Ketapang post authorKiwi 08 Juni 2026

Gawai Adat Dayak Budaya Sarana Pemersatu Masyarakat

Photo of Gawai Adat Dayak Budaya Sarana Pemersatu Masyarakat Gawai Adat Dayak VI Dewan Adat Dayak Kecamatan Nanga Tayap di Desa Batu Mas, Kecamatan Nanga Tayap, Senin (1/6) dibuka secara resmi oleh Bupati Ketapang, Alexander Wilyo SSTP MSi

KETAPANG, SP -Budaya memiliki peran penting sebagai sarana pemersatu masyarakat yang terdiri dari berbagai suku, agama, dan latar belakang. Keberagaman tersebut merupakan kekuatan yang harus dijaga dan dirawat bersama.

Begitu penegasan Bupati Ketapang, Alexander Wilyo SSTP MSiyang juga Patih Jaga Pati Laman Sembilan Domong Sepuluh Kerajaan Hulu Aik dengan gelar adat Raden Cendaga Pintu Bumi Jaga Banua ketika secara resmi membuka Gawai Adat Dayak VI Dewan Adat Dayak (DAD) Kecamatan Nanga Tayap di Desa Batu Mas, Kecamatan Nanga Tayap, Senin (1/6).

Pembukaan Gawai Adat Dayak VI berlangsung meriah dan diawali dengan Carnaval Budaya yang diikuti oleh 10 desa. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ritual adat penyambutan tamu serta pertunjukan permainan rakyat tradisional Besogak yang dibawakan oleh DAD Kecamatan Tumbang Titi dan diiringi musik tradisional Dayak.

Dalam sambutannya, Bupati Alexander Wilyo menyampaikan apresiasi kepada panitia, DAD, tokoh masyarakat, pemerintah desa, serta seluruh elemen masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan pelaksanaan gawai adat tersebut.

“Saya mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya Pekan Gawai Dayak Kecamatan Nanga Tayap ke-6. Dari tahun ke tahun saya melihat pelaksanaannya semakin baik, semakin tertata, semakin meriah, dan semakin ramai. Ini menunjukkan semangat masyarakat dalam menjaga dan melestarikan adat serta budaya leluhur,” ujarnya.

Bupati Alexander Wilyo memberikan apresiasi terhadap berbagai tradisi budaya yang ditampilkan dalam kegiatan tersebut, termasuk permainan rakyat Besogak yang dinilainya memiliki nilai budaya yang unik dan layak untuk diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat Kabupaten Ketapang.

“Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk dirangkai menjadi sebuah keindahan. Budaya menjadi salah satu cara kita merawat keberagaman dan memperkuat persatuan di tengah masyarakat,” katanya.

Bupati Alexander Wilyo menegaskan komitmennya untuk menjadi pemimpin bagi seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang tanpa membedakan suku, agama, maupun golongan. Pemerintah Kabupaten Ketapang, lanjutnya, akan terus memberikan ruang bagi seluruh kelompok masyarakat untuk menjaga dan mengembangkan adat istiadat serta budaya masing-masing.

Bupati Alexander Wilyo mengajak masyarakat Dayak untuk terus menjaga kekompakan sebagai modal utama dalam membangun kemajuan. Menurutnya, terdapat tiga aspek penting yang harus diperjuangkan secara bersama-sama, yakni kemajuan budaya, kemajuan ekonomi, dan kemajuan politik.

Bupati Alexander Wilyo menekankan bahwa pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia, pendidikan, kesehatan, serta kemampuan masyarakat dalam mengelola potensi sumber daya alam yang dimiliki Kabupaten Ketapang.

“Orang Dayak harus kompak, harus pintar, harus sehat, dan mampu mengelola kekayaan alam yang ada agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi tuan di tanah sendiri,” ungkapnya.

Bupati Alexander Wilyo berharap Gawai Adat Dayak VI Kecamatan Nanga Tayap dapat menjadi contoh dan inspirasi bagi daerah-daerah lain di Kabupaten Ketapang dalam melestarikan adat, memperkuat persatuan, serta mendorong pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.(rls)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda