PONTIANAK, SP - Perum BULOG Kantor Wilayah Kalimantan Barat memastikan ketersediaan beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta minyak goreng rakyat MINYAKITA dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dengan stok yang cukup dan distribusi yang terus berjalan, kedua komoditas tersebut dipastikan tetap tersedia dengan harga yang terjangkau di pasaran.
Pemimpin Wilayah Perum BULOG Kanwil Kalbar, Rasiwan, menyampaikan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap stok dan penyaluran komoditas pangan strategis guna menjaga stabilitas harga serta memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan mudah.
“BULOG berkomitmen menjaga ketersediaan pangan, khususnya beras SPHP dan MINYAKITA, agar tetap tersedia di pasar dengan harga yang sesuai ketentuan pemerintah,” ujarnya.
Untuk komoditas MINYAKITA, BULOG Kalbar telah menyalurkan jutaan liter minyak goreng rakyat ke berbagai daerah di Kalimantan Barat.
Selain stok yang saat ini tersedia, tambahan pasokan juga terus didatangkan untuk memperkuat ketersediaan di tingkat konsumen dan mengantisipasi peningkatan permintaan.
Sementara itu, penyaluran beras SPHP terus dilakukan melalui jaringan Rumah Pangan Kita (RPK), pasar tradisional, serta berbagai titik distribusi lainnya.
Program ini bertujuan menjaga stabilitas harga beras di tengah dinamika pasar sekaligus memberikan akses pangan yang terjangkau bagi masyarakat.
BULOG Kalbar juga memastikan distribusi berjalan lancar hingga ke daerah-daerah kabupaten dan kota. Pengawasan rutin dilakukan untuk memastikan pasokan sampai kepada masyarakat sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan.
Dengan kondisi stok yang melimpah dan dukungan distribusi yang optimal, masyarakat di Kalimantan Barat diimbau tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras dan minyak goreng. BULOG menjamin pasokan tetap aman serta harga tetap terkendali guna mendukung ketahanan pangan dan menjaga daya beli masyarakat.
Ke depan, BULOG Kalbar akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, distributor, dan pelaku usaha pangan untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga bahan pokok tetap terjaga. Langkah ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. (*)