MASJID Agung Hagia Sophia dibuka kembali pada Sabtu, 24 Juli 2021, setelah ditutup selama setahun akibat pandemi Covid-19. Berlokasi di Istanbul, Ibu Kota Turki, Masjid Agung Hagia Sophia adalah ikon dari Turki.
Hagia Sophia sempat berfungsi sebagai gereja selama 916 tahun hingga penaklukan Istanbul. Kemudian berfungsi sebagai masjid pada 1453-1934, hampir 500 tahun, dan terakhir sebagai museum selama 86 tahun.
Pada Sabtu lalu, masjid ini menandai ulang tahun pertama kembalinya sebagai masjid, dan menerima lebih dari tiga juta pengunjung. Ini adalah momen ikonik dalam sejarah Istanbul dan Turki, ketika Hagia Sophia meninggalkan statusnya sebagai museum dan dikembalikan ke kejayaannya sebagai Masjid Agung Hagia Sophia.
Dipadati Turis Dalam dan Luar Negeri
Dalam satu tahun yang ditandai dengan pembatasan terkait pandemi virus korona, dilansir Suara Pemred dari koran Turki Daily Sabah, Masjid Agung Hagia Sophia berhasil untuk tetap sepopuler sebelumnya. Turis dari kalangan warga Turki terus berdatangan hingga pengunjungnya mencapai lebih tiga juta orang.
Menurut Mustafa Yavuz, penjabat mufti Istanbul, di mana masjid-masjid kuno yang terkenal menghiasi cakrawala, seperti Masjid Biru tetangga Hagia Sophia, jumlah pengunjung ini akan meningkat lebih jauh, dengan berakhirnya larangan terbang oleh negara lain ke Turki.
Penduduk setempat sudah menunjukkan minat yang besar ke struktur bersejarah, terutama setelah semua jam malam, dan sebagian besar pembatasan lainnya akibat pandemi, dicabut pada 1 Juli 2021.
Salah satu bangunan bersejarah yang paling banyak dikunjungi di Turki oleh wisatawan domestik dan internasional ini sudah ditambahkan ke Daftar Warisan Dunia UNESCO pada 1985.
Pada 10 Juli 2020, pengadilan Turki membatalkan dekrit Kabinet 1934, yang telah mengubah Hagia Sophia menjadi museum, membuka jalan untuk digunakan kembali sebagai masjid setelah 86 tahun vakum.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdo?an bersama kerumunan besar warga yang membanjiri jalan-jalan terdekat, menghadiri peresmian Hagia Sophia sebagai masjid lagi.
Kepresidenan Urusan Agama (Diyanet), di mana Istanbul Muftiate adalah anak perusahaan dan bertanggung jawab untuk mengawasi layanan keagamaan di masjid, menutupi Hagia Sophia dengan karpet bagi umat Muslim untuk shalat.
Terbuka bagi non-Muslim
Masjid ini juga terbuka untuk pemeluk agama lain. Kepada Anadolu Agency (AA), Jumat, 23 Juli 2021, Yavuz Hagia Sophia menarik minat yang luar biasa meskipun ada pandemi sekalipun jam malam secara teratur membatasi jumlah pengunjung.
Masjid, seperti yang lain di seluruh Turki, tetap buka dengan pemberlakuan jarak sosial yang ketat serta aturan masker wajib bagi siapa pun yang sholat atau mengunjungi tempat itu.
“Ini adalah salah satu tempat terpenting bagi Turki dan umat manusia, salah satu tempat ibadah terpenting, karena merupakan bagian dari identitas Islam Turki dan Istanbul. Ini juga merupakan nilai kemanusiaan bersama,” kata Yavuz.
Menurutnya, nilai simbolis dari masjid itu sangat berarti bagi umat Islam, karena konversinya menjadi masjid setelah penaklukan Istanbul menjadisalah satu tanda bahwa Muslim mengambil alih pemerintahan kota.
Meskipun kerumunan membanjiri masjid selama pandemi, Yavuz mengakui bahwa pihaknya tidak menemui kesulitan. Sebab, pihaknya hanya mengizinkan sejumlah kecil orang dalam kelompok untuk memasuki masjid, untuk mencegah masalah penularan virus korona.
"Masyarakat juga mematuhi aturan jarak sosial dan masker," katanya.
Hagia Sophia menerima sekitar lima ribu pengunjung pada hari kerja, dan sekitar 12 ribu lainnya selama akhir pekan sepanjang 2020 dan 2021.
Yavuz menyebutkan, salat zuhur secara khusus memiliki peminat yang tinggi, hingga 1.500 orang melakukan salat pada waktu yang bersamaan.
Selama salat Jumat wajib bagi umat Islam untuk dilakukan secara berjamaah, jumlah ini bertambah tiga kali lipat. Terkadang jumlahnya lebih sehingga jemaah salat di halaman atau di atas hamparan Sultanahmet Square, tempat Hagia Sophia berada.
Selain salat, masjid ini juga menyelenggarakan kelas-kelas hadits dan tafsir atau tafsir Al-Qur'an.***
Sumber: Daily Sabah