Oleh :
Mochammad Rifki Febriansyah, Mahasiswa HI UII
Globalisasi adalah suatu fenomena yang mana batas-batas negara mulai luluh, dalam artian bahwa saat ini Ketika manusia melakukan interaksi baik itu interaksi sosial ataupun interaksi di bidang lain, manusia tidak terlalu khawatir dengan batas negara yang sulit untuk dijangkau, namun saat ini segala aktivitas manusia dapat terbantu dengan berbagai media. Banyak sekali dampak yang timbul dari fenomena globalisasi ini, dampak tersebut terbagi menjadi dua yaitu dampak positif dan dampak negatif. Salah satu dampak positif dari globalisasi ini adalah kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tentu saja dengan kemajuan yang ada, manusia akan semakin terbantu dalam melakukan segala aktivitasnya tanpa terkecuali aktivitas perekonomian. Sedangkan dampak negatif yang timbul dari globalisasi ini salah satunya adalah adanya kesenjangan sosial yang terjadi di masyarakat, hal itu bisa disebabkan oleh ketidaksiapan Sebagian manusia terhadap kemajuan yang timbul akibat globalisasi.
Globalisasi memang menghadirkan dampak positif dan negatif, namun dengan adanya dua sisi yang timbul, maka manusia harus mampu untuk mengelola situasi dengan sebaik-baiknya, dengan cara memanfaatkan secara maksimal dampak positif yang ada. Manusia dapat memanfaatkan kemajuan teknologi untuk kebaikan dan kebermanfaatan manusia itu sendiri, salah satu contoh nya adalah memanfaatkan kemajuan teknologi dalam pertumbuhan perekonomian.
Perekonomian masyarakat dapat tumbuh secara baik apabila aktivitas ekonomi dapat dikolaborasikan dengan teknologi, saat ini pun sudah terlihat kesuksesan kolaborasi tersebut, yang mana segala usaha masyarakat dapat difasilitasi oleh teknologi dan masyarakat dapat menggunakan teknologi tersebut sebagai media yang positif demi keberlangsungan usaha. Salah satu hasil dari kesuksesan kolaborasi antara usaha masyarakat dan teknologi adalah ketika masyarakat dapat menggunakan teknologi untuk platform pasar digital UMKM.
UMKM atau usaha mikro kecil menengah merupakan salah satu penopang perekonomian nasional Indonesia, tercatat dalam data Kementerian Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, bahwa per tahun 2018 terdapat 64,2 juta UMKM dan memiliki daya serap terhadap tenaga kerja sebanyak 117 juta serta kontribusi terhadap PDB nasional sebesar 61,1%, angka ini menunjukan bahwa Indonesia memiliki potensi basis ekonomi yang cukup kuat sehingga pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan untuk keberlangsungan UMKM ini agar lebih baik lagi, satu diantaranya adalah program pemulihan ekonomi untuk UMKM (Nainggolan, 2020).
Selain kebijakan pemerintah, untuk meningkatkan kualitas UMKM, para pelaku usaha pun harus memiliki kemampuan yang mumpuni dalam bidang teknologi dan informasi, karena saingan pelaku usaha bukan hanya ada dalam negeri saja, melainkan di era globalisasi ini saingan UMKM Indonesia adalah produk-produk luar negeri. Persaingan ini sudah seharusnya dijadikan sebagai pemicu semangat para pelaku UMKM nasional untuk lebih meningkatkan kemampuan di berbagai bidang agar kemampuan tersebut dapat dikembangkan untuk peningkatan kualitas UMKM Indonesia, sehingga Ketika UMKM nasional dapat diakui di tingkat internasional, maka hal tersebut dapat berdampak terhadap perluasan pasar perdagangan dan tentu nya akan berdampak pada perekonomian nasional yang semakin meningkat.
Pemanfaatan teknologi dan informasi dapat masyarakat implementasikan melalui kolaborasi dengan perusahan e-commerce yang ada di Indonesia, salah satu nya adalah Tokopedia dan gojek. Para pelaku UMKM dapat mempromosikan produknya di media tersebut, tentunya hal itu dapat memperluas jangkauan pasar dari pelaku UMKM yang awalnya hanya bisa dipasarkan di satu wilayah saja, namun dengan adanya aplikasi ini produk dapat dijangkau ke seluruh wilayah bahkan ke level internasional. Pemanfaatan aplikasi e-commerce ini dapat berdampak positif terhadap kegiatan UMKM diantaranya adalah meningkatkan jumlah pesanan, meningkatkan jumlah produksi, meningkatkan jumlah pendapatan dan penambahan jumlah konsumen baru (Akhmad dan Purnomo, 2021).
Dampak positif dari pemanfaatan teknologi dan informasi ini tidak serta merta bisa dirasakan oleh seluruh pelaku UMKM, namun belum 100% pelaku UMKM dapat menggunakan teknologi untuk kegiatan usahanya, mayoritas dari mereka belum paham mengenai tata cara menggunakan teknologi dalam kegiatan usaha, sehingga diperlukan sosialisasi mengenai hal ini. Diperlukan kelas untuk peningkatan skill pengelolaan teknologi dalam kegiatan usaha dan diharapkan para pelaku UMKM mampu untuk menerapkan usaha berbasis teknologi. Ketika peningkatan skill teknologi diterapkan oleh para pelaku UMKM, maka diharapkan UMKM nasional bisa terus berkembang dan bisa berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.
Pertumbuhan ekonomi nasional tidak lepas dari dua masalah utama yaitu pengangguran dan kemiskinan, dua masalah tersebut dapat ditekan dengan pengembangan UMKM, karena jika kita melihat sejarah pada krisis 1998 hanya UMKM lah yang masih berkembang dan pada saat itu UMKM telah menyumbang 99,44% terhadap lapangan pekerjaan. Sedangkan dalam masalah kemiskinan UMKM cukup berpengaruh terhadap angka kemiskinan di Indonesia, tercatat sebelum krisis ekonomi pada 1998 angka persentase kemiskinan di Indonesia sebesar 17,5%, namun ketika masa krisis ekonomi 1998 angka kemiskinan naik menjadi 24,2% dan di era reformasi angka kemiskinan kembali turun menjadi 9,22% per September 2019, walaupun penurunan persentase kemiskinan tidak sepenuhnya dipengaruhi oleh UMKM, namun dapat diasumsikan dengan mayoritas usaha yang dilakoni oleh penduduk Indonesia adalah UMKM. Selain berpengaruh terhadap persentase pengangguran dan kemiskinan, UMKM juga dapat berkontribusi terhadap PDB, yang mana ketika pasca orde baru UMKM berkontribusi sebesar 59,36% terhadap PDB, dan dari angka kontribusi UMKM terhadap PDB nasional Indonesia, bisa kita lihat bersama bahwa terjadi peningkatan persentase kontribusi UMKM terhadap PDB nasional dari 59.36% menjadi 61,1%, walaupun secara persentase tidak mengalami kenaikan yang signifikan, namun dapat diproyeksikan bahwa kontribusi UMKM terhadap PDB akan terus tumbuh jika para pelaku UMKM dapat beradaptasi dengan era globalisasi dengan pemanfaatan teknologi dan informasi secara maksimal.
Dapat disimpulkan bahwa globalisasi dapat berdampak terhadap perekonomian nasional melalui pemanfaatan teknologi dan informasi secara maksimal terhadap kegiatan UMKM di Indonesia, namun tidak serta merta seluruh pelaku UMKM dapat merasakan secara langsung dampak dari kemajuan teknologi ini, banyak dari mereka yang harus beradaptasi terhadap teknologi sehingga dibutuhkan peningkatan skill teknologi demi kegiatan usaha yang semakin berkembang.