PONTIANAK, SP –Training of Trainer (ToT) SatuMu atau Satu Data Muhammadiyah yang digelar Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Barat resmi ditutup oleh Sekretaris PWM Kalbar, Ahmad Zaini, S.Pi., M.Pd., pada Minggu (7/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak 5 hingga 7 Juni 2026 tersebut diikuti pimpinan wilayah, pimpinan daerah, agen, dan verifikator SatuMu se-Kalimantan Barat.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan penguatan terkait pengelolaan data, verifikasi data, serta implementasi platform SatuMu sebagai bagian dari transformasi digital Muhammadiyah.
Dalam sambutannya, Ahmad Zaini menegaskan bahwa data yang akurat dan terintegrasi menjadi kebutuhan penting bagi Muhammadiyah dalam menghadapi tantangan organisasi yang semakin kompleks.
“Ke depan, Muhammadiyah harus mampu mengambil keputusan berdasarkan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, keberadaan SatuMu menjadi sangat strategis untuk mendukung tata kelola organisasi yang lebih modern, efektif, dan akuntabel,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan sistem data tidak hanya berkaitan dengan administrasi organisasi, tetapi juga menjadi fondasi dalam penyusunan program, pengembangan amal usaha, hingga pengambilan kebijakan di seluruh tingkatan persyarikatan.
“Kalau datanya baik, maka perencanaan program akan lebih tepat. Sebaliknya, jika data tidak akurat, maka kebijakan yang diambil juga berpotensi tidak tepat sasaran. Karena itu, saya berharap para peserta menjadi motor penggerak implementasi SatuMu di daerah masing-masing,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Ahmad Zaini juga menekankan pentingnya implementasi Surat Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 527 tentang pengelolaan dan penguatan Satu Data Muhammadiyah di seluruh tingkatan persyarikatan.
Ia secara khusus mengingatkan pentingnya pelaksanaan amanat yang tertuang dalam Diktum Ketiga, yang menegaskan kewajiban seluruh pimpinan Muhammadiyah, organisasi otonom, serta amal usaha Muhammadiyah untuk melakukan pembaruan, validasi, dan integrasi data secara berkelanjutan melalui sistem SatuMu.
“SK PP Nomor 527 ini bukan sekadar regulasi administratif, tetapi merupakan pedoman yang harus dilaksanakan bersama. Diktum Ketiga secara jelas mengamanatkan agar seluruh tingkatan persyarikatan berpartisipasi aktif dalam pembaruan dan validasi data. Karena itu, saya berharap para peserta yang hadir dapat menjadi penggerak implementasi kebijakan ini di daerah masing-masing,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa keberhasilan SatuMu tidak hanya bergantung pada sistem yang dibangun, tetapi juga pada komitmen seluruh pimpinan dan kader Muhammadiyah dalam menyediakan data yang akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ahmad Zaini juga menyampaikan apresiasi kepada para Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Kalimantan Barat yang telah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program SatuMu dengan mengirimkan utusan dari daerah masing-masing untuk mengikuti pelatihan tersebut.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para Ketua PDM se-Kalimantan Barat atas dukungan dan komitmennya terhadap penguatan sistem data Muhammadiyah.
Terima kasih pula kepada seluruh peserta, agen, dan verifikator yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk mengikuti kegiatan ini dari awal hingga akhir.
Kehadiran dan partisipasi aktif bapak-ibu sekalian menjadi modal penting bagi keberhasilan implementasi SatuMu di Kalimantan Barat,” ujarnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras sehingga kegiatan dapat berlangsung lancar dan sukses.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras, bekerja cerdas, bekerja tuntas, dan bekerja ikhlas dalam menyukseskan kegiatan ini. Begitu juga kepada seluruh peserta yang mengikuti kegiatan dengan penuh semangat hingga selesai,” ungkapnya.
ToT SatuMu Kalbar menghadirkan tiga pemateri dari Tim SatuMu Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang memberikan materi secara komprehensif mengenai pengelolaan dan pengembangan sistem data Muhammadiyah.
Selama pelatihan, para peserta tidak hanya mendapatkan materi teori, tetapi juga praktik langsung terkait proses input data, verifikasi data, pemanfaatan dashboard informasi, serta strategi percepatan digitalisasi data Muhammadiyah di tingkat wilayah dan daerah.
Menutup sambutannya, Ahmad Zaini mengajak seluruh peserta untuk menjadikan pelatihan tersebut sebagai langkah awal memperkuat tata kelola organisasi berbasis data sekaligus mempercepat implementasi SatuMu di seluruh wilayah Kalimantan Barat.
“Pelatihan ini telah selesai, tetapi pekerjaan kita baru dimulai. Mari kita bersama-sama membangun budaya data yang baik di lingkungan Muhammadiyah. Semoga ikhtiar ini menjadi amal jariyah dan memberikan manfaat besar bagi kemajuan persyarikatan,” katanya.
Ketua Panitia ToT SatuMu Kalbar, Dedy Ariasfar, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan yang diikuti peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.
“Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik. Antusiasme peserta sangat tinggi, baik saat sesi materi maupun praktik. Ini menunjukkan adanya semangat yang besar untuk mendukung transformasi digital Muhammadiyah,” katanya.
Ia berharap hasil pelatihan tersebut dapat segera ditindaklanjuti di masing-masing daerah sehingga target pembaruan dan validasi data Muhammadiyah dapat berjalan optimal.
Penutupan kegiatan ditandai dengan doa bersama dan foto bersama seluruh peserta, panitia, serta narasumber sebagai penanda berakhirnya ToT SatuMu Kalimantan Barat Tahun 2026 yang berlangsung sukses, produktif, dan penuh semangat kebersamaan. (mul)