Opini post author Kiwi 09 Juli 2026

Romansa Menara Eiffel dan Cakar Singa Atlas

Photo of Romansa Menara Eiffel dan Cakar Singa Atlas

Oleh : Mei Purwowidodo

?Jumat Subuh besok, layar kaca kita bukan sekadar menayangkan 22 pria mengejar bola kulit. Ini adalah panggung teater kolosal.
Sebuah simfoni bertajuk Eropa versus Afrika, mempertemukan sang aristokrat sepak bola, Perancis, dengan sang perkasa dari seberang Mediterania, Maroko.

?Bagi Les Bleus, lapangan hijau adalah lantai berdansa Les Marais—modis, anggun, namun penuh perhitungan. Datang dengan status runner-up Piala Dunia 2022, mereka bukan lagi tim yang mencari jati diri. Mereka adalah armada yang matang. Di lini depan, ada trio seniman sekaligus algojo: Kylian Mbappé yang magis, Ousmane Dembélé yang tak tertebak, dan darah muda Michael Olise yang siap mengukir namanya dalam sejarah.
?Sementara di belakang, William Saliba dan Dayot Upamecano berdiri tegak. Mereka bukan sekadar bek; mereka adalah personifikasi dari Menara Eiffel. Kokoh, menjulang, dan membuat setiap musuh mendongak penuh kecemasan sebelum berani mendekat.

?Namun, sepak bola tidak pernah ramah pada keangkuhan. Di seberang sana, Maroko berdiri dengan jubah perang yang ditenun dari asam garam sang Raja Afrika.

?Mereka akan dipimpin oleh sang panglima, Achraf Hakimi—pria yang tahu persis setiap jengkal kelemahan sepak bola Eropa.
Di garis depan, singa-singa Atlas telah lapar. Brahim Diaz yang cerdik, Ayoub El Kaabi yang klinis, dan Chemseddine Talbi yang liar, siap menerkam begitu Menara Eiffel lengah sedikit saja. Maroko tidak datang untuk bertukar cenderamata; mereka datang untuk berburu.

?Laga ini akan menjadi reka ulang perang Romawi modern. Tempo cepat, benturan fisik tabuhan musik yang dengan lirik puitis, dan adu strategi yang menguras tenaga.
Bak orkestra yang hanya bisa dinikmati pencinta bola sejati.

?Sebagai penikmat bola lewat layar kaca, sulit untuk tidak jatuh cinta pada romansa permainan Perancis kali ini. Ada kemewahan dalam setiap operan mereka yang membuat saya harus berpihak:
Les Bleus adalah favorit saya, dan subuh nanti, menara itu tidak boleh runtuh. Mereka wajib menang.

?Mari seduh kopi lebih kental, subuh ini sejarah akan ditulis dengan tatapan mata pencinta bola dunia. (*)

Keywords

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda