Sambas,SP - Dalam rangka rangkaian pelantikan Pengurus, Pemuda Dayak Kabupaten Sambas (PDKS) mengelar seminar Kebangsaan dengan Tema: Membangun SDM Unggul Sambas: Kolaborasi Menuju Indonesia Emas 2045. (8/6)
Menurut Abelnus Panesehat Pemuda Dayak Kabupaten Sambas Seminar tersebut bertujuan untuk membangun persepsi tentang berbangsa dan bernegara yang seutuhnya dengan latar belakang masyarakat Kabupaten Sambas yang beranekaragaman.
"Keberagaman merupakan aset bangsa yang sangat mahal harga, dan kita sebagai generasi bangsa patur mensyukuri dan menjaganya sehingga tidak terjadi perpecahan", tegas Abelnus.
Abelnus yang bertindak sebagai moderator seminar tersebut, Seminar perdana yang digelar PDKS kali ini, mengatakan selain membahas terkait keberagaman sebagai aset bangsa yang harus dijaga, juga menyoroti issue penting lain seperti pendidikan yang masih tidak merata di perbatasan dengan dikota dan sektor ekonomi dimana masyarakat kehilangan pekerjaan serta sulit mencari lapangan pekerjaan sehingga berakibat terhadap perekonomian keluarga atau masyarakat yang kian merosot.
Maria Goreti Anggota DPD RI Dapil Kalbar sebagai narasumber pada seminar kebangsaan tersebut mengatakan bahwa memahami Berbangsa dan bernegara secara baik sangat diperlukan bagi seluruh elemen masyarakat termasuk para pemangku kebijakan, agar kita saling menghargai dan saling memberikan mendukung dalam berbagai kesempatan.
"Pemangku kebijakan sudah selayaknya dalam mengimplementasikan program pemerintah yang berkeadilan termasuk untuk masyarakat perbatasan dan pedalaman", tegasnya.
Maria Goreti yang sangat aktif turun kelapangan untuk menyapa dan berdialog langsung dengan masyarakat perbatasan, pedalaman dan pesisir tersebut, menyoroti sistem pendidikan Indonesia yang dinilai belum berkeadilan terutama untuk masyarakat perbatasan dan pedalaman yang dinilai sangat tidak merata dengan fasilitas dan SDM di wilayah perkotaan.
Sementara H. Muriadi Bin Muhamad Arif Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas mengatakan pemerintah Kabupaten Sambas telah berupaya semaksimal mungkin dalam memberikan pelayanan pendidikan secara merata dan berkeadilan.
"Pemerintah Kabupaten sangat terbatas dari segi kemampuan dana dan kebijakan, karena pendidikan apalagi ranah tingkat SMA/SMK dan perguruan tinggi merupakan doamian pemerintah provinsi dan pusat", ungkapnya.
Muariadi berpesan kepada peserta seminar dan seluruh masyarakat Kabupaten Sambas, kedepan agar mempersiapkan diri secara baik untuk menghadapi gelombang persaingan dunia baik didunia pendidikan dan maupun dunia lapangan pekerjaan.
Bertul praktisi dan konsultan pemberdayaan desa meminta kepada pemerintah agar secara rutin melakukan pelatihan dan sertifikasi kepada pemuda/pemudi di Kabupaten Sambas terutama untuk di wilayah Perbatasan dan pedalaman.
"Ketika mereka memiliki sertifikasi khusus, maka mereka akan tidak terlalu sulit untuk bersaing dengan dunia luar", paparnya.
Bertul mengatakan bahwa dengan kondisi ekonomi Indonesia yang tidak menentu, nilai rupiah yang semangkin anjlok dan sulitnya mencari lapangan pekerjaan nilai-nilai kebangsaan akan terancam yang masyarakat terutama diwilayah perbatasan semakin tidak percaya dan berpotensi memudar.
Seminar kebangsaan dihadiri oleh peserta 50 orang yang terdiri dari perwakilan organisasi di Kabupaten Sambas, seperti Forum Perbatasan, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), PMKRI, IMKSB, OMK dan PDKS. Kegiatan berjalan dengan aman dan lancar.(nar)