JIKA Anda ke negara Republik Islam Iran, tak ada salahnya mampir di Rakhtshooy Khaneh. Inilah rumah binatu tradisional di barat laut Iran, satu-satunya bangunan di dunia yang dirancang khusus bagi wanita untuk mencuci pakaian dengan tangan.
Dibangun lebih dari setengah abad silam oleh dua bersaudara bernama Akbar dan Esmail, bangunan ini masuk dalam daftar warisan nasional Iran. Lokasinya di Zanjan, barat laut Iran, ibukota provinsi bernama sama.
Bangunan publik yang benar-benar unik di Zanjan ini, adalah tempat untuk mencuci pakaian alias binatu. Tentu saja, dewasa ini Rakhtshooy Khaneh bukan lagi tempat cuci pakaian, melainkan sudah berubah menjadi museum antropologi.
Dilansir Suara Pemred dari Apochi, Senin, 15 November 2021, wisatawan dapat melihat patung-patung lilin wanita, mengenakan pakaian tradisional Zanjan, perhiasan, dan alat cuci di museum ini.
Di rumah binatu ini, para wanita yang mencuci atau menunggui rekan atau kerabat yang sedang mencuci, tentu saja, berbeda dengan wanita di pedesaan Indonesia: Jika sudah berkumpul, kerap saling cari kutu.
Selain aula utama, tempat semua patung lilin berada, ada bagian lain dari museum ini, berupa benda-benda berharga.
Wisatawan juga dapat minum tradisional yakni Sharbat dingin yang menyegarkan di tepi kolam renang yang indah di kompleks ini.
Jangan lupa pula untuk melihat kerajinan Zanjan dari toko-toko di dalam gedung.
Sejarah Rakhtshooy Khaneh
Dua bersaudara Akbar dan Ismail awalnya membangun gedung ini, karena Zanjan memiliki musim dingin yang sangat keras, sehingga mereka membuat tempat ini untuk kenyamanan wanita.
Sepintas, Rakhtshooy Khaneh sangat mirip dengan pemandian umum tradisional, tetapi area tersebut tidak digunakan untuk pembersihan pribadi.
Perempuan diperbolehkan untuk mencuci pakaian, karpet, peralatan, dan benda-benda serupa lainnya.
Juga, mereka tidak perlu membayar untuk air atau penggunaan itu semuanya gratis.
Terletak di jantung kota, pengunjung Rakhtshooy Khaneh dapat menyaksikan pula atraksi lain di Zanja, semisal kawasan cakewalk, lokasi penjualan bergagam jenis kue tradisional Iran.
Tempat-tempat wisata lain juga hadir di kota ini tgermasuk Gua Katale Khor, Museum Saltmen, dan Situs Warisan Dunia UNESCO, Soltanyeh.
Jangan lupa pula untuk membeli oleh-oleh dari Zanjan Grand Bazaar. Tempat Makan di dekat Rakhtshooy KhanehBagh Behesht Restaurant, Barbecue Restaurant, dan Paeez cafe, adalah beberapa tempat di mana pengunjung dapat menikmati hidangan Persia yang lezat saat mengunjungi Rakhtshooy Khaneh.
Jika berencana menginap beberapa malam di Zanjan yang indah, tersedia sejumlah penginapan dan hotel mewah, seperti Zanjan Grand Hotel.
Jika ingin menginap di tempat yang terjangkau, bisa mengunjungi hotel dengan tarif terjangkau, semisal Zanjan Sepehr Apartment Hotel atau Zanjan Park Hotel; atau hotel tradisional seperri Dadmaan Hotel.
Etnis Azeri-Iran Berbahasa Azerbaijan
Zanjan terletak 298 kilometer dari barat laut Teheran, Ibukota Iran, atau terletak pula di jalan raya utama ke Tabriz dan Turki serta sekitar 125 kilometer dari Laut Kaspia.
Selain itu, Zanjan terletak sekitar 20 kilometer selatan Pegunungan Qaflankuh.
Berdasarkan sensus pada 2016, populasinya adalah 521.302 jiwa, yang merupakan kota terbesar ke-20 di Iran.
Penduduk Zanjan yang ramah-tamah ini, sebagian besar penduduknya adalah etnis Azeri-Iran yang berbicara dalam bahasa Azerbaijan.
Zanjan dikenal dengan kerajinan tangan, seperti pisau, sandal tradisional (charoogh), dan kerajinan dari kawat perak (malileh).
Para seniman di Zanjani membuat banyak karajinan,seperti berbagai hidangan dekoratif dan penutup khusus serta perhiasan perak.
Pada zaman kuno, dilansir Wikipedia, Zanjan dikenal dengan pisaunya yang tahan karat, dan tajam.
Namun, tradisi ini berangsur-angsur punah dengan diperkenalkannya pisau buatan China ke pasar yang jauh lebih murah, lebih melimpah, walaupun kurang artistik.
Banyak penduduk desa saat ini adalah penenun karpet tradisional.
Penduduk Zanjan membanggakan tingkat kebahagiaan tertinggi di antara orang-orang dari 30 provinsi lain di Iran, menurut survei rinci yang dilakukan oleh pihak Isna.
Cermin Keramahan Orang Iran
Dilansir Nuzhat al-qulub, ahli geografi Iran abad ke-14 Hamdallah Mustawfi (meninggal setelah 1339/40), menyatakaan bahwa Zanjan didirikan oleh penguasa Sasania pertama, Ardashir I (memerintah 224–242), yang menamakannya 'Shahin'.
Selama invasi Arab ke Iran, Zanjan ditaklukkan pada 645 oleh pasukan yang dipimpin oleh al-Barra ibn Azib.
Ahli geografi abad pertengahan umumnya setuju bahwa Zanjan terletak di wilayah Jibal atau Persia Irak, dekat perbatasan wilayah tetangga Azerbaijan. Beberapa ahli geografi juga memasukkan Zanjan sebagai bagian dari Daylam atau Ray.
Setelah tahun 833, Kekhalifahan Abbasiyah memiliki rantai benteng, yang dibangun dari Zanjan hingga Ardabil untuk melawan pemberontakan pada 817–837 dari pemimpin Khurramit Babak Khorramdin (wafat 8388).
Pada abad ke-10, Zanjan diperintah oleh Dinasti Daylamite lokal, seperti Musafirids (919–1062). Menurut ahli geografi Arab abad ke-13 Yaqut al-Hamawi (meninggal 1229), orang Persia menyebut kota itu sebagai 'Zangan'.
Selama era Ilkhanate (1256–1335), penduduknya dilaporkan oleh Hamdallah Mustawfi telah berbicara 'Pahlavi murni' (pahlavi-e rast), sebuah bahasa Persia Median atau utara.
Salah satu momen penting dalam sejarah kota adalah pada 1851, ketika Zanjan menjadi pusat gerakan keagamaan Bab yang tertindas, bersama dengan Neyriz, dan sebuah benteng yang dikenal sebagai Syekh Tabarsi.
Pasukan pemerintah pusat merebut Benteng Bab di Zanjan setelah pengepungan yang lama atas perintah Wazir Agung (Perdana Menteri Iran) Amir Kabir, dan membunuh serta mengusir para pengikut Bab.
Kesan bahwa orang Iran yang berkarakter keras, sebagaimana tersimpul dari berbagai berita media Barat tentang negara di Teluk Persia itu, segera sirna, jika wisatawan asing berkunjung ke Zhanjan. Terlihat bahwa sebagaimana halnya orang Iran, warga di provinsi ini juga ramah, dan...murah senyum!***
Sumber: Apochi, Nuzhat al-qulub, Wikipedia, IRNA, berbagai sumber