PONTIANAK, SP - Komitmen memperkuat ekosistem halal di Kalimantan Barat kembali ditegaskan. Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalbar melalui Kepala Bagian Tata Usaha, H. Mahmud, menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) yang digelar di Asrama Haji Pontianak, Selasa (21/4/2026).
Mewakili Kepala Kantor Wilayah Kemenag Kalbar, Mahmud menekankan bahwa proses penyembelihan hewan tidak sekadar aktivitas teknis, melainkan bagian dari ibadah yang harus dijalankan sesuai syariat. Karena itu, keberadaan juru sembelih halal menjadi krusial dalam memastikan kehalalan produk sejak dari hulu.
“Penyembelihan hewan bukan perkara sembarangan. Ada syariat yang harus dijaga. Peran Juru Sembelih Halal sangat penting karena setiap amal harus disertai ilmu. Tanpa ilmu, amal bisa tertolak,” ujar Mahmud dalam sambutannya.
Ia menambahkan, pemahaman yang benar tentang tata cara penyembelihan tidak hanya berdampak pada sah atau tidaknya ibadah, tetapi juga menentukan kualitas kehalalan rantai pangan.
“Hasil sembelihan menjadi sumber awal dalam menjaga kehalalan makanan yang dikonsumsi masyarakat,” katanya.
Pelatihan yang digelar LPPOM Kalbar itu secara resmi dibuka oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Barat, KH. Basri HAR.
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa konsep halal tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan sebuah sistem yang terintegrasi.
“Halal itu sebuah sistem. Juleha hadir untuk memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat berasal dari sembelihan yang sesuai syariat,” ujarnya.
Basri berharap, pelatihan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas peserta secara teknis, tetapi juga mendorong percepatan terwujudnya sistem jaminan halal di daerah.
Ia menilai, peran juru sembelih halal menjadi salah satu titik kunci dalam menjaga kepercayaan publik terhadap produk halal.
“Saya harap pelatihan ini diikuti dengan serius, sehingga ilmu yang diperoleh dapat diterapkan. Semoga membawa keberkahan dan mendapat ridha Allah SWT,” tuturnya.
Pelatihan Juleha ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat kesadaran dan kompetensi masyarakat terhadap pentingnya standar halal, seiring meningkatnya kebutuhan akan jaminan kehalalan produk di tengah masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Kabid Bina Haji dan Umrah Kanwil Kemenhaj Kalbar, H. Ma'shum Ahmadi, Direktur LPPOM Kalbar Dr. Muhammad Agus Wibowo dan puluhan peserta Juleha dari kabupaten/kota. (*)