Bengkayang post authorKiwi 05 November 2025

Pemkab Bengkayang Gelar Pelatihan Standarisasi Produk Dorong UMKM Naik Kelas

Photo of Pemkab Bengkayang Gelar Pelatihan Standarisasi Produk Dorong UMKM Naik Kelas

BENGKAYANG,SP – Pemerintah Kabupaten Bengkayang melalui Dinas Koperasi, UKM, Transmigrasi dan Tenaga Kerja kembali melaksanakan Pelatihan Standarisasi Produk bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Angkatan II Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, 4–6 November 2025, di Aula Hotel Grand Garuda Bengkayang, dengan melibatkan 30 peserta yang merupakan pelaku UMKM dari berbagai kecamatan.

Wakil Bupati Bengkayang, Syamsul Rizal, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya pelatihan ini. Menurutnya, pelatihan standarisasi produk menjadi langkah strategis dalam menciptakan ekosistem UMKM yang produktif, kompetitif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

“Pelatihan ini menjadi bagian penting dari upaya Pemkab Bengkayang dalam membangun UMKM yang memiliki produk berkualitas dan mampu bersaing di pasar nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Syamsul menegaskan, peran UMKM sangat vital dalam menopang perekonomian daerah dan nasional. Berdasarkan data nasional, terdapat lebih dari 64,2 juta UMKM yang menyumbang 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan menyerap hingga 97 persen tenaga kerja nasional. Di Bengkayang sendiri, tercatat sebanyak 13.280 pelaku UMKM yang terus berperan aktif dalam mendorong ekonomi masyarakat.

Namun demikian, Syamsul mengakui bahwa pengembangan UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, baik dari sisi produksi, legalitas, maupun pemasaran.

Oleh karena itu, Pemkab Bengkayang berkomitmen memperkuat pembinaan UMKM melalui berbagai strategi, seperti pendampingan perizinan usaha, pelatihan kompetensi, promosi produk, hingga kemitraan dengan dunia industri dan lembaga keuangan.

“Pemerintah terus mendorong agar pelaku UMKM memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat PIRT, sertifikasi halal, serta hak kekayaan intelektual. Kami juga bekerja sama dengan perbankan untuk mempermudah akses permodalan melalui program Kredit Usaha Mikro (KUM) Peduli dan Kredit Usaha Rakyat (KUR),” jelasnya.

Selain itu, Pemkab Bengkayang juga mendorong pelaku UMKM agar dapat masuk dalam e-katalog lokal, sehingga produk-produk lokal bisa digunakan dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah.


Menurut Syamsul, langkah tersebut merupakan strategi konkret agar pelaku
UMKM naik kelas dan berkontribusi langsung terhadap belanja pemerintah daerah.

Dalam kesempatan itu, Syamsul juga mengingatkan pentingnya inovasi dan transformasi digital dalam menjalankan usaha. Ia mengajak peserta untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam promosi dan pemasaran, serta meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di era modern.

“Pengusaha bukan hanya mencari keuntungan, tapi juga berperan dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.


Pelatihan ini juga diharapkan dapat menjadi momentum bagi pelaku UMKM Bengkayang untuk memperkuat jaringan usaha dan memanfaatkan peluang pasar digital. Dengan meningkatnya kompetensi pelaku usaha, pemerintah optimistis UMKM Bengkayang mampu naik kelas dan memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi daerah.

“Melalui kegiatan seperti ini, kita berupaya mewujudkan visi Bengkayang Maju, Mandiri, Sejahtera, dan Berkelanjutan tahun 2025–2030,” pungkas Syamsul Rizal.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Transmigrasi dan Tenaga Kerja Bengkayang, Markus Dalon, dalam laporannya menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian program peningkatan kapasitas UMKM yang didanai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik Tahun 2025. Program ini mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perlindungan, Kemudahan, dan Pemberdayaan UMKM.

Markus menjelaskan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kompetensi pelaku UMKM, serta menciptakan wirausaha baru di Bengkayang yang siap bersaing secara berkelanjutan.

“Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan memahami pentingnya standar mutu produk, legalitas usaha, dan keamanan pangan dalam menghadapi pasar modern,” ujarnya.

Pelatihan ini diikuti 30 peserta yang telah memiliki produk, namun belum memenuhi standar mutu. Mereka mendapatkan materi dari berbagai narasumber, termasuk pejabat Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Kesehatan, konsultan PLUT Provinsi Kalimantan Barat, serta pihak perbankan seperti Bank Kalbar.

Lebih lanjut Markus menambahkan, kegiatan pelatihan UMKM ini dilaksanakan secara berjenjang melalui tiga jenis pelatihan, yaitu manajemen usaha, manajemen standarisasi produk, dan manajemen pemasaran digital. Total peserta yang akan dilatih sepanjang tahun 2025 sebanyak 180 orang, dengan target minimal 20 persen peserta merupakan alumni dari pelatihan sebelumnya.

Adapun hasil yang diharapkan dari pelatihan ini meliputi peningkatan pemahaman pelaku UMKM terhadap standar mutu, kemampuan menyusun dokumen pendukung seperti SOP produksi dan label produk, serta kesadaran dalam menjaga kualitas dan keamanan produk.

“Kami berharap peserta juga siap untuk difasilitasi dalam pengurusan izin dan sertifikasi melalui lembaga terkait,” tambahnya.

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda