementara dibandingkan dengan penggunaan BBM jenis bensin biaya yang dikeluarkan dalam sehari pulang kerja bisa menghabiskan biaya minimal rp10.000," ucapnya.

Ia mengatakan, total jumlah anggota MEC yang ada sekarang kurang lebih hampir 30 orang mulai dari pekerja dan tenaga pendidik. Sukrisno menilai penambahan spklu perlu penambahan, terutama di kota Pontianak.

"Untuk SPKLU di Pontianak, menurut saya masih kurang, karena hanya ada di beberapa titik saja. Sementara jumlah mobil dan motor listrik di kota Pontianak semakin banyak digunakan," kata Sukrisno.

Sukrisno berharap, pemerintah kota menyediakan tempat SPKLU, seperti di tempat-tempat wisata, termasuk di Tugu Katulistiwa, dan masih ada di beberapa lainnya di  wilayah di Kota Pontianak yang bisa dibuatkan SPKLU, agar memudahkan masyarakat menjangkau titik titik yang ada SPKLU-nya.

“Selain itu juga, agar pihak PLN bisa bekerja sama dengan Pertamina supaya di setiap pom bensin ada SPKLU bahkan ada penukaran batrai atau sweb batrai,” tuturnya.

Masa Depan Transportasi

Ketua Bidang Industri Perdagangan dan ESDM HIPMI Kalbar, Belky Gunawan mengatakan melihat perkembangan fenomena penggunaan kendaraan listrik sangat menarik.

Karena masa depan transportasi akan diisi dengan kendaraan litrik. Sehingga mau tidak mau harus mengikuti perkembangan teknologi tersebut.

"Mungkin untuk saat Ini lebih banyak ke gaya hidup. Tetapi perlahan akan mulai timbul kesadaran, ditambah dengan semakin tingginya harga BBM dan kelangkaannya," ucap Belky Gunawan.

Dirinya menyebutkan, dari sisi pengusaha hal tersebut merupakan peluang untuk menjadi pemain utama di bidang kendaraan listrik.

Karena Indonesia memiliki bahan baku utama sumber daya kendaraan listrik yakni tambang nikel. Seperti diketahui nikel merupakan bahan baku utama pembuatan baterai. 

Ia menyampaikan selama ini Indonesia sebenarnya memiliki industri otomotif yang sangat baik. Hal ini hanya butuh di cocokkan dengan potensi yang ada. Terlebih Indonesia juga merupakan pasar yang sangat besar dengan kelompok masyarakat kelas menengah yang semakin naik pertahunnya.

"Ini sangat prospek sekali. Kita sangat optimis industri kendaraan lisrik ini akan jadi industri terkemuka di dunia," katanya.

Belky menilai selama ini upaya Pemeintah Indonesia yang sangat konsen dan mendukung iklim kendaraan listrik sangat bagus. Seperti diketahui Pemerintah Indonesia melalui Kementrian Investasi  telah menandatangani investasi senilai Rp114 triliun dengan Foxconn untuk membuat mobil listrik, baterai listrik dan motor listrik di Jawa tengah. 

"Artinya pemerintah Indonesia sangat mendukung sekali perkembangan industri kendaraan listrik di indonesia," tuturnya.

"Mungkin pemerintah bisa mengimplementasikan kendaraan Listrik Di IKN yang akan di bangun di Kalimantan sebagai transportasi wajib dan utama," tutupnya. (mar/din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda