PONTIANAK, SP - Komitmen menjaga keberlangsungan pertanian di tengah pesatnya pembangunan Kota Pontianak kembali ditegaskan. Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mendampingi Wakil Menteri Pertanian Republik Indonesia Sudaryono meninjau sekaligus memanen lidah buaya (aloe vera) di kawasan pertanian Pontianak Utara, Minggu (28/6/2026).
Kunjungan tersebut menjadi sinyal kuat dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan pertanian perkotaan sekaligus memberi semangat baru bagi para petani hortikultura di Kota Pontianak.
Dalam kesempatan itu, Wakil Menteri Pertanian tidak hanya mengikuti panen bersama petani, tetapi juga menyerahkan bantuan peralatan pertanian serta berdialog langsung dengan para pelaku usaha tani mengenai berbagai tantangan yang mereka hadapi.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, kehadiran Wakil Menteri Pertanian menjadi motivasi tersendiri bagi para petani lidah buaya yang selama ini tetap bertahan mengembangkan komoditas unggulan khas Pontianak.
Menurut Edi, sektor pertanian di wilayah perkotaan menghadapi tantangan yang tidak ringan. Seiring berkembangnya kawasan permukiman dan pembangunan kota, luas lahan pertanian terus mengalami tekanan sehingga kawasan produktif yang masih tersisa harus dijaga keberadaannya.
“Kita terbatas, karena lahan pertanian di kota ini sudah banyak terbangun. Tapi yang ada di utara ini tetap kita jaga,” ujar Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Pontianak tersebut.
Ia menjelaskan, kawasan Pontianak Utara memiliki karakteristik lahan gambut yang sangat sesuai untuk pengembangan berbagai komoditas hortikultura, termasuk lidah buaya yang selama ini telah menjadi salah satu ikon pertanian Kota Pontianak.
Saat ini, luas lahan yang ditanami aloe vera mencapai sekitar 12 hektare, sementara total kawasan hortikultura produktif di Kota Pontianak mencapai kurang lebih 370 hektare.
“Di utara ini lahan gambut dan cocok untuk itu. Sekarang yang ditanam aloe vera ada sekitar 12 hektare. Totalnya ada sekitar 370 hektare untuk hortikultura,” jelasnya.
Edi menegaskan Pemerintah Kota Pontianak berkomitmen mempertahankan kawasan pertanian tersebut agar tetap menjadi sentra produksi hortikultura yang mampu menyuplai kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi penopang ekonomi warga.
Menurutnya, meskipun Pontianak dikenal sebagai kota jasa dan perdagangan, sektor pertanian perkotaan tetap memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian RI Sudaryono menilai Kalimantan Barat memiliki potensi pertanian yang sangat besar untuk terus dikembangkan.
Selain menjadi salah satu daerah prioritas dalam program cetak sawah nasional guna mendukung swasembada pangan, Kalimantan Barat juga dinilai memiliki peluang besar mengembangkan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi.
Menurutnya, keberadaan kebun lidah buaya di Kota Pontianak merupakan aset yang patut dikembangkan lebih serius.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa peningkatan produksi harus berjalan seiring dengan kepastian pasar sehingga hasil panen mampu memberikan nilai tambah dan kesejahteraan bagi petani.
“Di Kota Pontianak ini ada kebun aloe vera atau lidah buaya. Ini saya kira bagus, tinggal kita cek nanti pasarnya ke mana,” katanya.
Sudaryono menegaskan Kementerian Pertanian siap memberikan dukungan kepada petani di Kalimantan Barat sesuai kebutuhan di lapangan.
Ia mengatakan arahan Presiden Republik Indonesia sangat jelas, yakni memperkuat swasembada pangan nasional, menjaga ketersediaan stok produksi, sekaligus memastikan kesejahteraan petani terus meningkat.
Karena itu, pemerintah pusat membuka ruang seluas-luasnya bagi daerah untuk menyampaikan berbagai kebutuhan dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian.
“Intinya titip kawan-kawan petani semua di Kalimantan Barat. Kalau perlu apa pun, kita siapkan. Visi Presiden jelas, bagaimana swasembada, punya stok produksi pangan yang cukup, dan petani harus sejahtera,” pungkasnya.
Kunjungan Wakil Menteri Pertanian ke sentra lidah buaya Pontianak Utara diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengembangkan pertanian perkotaan yang berdaya saing.
Dengan dukungan teknologi, akses pasar, serta pendampingan berkelanjutan, komoditas lidah buaya diyakini dapat semakin berkembang sebagai produk unggulan Pontianak yang mampu memberikan nilai ekonomi lebih besar bagi para petani. (din)