Ponticity post author elgiants 17 Desember 2024

Pertamina Aktifkan Satgas Nataru, Optimalkan Penyaluran BBM dan LPG

Photo of Pertamina Aktifkan Satgas Nataru, Optimalkan Penyaluran BBM dan LPG

PT Pertamina Patra Niaga kembali mengaktifkan posko Satuan Tugas (Satgas) Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) untuk memastikan ketersediaan stok dan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) serta LPG.

Hal ini disampaikan oleh Executive General Manager (EGM) PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Alexander Susilo dalam press conference yang dilaksanakan di Kantor PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, pada Senin (16/12).

“Efektif terhitung mulai 16 Desember 2024 hingga 9 Januari 2025 Satgas Nataru di kantor Regional dan seluruh lokasi suplai poin BBM dan LPG yang tersebar diwilayah Kalimantan mulai mengawal dan memantau pasokan serta kelancaran distribusi BBM dan LPG,” ujar Alex.

Alex menambahkan berdasarkan perkiraan untuk nataru kali ini akan terjadi kenaikan konsumsi BBM jenis gasoline yakni Pertamax Turbo, Pertamax dan Pertalite) hingga 3,7 persen. Lalu BBM jenis gasoil yakni Dex Series dan Biosolar sebanyak 1,1 persen, LPG sebesar 4,5 persen dan Avtur sebesar 0,4 persen dari rata-rata normal harian di wilayah Kalimantan.

Sementara untuk Provinsi Kalbar sendiri estimasi kenaikan konsumsi BBM jenis gasoline mencapai 7,6 persen, BBM jenis gasoil sebesar 1,3 persen, kenaikan konsumsi LPG 6,1 persen dan sedangkan untuk Avtur tidak ada kenaikan.

"Pada tahun ini, Patra Niaga di Kalimantan memproyeksikan akan terjadi peningkatan permintaan BBM dan LPG sepanjang Satgas Nataru 2024-2025 di wilayah Kalimantan," ungka Alex.

Dikatakannya peningkatan diperkirakan akan terjadi sebesar 3,7 persen untuk BBM jenis gasoline dari 8.046 Kiloliter per hari di saat normal menjadi 8.345 KL saat Nataru, lalu BBM jenis gasoil sebanyak 1,1 persen dari 3.389 Kiloliter per hari di saat normal menjadi 3.424 KL.

Kemudian untuk LPG meningkat sebesar 4,5 persen dari 1.800 MT perhari disaat normal menjadi 1.881 MT, sedangkan Avtur yang mengalami kenaikan sebesar 0,4 persen dari 566 KL per hari di saat normal menjadi 571 KL.

"Untuk Provinsi Kalbar, estimasi peningkatan BBM jenis gasoline mencapai 7,6 persen, dari 2.065 KL menjadi 2.222 KL, BBM jenis gasoil sebesar 1,3 persen dari 1.192 KL menjadi 1.207 KL, kenaikan konsumsi LPG sebesar 6,1 persen dari 539 MT menjadi 572 MT dan untuk avtur tidak ada peningkatan,” lanjut Alex.

Alex mengungkapkan khusus dibeberapa wilayah jalur potensial jalur toll, jalur wisata, jalur logistik Pertamina juga menyiagakan SPBU pada jalur padat kendaraan dan wisata sebanyak 18 diwilayah Kalbar. Seluruh SPBU siaga ini akan beroperasi selama 24 jam dan telah dilakukan build up stock sejak H-14.

Begitupun untuk LPG, Pertamina menyiagakan sebanyak 246 agen siaga diseluruh wilayah Kalimantan.

Dilanjutkan Alex, untuk kuota dan stok BBM dan LPG serta Avtur diseluruh Kalimantan dipastikan dalam keadaan aman. Dengan ketahanan stok rata-rata ketahanan stok BBM antara 12 - 18 hari akumulatif, LPG berkisar 5 hari dan Avtur berkisar 12 hari.

"Kami pastikan untuk stok BBM dan LPG aman untuk Nataru. Dibeberapa daerah di Kalimantan memang kerap terjadi keterlambatan pasokan bukan karena masalah kuota dan stok tapi lebih ke arah teknis," jelas Alex.

"Contoh dari kendala teknis adalah distribusi saat di laut karena cuaca kurang baik sehingga butuh waktu tambahan untuk sandar atau distribusi darat yaitu mobil tangki yang menempuh jarak cukup jauh dengan kondisi jalan yang beragam," sambungnya.

Dirinya menyebut Pertamina juga terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait langkah pengamanan terhadap pelaksanaan pendistribusian BBM terutama pada titik yang dapat mengakibatkan kemacetan. Karena menurutnya dukungan dari instansi dan aparat pemerintah diperlukan untuk memperlancar distribusi BBM.

Tidak hanya kepolisian, koordinasi juga dilakukan Dinas Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (DLLJAR) dan Badan Geologi untuk antisipasi kendala daerah rawan macet dan longsor, perbaikan jalan, area keluar/masuk lokasi Fuel Terminal, serta Bank persepsi untuk memperlancar proses keuangan khususnya di saat hari libur.

“Dalam pelaksanaan satgas nataru selain berkoordinasi internal baik Tim Holding maupun Subholding, Pertamina selalu berkoordinasi dengan instansi terkait meliputi Kementerian ESDM, Kementrian Perhubungan, BPH Migas, Kepolisian, Jasa Marga, TNI dan PT Telkom Indonesia,” ujar Alex.

Ditegaskan Alex, PT Pertamina Patra Niaga tentunya berkomitmen memastikan kelancaran distribusi energi kepada masyarakat. Bagi konsumen atau masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut terkait proses bisnis Pertamina Patra Niaga termasuk yang terkait dengan kegiatan Satgas Nataru dapat menghubungi kontak Pertamina 135 atau melalui aplikasi MyPertamina. 

“Kami berharap dengan adanya posko satgas ini kepastian penyaluran dan kesiapan stok BBM serta LPG serta Avtur dapat dioptimalkan dengan baik," jelasnya.

"Bagi masyarakat atau konsumen yang membutuhkan informasi ketersediaan stok ataupun memberikan masukan serta saran dapat menghubungi kontak Pertamina 135 atau melalui aplikasi MyPertamina.  Khusus di Regional Kalimantan masyarakat dapat menghubungi Call Center Satgas Regional Kalimantan di nomor 08115410135,” pungkas Alex. (din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda