Singkawang post authorKiwi 10 Februari 2026

Pemkot Singkawang Tunggu Hasil Uji Makanan Terkait Kasus Siswa MAN Model Yang Diduga Keracunan MBG

Photo of Pemkot Singkawang Tunggu Hasil Uji Makanan Terkait Kasus Siswa MAN Model Yang Diduga Keracunan MBG Sekretaris Daerah Singkawang, Dwi Yanti

SINGKAWANG,SP - Pemerintah Kota (Pemkot) Singkawang memanggil pihak dapur SPPG Bukit Batu, Kecamatan Singkawang Tengah, pasca kejadian siswa MAN Model Singkawang yang diduga mengalami keracunan usai menyantap MBG beberapa waktu lalu.

"Untuk penyebab keracunan, masih belum diketahui, karena kita masih menunggu hasil sample makanan yang di uji ke laboratorium BBPOM," kata Sekretaris Daerah Kota Singkawang, Dwi Yanti, Selasa (10/2).

Intinya, puluhan siswa MAN Model yang diduga keracunan dan sempat di rawat di Rumah Sakit saat ini sudah ditangani dengan baik, yang mana dari 56 orang yang terdampak sampai hari ini hanya tinggal 2 siswa yang masih dirawat.

Dari kejadian itu, Badan Gizi Nasional (BGN) juga sudah memberikan surat pemberhentian sementara kepada dapur SPPG yang bersangkutan sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan.

Dwi berharap, kejadian ini merupakan pertama dan terakhir kalinya terjadi di Kota Singkawang.

Pemkot Singkawang juga tidak akan lengah terhadap dapur-dapur MBG lainnya apakah sudah sesuai SOP.

"Kami juga akan melakukan langkah-langkah pencegahan dan action berupa Sidak ke beberapa SPPG nantinya," ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Singkawang, Achmad Hardin mengatakan, jika pihaknya yang ikut tergabung dalam tim MBG khususnya di Singkawang sudah melaksanakan pelatihan-pelatihan, mengeluarkan sertifikat layak izin operasional sebuah dapur bahkan melakukan pendampingan ke lokasi dapur.

"Dalam artian bagaimana sich dapur yang standar walaupun dari BGN sendiri sudah punya spek dapur yang standar," katanya.

Dalam kasus ini, pihaknya sudah memberikan pertolongan kepada siswa yang menjadi korban.

Kemudian, mendukung dalam pemeriksaan sample makanan, namun memerlukan waktu untuk mengetahui hasilnya.

Berdasarkan komunikasi antara Pemkot dan BPJS Kesehatan Singkawang, puluhan siswa MAN Model yang terdampak semua biayanya ditanggung oleh BPJS.

Meski demikian, pihak SPPG tetap konsisten dan siap bertanggungjawab, bilamana ada siswa yang tidak bisa ditanggung BPJS, maka mereka akan memberikan konpensasi sebagai bentuk perhatian.

"Intinya ada perhatian lah dari pihak SPPG yang bersangkutan dan siap bertanggungjawab," ungkapnya.

Sementara, Kepala SPPG Bukit Batu, Kecamatan Singkawang Tengah, Maulidi Ikhsan memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang tidak diinginkan tersebut.

Meski demikian, dari kejadian itu tentunya akan menjadi evaluasi bagi pihaknya agar kedepannya bisa lebih baik.

"Mengenai kejadian tersebut, belum bisa kami pastikan kenapa itu bisa terjadi, tetapi untuk dugaan sementara mungkin disebabkan jam pengantaran serta jam makan siswa yang berbeda. Namun untuk pastinya, kita masih menunggu hasil lab dari BBPOM," katanya.

Dari kejadian itu, pihaknya ikut bertanggungjawab seperti memberikan biaya administrasi dan perawatan.

Kemudian, setiap harinya selalu memberikan suport kepada orangtua siswa yang terdampak.

"Informasi terbaru yang saya dapatkan, jika semua siswa yang terdampak, hari ini semua sudah pulang ke rumahnya masing-masing. Sehingga hari ini sudah tidak ada lagi siswa yang dirawat inap di rumah sakit," ujarnya (rud)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda