Ponticity post authorelgiants 03 Juni 2026

Pemkot Pontianak Mulai Tata Kawasan Ambalat, Fokus Atasi Genangan dan Perbaiki Infrastruktur

Photo of Pemkot Pontianak Mulai Tata Kawasan Ambalat, Fokus Atasi Genangan dan Perbaiki Infrastruktur

Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak mulai melakukan langkah serius dalam menata kawasan Jalan Budi Karya, Kelurahan Benua Melayu Darat, Kecamatan Pontianak Selatan, yang selama ini dikenal masyarakat dengan sebutan kawasan Ambalat. Penataan tersebut dilakukan sebagai upaya mengatasi persoalan genangan air, kerusakan jalan, sekaligus memperbaiki wajah kawasan agar lebih tertata, nyaman, dan representatif.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, pemerintah telah menyiapkan desain penataan kawasan yang mencakup pembenahan saluran drainase, peningkatan kualitas jalan, hingga pembangunan trotoar bagi pejalan kaki.

“Sekarang desain penataannya sudah ada. Kawasan itu memang sering terjadi genangan ketika hujan, kemudian kondisi jalannya juga rusak. Akses jalannya perlu dibenahi supaya kawasan itu lebih representatif,” ujarnya, kemarin.

Menurut Edi, pada tahun ini Pemkot Pontianak telah mengalokasikan anggaran untuk proses lelang pekerjaan penataan kawasan tersebut. Setelah tahapan administrasi selesai, pekerjaan fisik akan segera dilaksanakan secara bertahap.

Penataan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah kota dalam meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan sekaligus memperbaiki lingkungan yang selama ini dinilai belum tertata secara optimal.

“Kita ingin kawasan ini menjadi lebih baik, lebih nyaman, dan lebih layak sebagai salah satu kawasan perkotaan yang berkembang cukup pesat,” katanya.

Edi menilai, salah satu persoalan yang membuat kawasan Ambalat terkesan semrawut dan kumuh adalah keberadaan sejumlah ruko yang difungsikan sebagai gudang penyimpanan maupun pusat distribusi barang. Aktivitas tersebut dinilai kurang sejalan dengan perkembangan kawasan yang kini didominasi permukiman dan jasa.

Menurutnya, kawasan Jalan Budi Karya saat ini telah berkembang menjadi lingkungan hunian dengan berbagai fasilitas penunjang, termasuk kompleks perumahan dan hotel.

“Di sana sekarang sudah menjadi kawasan perumahan, ada kompleks perumahan yang cukup baik, ada hotel juga. Karena itu kita berharap ke depan kawasan ini bisa lebih tertata dan tidak menimbulkan kesan negatif,” ujarnya.

Penataan kawasan tidak hanya difokuskan pada pembangunan fisik, tetapi juga menyentuh aspek ketertiban dan kenyamanan lingkungan. Pemerintah kota berupaya memastikan kawasan tersebut berkembang secara teratur sesuai fungsi ruang yang telah ditetapkan.

Selain membenahi infrastruktur, Pemkot Pontianak juga melakukan pendekatan kepada para pelaku usaha dan pedagang kaki lima yang beraktivitas di kawasan tersebut.

Edi menjelaskan, sosialisasi telah dilakukan dengan melibatkan pedagang kaki lima serta pihak-pihak terkait agar tercipta kesepahaman dalam menjaga ketertiban lingkungan.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah penggunaan pengeras suara atau musik yang berpotensi mengganggu kenyamanan warga sekitar.

“Mereka sudah kita kumpulkan dan diberikan pemahaman. Tidak diperkenankan memutar musik yang mengganggu lingkungan sekitar. Kalau ada kafe yang ingin menampilkan musik atau karaoke, harus dilakukan di dalam ruangan tertutup supaya tidak mengganggu,” jelasnya.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menciptakan keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan kenyamanan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan.

Untuk menjaga kondisi kawasan tetap kondusif, Pemerintah Kota Pontianak melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama instansi terkait terus melakukan pengawasan rutin.

Pengawasan tidak hanya menyasar aktivitas usaha, tetapi juga berbagai aktivitas masyarakat yang berpotensi mengganggu ketertiban umum, termasuk keberadaan anak-anak di bawah umur yang masih berada di luar rumah hingga larut malam.

Menurut Edi, penataan kawasan Ambalat tidak bisa dilakukan hanya melalui pembangunan fisik semata. Diperlukan pengawasan yang berkelanjutan agar perubahan yang dilakukan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.

“Satpol PP bersama pihak terkait akan terus memantau. Sementara proses lelang berjalan dan pekerjaan mulai dilaksanakan. Harapan kita kawasan ini ke depan semakin tertata, lebih nyaman, bersih, dan memberikan citra yang baik bagi Kota Pontianak,” tutupnya.

Penataan kawasan Ambalat menjadi salah satu langkah strategis Pemkot Pontianak dalam memperbaiki kualitas lingkungan perkotaan. Dengan pembenahan drainase, jalan, trotoar, serta penguatan pengawasan dan ketertiban, kawasan yang selama ini identik dengan genangan dan kesemrawutan diharapkan bertransformasi menjadi lingkungan yang lebih modern, nyaman, dan mendukung aktivitas masyarakat maupun dunia usaha. (din)

Berita Terkait

Baca Juga

Komentar Anda