Ponticity post authorelgiants 03 Februari 2026

Menyoal Transparansi Kejati Kalbar di Tengah Simpang Siur Isu Sutarmidji, Catatan Redaksi

Photo of Menyoal Transparansi Kejati Kalbar di Tengah Simpang Siur Isu Sutarmidji, Catatan Redaksi Harry A. Daya Pemimpin Redaksi

?RESPONS terhadap pemberitaan di sejumlah media, termasuk Koran Harian Suara Pemred, belakangan memicu bantahan serta penegasan bahwa kabar tersebut adalah hoaks. Namun, perlu kami luruskan kronologi dan alasan di balik munculnya pemberitaan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab publik.

Kronologi dan Kejanggalan Foto

?Hampir satu pekan terakhir, media sosial dan grup WhatsApp diramaikan oleh foto di ruang kantor Kejati Kalbar yang diklaim sebagai Sutarmidji dan istrinya.

Foto tersebut sengaja 'disamarkan', yang mengindikasikan adanya maksud tertentu di balik penyebarannya.

?Ada dua pertanyaan besar yang muncul:

  1. ?Siapa yang mengambil foto di area internal tersebut?
  2. ?Mengapa ada indikasi kesengajaan untuk mengembuskan isu bahwa Sutarmidji tengah diperiksa bersama istrinya?

Lambannya Klarifikasi Institusi

?Sayangnya, di tengah isu yang meluas, pihak Kejaksaan tidak segera memberikan klarifikasi. Saat wartawan kami mengonfirmasi hal ini kepada Kasi Penkum Kejati, jawaban yang diterima justru bersifat "mengambang" dengan alasan harus berkoordinasi dengan penyidik.

?Pertanyaannya: Mengapa saat dikonfirmasi awal tidak langsung dibantah jika memang itu hoaks? Apa sulitnya memberikan kepastian sejak dini untuk mencegah kegaduhan?

Urgensi Kepastian Hukum

?Publik melihat kasus ini seolah-olah dibiarkan menggantung selama bertahun-tahun. Ketidakjelasan jadwal pemeriksaan terhadap Sutarmidji memicu berbagai spekulasi, termasuk isu adanya sentimen pribadi akibat laporan Sutarmidji ke Menko Polhukam di era Mahfud MD terkait kinerja oknum jaksa.

?Kami memandang bahwa:

* ?Jaksa Harus Transparan: Sutarmidji sendiri secara terbuka menyatakan kekesalannya dan menantang kejaksaan terkait kasus dana hibah Yayasan Mujahiddin.

* ?Equality Before the Law: Tidak ada orang "besar" atau "kecil" di mata hukum. Status seseorang sebagai pejabat tidak seharusnya menjadikan proses pemeriksaan sebagai hal yang eksklusif atau tertutup.

?Komitmen Redaksi

?Redaksi Koran Harian Suara Pemred berharap Kejati Kalbar lebih tanggap dan tegas dalam merespons isu menyesatkan di media sosial. Keterangan yang cepat dan jelas adalah kunci agar media tidak terjebak dalam disinformasi.

?Sebagai bentuk pertanggungjawaban profesi, kami telah menugaskan kembali tim wartawan untuk melakukan konfirmasi yang lebih akurat dan mendalam kepada pihak-pihak terkait mengenai dugaan korupsi dana hibah Yayasan Mujahiddin. Kami menantikan jawaban yang lengkap, akurat, dan transparan.

?Sebab di mata hukum, hanya ada satu ukuran: bersalah atau tidak bersalah.

?Harry A. Daya

Pemimpin Redaksi

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda