JAKARTA, SP – Dari sebuah desa di Kabupaten Ketapang, lahir kisah perjuangan seorang remaja yang berhasil membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih prestasi. Cristian Omang More, petinju muda asal Kalimantan Barat, sukses merebut sabuk juara BySon Boxing Event usai menumbangkan petinju DKI Jakarta, Arasya, melalui kemenangan Technical Knockout (TKO) di Gedung Mantra PIK 2, Jakarta Utara, Sabtu (6/6/2026) malam.
Kemenangan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan bagi Cristian dan keluarganya, tetapi juga mengharumkan nama Kabupaten Ketapang serta Kalimantan Barat di pentas tinju nasional.
Siswa kelas XI SMA Negeri 1 Simpang Dua yang akrab disapa Cris itu tampil agresif sejak ronde pertama dimulai. Dengan penuh percaya diri, ia terus menekan lawannya melalui kombinasi pukulan yang membuat Arasya kesulitan mengembangkan permainan.
Puncaknya terjadi pada menit ketiga ronde pertama. Rangkaian pukulan keras yang dilepaskan Cris mendarat telak ke tubuh dan kepala lawan. Melihat kondisi tersebut, wasit memutuskan menghentikan pertandingan dan menetapkan petinju asal Ketapang itu sebagai pemenang melalui TKO.
Namun di balik kemenangan yang dirayakan di atas ring, tersimpan perjalanan hidup yang tidak mudah.
Sejak usia tiga tahun, Cris telah kehilangan kedua orang tuanya. Kondisi itu membuatnya tumbuh dalam berbagai keterbatasan. Meski demikian, ia tidak membiarkan keadaan mematahkan semangatnya untuk bermimpi.
Justru melalui olahraga tinju, Cris menemukan jalan untuk membangun masa depan dan membuktikan bahwa dirinya mampu bersaing dengan atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah.
“Saya memang sudah tidak memiliki orang tua sejak kecil, tetapi itu menjadi motivasi untuk terus berlatih dan membuktikan bahwa saya juga bisa berprestasi,” ujarnya.
Perjuangan panjang yang dijalani selama bertahun-tahun akhirnya berbuah manis melalui gelar juara yang berhasil diraih di level nasional.
Cris mengaku semakin termotivasi saat bertanding karena mendapat dukungan langsung dari petinju kebanggaan Kalimantan Barat, Daud Yordan, yang hadir menyaksikan pertandingan dari sisi ring.
Baginya, kehadiran sang idola memberikan energi tambahan untuk tampil maksimal dan meraih kemenangan.
“Melihat Bang Daud datang langsung menyaksikan pertandingan membuat saya semakin bersemangat dan yakin bisa meraih kemenangan,” katanya.
Keberhasilan Cristian mendapat perhatian dari pelatihnya, Damianus Yordan. Menurut Damianus, kemenangan di BySon Boxing Event menjadi langkah awal dari perjalanan karier yang masih panjang bagi petinju muda tersebut.
Ia menilai Cristian memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi petinju profesional apabila mampu menjaga disiplin, fokus, dan konsistensi dalam menjalani latihan.
“Ini baru permulaan. Kami akan terus melakukan pembinaan agar kemampuannya semakin berkembang dan siap menghadapi kompetisi yang lebih besar,” ujarnya.
Prestasi Cristian sekaligus melanjutkan tren positif sasana binaan Damianus Yordan. Sebelumnya, petinju lain, Brendisi Ballo, juga berhasil mencatatkan kemenangan pada ajang Jakarta Boxing League 2026.
Melalui program latihan yang terstruktur, uji tanding rutin, serta pembinaan mental atlet, sasana tersebut terus melahirkan petinju-petinju muda potensial dari Kabupaten Ketapang.
Setelah meraih sabuk juara nasional, Cristian kini memasang target yang lebih tinggi. Ia bertekad untuk memperkuat Kalimantan Barat pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang dan membawa nama daerahnya meraih prestasi yang lebih besar.
Keberhasilannya menjadi bukti bahwa Kalimantan Barat memiliki banyak talenta muda berbakat yang mampu bersaing di level nasional bahkan internasional apabila mendapatkan pembinaan yang tepat.
Bagi banyak anak muda, kisah Cristian juga menjadi inspirasi bahwa latar belakang keluarga dan keterbatasan ekonomi bukan alasan untuk menyerah pada keadaan.
Sementara itu, kesuksesan petinju muda Kalbar tersebut turut mendapat apresiasi dari promotor BySon Boxing, Sonny. Ia bahkan membuka peluang kerja sama dengan Daud Promotion untuk mengembangkan olahraga tinju di Kalimantan Barat.
Salah satu rencana yang tengah disiapkan adalah menggelar event tinju di Kota Singkawang sebagai wadah pembinaan atlet sekaligus sarana kegiatan positif bagi generasi muda.
“Kami berharap dalam waktu ke depan dapat merealisasikan event tinju di Singkawang sebagai wadah lahirnya petinju-petinju muda berbakat,” ujar Sonny. (*)