Ponticity post author elgiants 25 Juni 2026

Harisson Ingatkan Praja IPDN Pentingnya Kompetensi dan Karakter

Photo of Harisson Ingatkan Praja IPDN Pentingnya Kompetensi dan Karakter FOTO BERSAMA - Sekda Kalbar, Harisson foto bersama usai Sharing Session bertema “Pengabdian kepada Masyarakat, Kemitraan antara Kementerian Dalam Negeri” yang digelar di Kantor Wali Kota Pontianak, kemarin.

PONTIANAK, SP – Sekda Kalbar, Harisson, mengajak generasi muda mempersiapkan diri menghadapi bonus demografi dengan meningkatkan kompetensi, memperkuat karakter, serta membangun jejaring yang luas sebagai bekal menjadi pemimpin masa depan.

Pesan tersebut disampaikan Harisson saat menjadi narasumber dalam Sharing Session bertema “Pengabdian kepada Masyarakat, Kemitraan antara Kementerian Dalam Negeri” yang digelar di Kantor Wali Kota Pontianak, kemarin.

Kegiatan itu menghadirkan Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda, Direktur Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Maris Gunawan Rukmana, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, serta diikuti pelajar, mahasiswa, dan Praja Muda IPDN.

Harisson mengatakan, bonus demografi merupakan peluang besar yang harus dimanfaatkan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya mengandalkan prestasi akademik, tetapi juga harus memiliki karakter yang kuat, kemampuan beradaptasi, serta kecakapan membangun kolaborasi.

“Dunia bergerak sangat cepat. Anak-anak muda harus terus meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan diri sejak sekarang agar mampu menjadi pemimpin yang membawa perubahan positif bagi daerah maupun bangsa,” ujarnya.

Ia menilai tantangan yang dihadapi generasi mendatang akan semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, arus informasi, serta persaingan global. Karena itu, generasi muda dituntut memiliki semangat belajar sepanjang hayat dan tidak cepat berpuas diri.

Selain kompetensi, Harisson menegaskan pentingnya karakter sebagai fondasi kepemimpinan. Menurutnya, integritas, kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kerja keras, dan kemampuan bekerja sama menjadi modal utama untuk memperoleh kepercayaan dalam menjalankan amanah.

“Keberhasilan bukan hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga karakter, kemampuan komunikasi, serta kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kemampuan berkomunikasi di era keterbukaan informasi. Kemampuan menyampaikan gagasan secara efektif dan membangun kolaborasi dinilai menjadi faktor penting dalam menciptakan perubahan.

Di samping itu, Harisson mendorong generasi muda mulai membangun jejaring sejak dini. Menurutnya, relasi yang luas akan membuka peluang, memperkaya pengalaman, dan memperluas wawasan, baik di tingkat daerah, nasional, maupun internasional.

“Mulailah membangun relasi yang luas. Jaringan yang baik akan membuka peluang dan memperkaya pengalaman,” ujarnya.

Harisson berharap kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan mampu menginspirasi peserta untuk terus mengembangkan kapasitas diri.

“Semoga kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran yang melahirkan generasi muda yang unggul, berintegritas, dan siap mengambil peran strategis dalam pembangunan bangsa,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menyiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan melalui transfer pengetahuan, pengalaman, dan wawasan kebangsaan.

Menurutnya, kualitas sumber daya manusia menjadi penentu keberhasilan pembangunan bangsa. Karena itu, generasi muda perlu diberi ruang untuk belajar, berdiskusi, dan memahami berbagai persoalan kebangsaan secara lebih luas.

Senada, Direktur IPDN Maris Gunawan Rukmana menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk sinergi antara Kementerian Dalam Negeri dan Komisi II DPR RI dalam memperkuat kapasitas calon pemimpin bangsa.

Ia menegaskan Indonesia membutuhkan generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, jiwa kepemimpinan, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.

Maris berharap antusiasme peserta menjadi modal dalam mencetak generasi yang berkualitas, berdaya saing, serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045. (din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda