PONTIANAK, SP – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) siap menggelar agenda besar Musyawarah Daerah (Musda) dan Pelantikan Pengurus tingkat Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) yang akan menjadi tonggak penguatan organisasi petani di Kalbar.
Berdasarkan file resmi dokumen rundown kegiatan Musda dan Pelantikan HKTI Provinsi Kalbar yang beredar, rangkaian perhelatan tersebut akan dilaksanakan pada Sabtu, 27 Juni 2026 hingga Minggu, 28 Juni 2026 di sejumlah titik strategis di Kota Pontianak.
Rangkaian acara disusun secara padat untuk mengonsolidasikan kekuatan kelembagaan tani dari tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota se-Kalbar.
Pada hari pertama, Sabtu, 27 Juni 2026, akan diawali dengan prosesi penyambutan rombongan DPN yang tiba di Kalbar dan kemudian menuju Pendopo Gubernur Kalbar pada pukul 09.00 sampai 11.00 WIB.
Memasuki siang hari, mulai pukul 11.00 hingga 13.00 WIB, para peserta akan melakukan registrasi dan makan siang bersama di Hall Pendopo Gubernur Kalbar.
Memasuki pukul 13.00 hingga 14.00 WIB, agenda resmi Pelantikan DPC dan Pembukaan Musda akan dilaksanakan di Hall Pendopo Gubernur yang dihadiri oleh seluruh calon pengurus harian DPD.
Sesi ini dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan doa, laporan ketua panitia, prosesi pelantikan DPC, sambutan Gubernur Kalbar, serta sambutan Ketua Umum DPN HKTI sekaligus membuka secara resmi Musda HKTI Kalbar.
Setelah pembukaan, seluruh perwakilan DPC dan calon pengurus harian atau ketua harian DPD akan mengikuti Orientasi Pengurus HKTI dari pukul 14.00 hingga 15.00 WIB, lalu dilanjutkan dengan waktu istirahat dan coffee break sampai pukul 15.30 WIB.
Sidang Musda sendiri akan digelar pada pukul 15.30 hingga 17.00 WIB oleh Kartaker (DPN) bersama seluruh DPC se-Kalimantan Barat. Sidang ini berjalan maraton melalui Sidang Pleno I dan dilanjutkan Sidang Pleno II serta Sidang Pleno III yang mengagendakan pengajuan calon Ketua DPD, penetapan Ketua DPD Himpunan HKTI Kalbar, penutupan persidangan, hingga penyerahan hasil Musda kepada ketua terpilih.
Selepas sidang, pada pukul 17.00 hingga 18.30 WIB, peserta diberikan waktu istirahat yang kemudian disambung dengan makan malam pada pukul 18.30 sampai 19.30 WIB, dan ditutup dengan Malam Ramah Tamah bagi seluruh DPC dan DPD pada pukul 19.30 hingga 21.00 WIB.
Memasuki hari kedua, Minggu, 28 Juni 2026, kegiatan diawali dengan kegiatan publik berupa Jalan dan Senam Sehat di Halaman GOR SSA pada pukul 07.30 hingga 08.00 WIB.
Tepat setelah senam, dari pukul 08.00 hingga 08.30 WIB, prosesi Pelantikan DPD HKTI Kalbar resmi digelar di lokasi yang sama.
Aktivitas kemudian berla dengan agenda sambutan dan dialog tani sekaligus penyerahan bantuan bibit secara simbolis, disusul pembagian hadiah doorprize dan pembukaan Pasar Murah Sembako untuk masyarakat
Agenda dilanjutkan menuju lokasi budidaya untuk melaksanakan agenda panen bersama aloevera di Aloevera Center dari pukul 10.00 hingga 11.30 WIB dan kembali menuju Pendopo Gubernur Kalbar untuk makan siang bersama.
Agenda terakhir di Kota Pontianak diisi dengan Presentasi Hilirisasi Jagung dan Penandatanganan MoU bersama Mekar Asri Nusantara dari Sampoerna Group yang berlangsung dari pukul 13.00 hingga 14.30 WIB.
Garda Terdepan
Gubernur Kalbar, Ria Norsan menegaskan bahwa HKTI memiliki posisi penting sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan sektor pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin rapat persiapan Musda HKTI Provinsi Kalbar di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (23/6/2026) lalu.
Rapat yang dihadiri oleh perangkat daerah terkait dan mitra HKTI ini menjadi bagian dari koordinasi penting menjelang pelaksanaan Musda serta pelantikan kepengurusan HKTI tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Kalbar.
Dalam pertemuan tersebut, berbagai aspek strategis dan teknis dibahas secara mendalam, mulai dari kesiapan pelaksanaan Musda hingga agenda pelantikan jajaran DPD dan DPC HKTI Kalbar.
Menurut Norsan, momentum Musda dan pelantikan kepengurusan baru ini harus dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat konsolidasi organisasi agar semakin adaptif terhadap kebutuhan petani dan tantangan zaman.
“HKTI memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi wadah perjuangan dan penguatan bagi para petani. Melalui Musda dan pelantikan ini, saya berharap HKTI Kalbar semakin fokus pada penguatan ketahanan pangan daerah, peningkatan kualitas produksi pertanian, hingga pendampingan petani dalam mengadopsi teknologi pertanian modern,” ujar Ria Norsan.
Ia juga berharap kepengurusan yang terbentuk nantinya mampu hadir secara nyata di tengah masyarakat tani, menjadi jembatan antara aspirasi petani dengan kebijakan pemerintah, serta aktif mendorong peningkatan produktivitas di berbagai wilayah Kalbar.
Lebih lanjut, Gubernur memberikan arahan tegas agar seluruh jajaran DPC yang dilantik segera menyusun program kerja yang terukur, realistis, dan berbasis pada potensi unggulan masing-masing daerah.
“Setiap daerah memiliki potensi dan tantangan yang berbeda. Karena itu, program kerja HKTI harus mampu menyesuaikan dengan kondisi lapangan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh para petani,” tambahnya.
Gubernur juga menegaskan komitmen Pemprov Kalbar untuk terus memperkuat sinergi dengan HKTI melalui berbagai program yang mendukung kemajuan sektor pertanian.
Dukungan tersebut mencakup perluasan akses permodalan, penyediaan sarana dan prasarana produksi, penguatan distribusi hasil pertanian, hingga perluasan akses pemasaran bagi petani.
Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan organisasi petani menjadi kunci dalam mewujudkan sektor pertanian yang tangguh, produktif, dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Selain membahas substansi organisasi, rapat juga menyoroti kesiapan teknis pelaksanaan Musda dan pelantikan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar, tertib, dan memberikan manfaat strategis bagi penguatan kelembagaan pertanian di Kalbar.
Dengan semangat konsolidasi dan kepemimpinan baru yang akan terbentuk, Pemprov Kalbar optimistis HKTI akan semakin berperan sebagai motor penggerak pembangunan pertanian, memperkuat ketahanan pangan daerah, serta meningkatkan kesejahteraan petani sebagai tulang punggung perekonomian Kalbar. (ril/tim)