SINGKAWANG,SP - Paguyuban Jawa Kota.Singkawang menggelar pagelaran wayang dalam rangka memperingati Hari Wayang Nasional di Gedung Happy Building Singkawang, Sabtu (8/11) malam.
"Kegiatan ini dibuka Walikota Singkawang, Tjhai Chui Mie," kata Ketua Paguyuban Jawa Kota Singkawang, Sutopo Aryanto.
Dia mengungkapkan, kehadiran ibu Walikota Singkawang dan seluruh undangan sungguh menjadi penyemangat dan bukti nyata dukungan Pemkot Singkawang terhadap pelestarian warisan budaya bangsa.
"Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 30 tahun 2018, katanya, sebagai pengakuan atas wayang sebagai warisan budaya tak benda kemanusiaan oleh Unesco sejak tahun 2003," ujarnya.
Ditengah keberagaman etnis dan budaya yang luar biasa di Kota Singkawang, wayang hadir bukan hanya sebagai pertunjukan seni dari tanah jawa.
"Lebih dari itu, wayang adalah jembatan budaya yang melintasi suku, agama dan generasi," ungkapnya.
Didalam setiap lakon wayang tersimpan ajaran kearifan lokal, nilai-nilai moral, etika kepemimpinan, dan filosofi hidup yang relevan bagi kita semua.
"Wayang mengajarkan kita tentang kebaikan, melawan kejahatan, tentang pengorbanan dan tentang pentingnya menjadi manusia yang berbudi luhur," jelasnya.
Paguyuban Jawa Kota Singkawang berkomitmen untuk memperkenalkan dan melestarikan seni wayang kepada generasi muda Singkawang, sebagai bagian tak terpisahkan dari kekayaan budaya nasional.
Kemudian, menegaskan peran Singkawang sebagai kota yang menjunjung tinggi keharmonisan dan keberagaman budaya.
"Wayang, bersama seni dan tradisi etnis lakn di Singkawang, memperkuat julukan kita sebagai kota toleransi," katanya.
Selanjutnya, mewujudkan sinergi antara komunitas budaya dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, agar wayang dan budaya daerah lainnya terus hidup dan berkembang.
"Saya berharap, melalui perayaan hari wayang nasional ini, wayang dapat terus menjadi media edukasi dan hiburan yang dinamis, beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai luhurnya," harapnya. (rud)