Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas OSO terus memperluas kiprahnya di tingkat nasional. Dipimpin Presiden Mahasiswa Irvan Surya bersama Wakil Presiden Mahasiswa, delegasi BEM Universitas OSO menuntaskan partisipasi dalam Musyawarah Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (Munas BEM SI) XIX yang berlangsung di Asrama Haji Kota Baru, Jambi, pada 27 Juli hingga 2 Agustus 2026 lalu.
Forum yang diikuti ratusan delegasi Badan Eksekutif Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia tersebut menjadi ruang konsolidasi organisasi, pertukaran gagasan, sekaligus penyusunan arah gerakan mahasiswa di tingkat nasional.
Selama sepekan pelaksanaan Munas, delegasi Universitas OSO mengikuti seluruh agenda, mulai dari Opening Ceremony, Seminar Nasional, Sidang Musyawarah Nasional hingga Field Trip. Berbagai kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, memperluas jejaring antarmahasiswa, serta mendiskusikan berbagai isu strategis kebangsaan.
Presiden Mahasiswa Universitas OSO, Irvan Surya, mengatakan keikutsertaan dalam Munas BEM SI XIX menjadi momentum penting bagi organisasi mahasiswa Universitas OSO untuk belajar sekaligus membangun kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
“Munas BEM SI bukan sekadar forum organisasi, tetapi ruang konsolidasi gerakan mahasiswa Indonesia. Kami memperoleh banyak pengalaman, bertukar gagasan dengan berbagai delegasi dari seluruh Indonesia, sekaligus memperluas jejaring yang nantinya dapat menjadi modal untuk memperkuat gerakan mahasiswa di Universitas OSO,” ujarnya.
Menurut Irvan, kehadiran BEM Universitas OSO dalam forum nasional tersebut juga menjadi bentuk komitmen organisasi untuk terus aktif mengambil bagian dalam diskursus kebangsaan dan pembangunan nasional.
Ia menilai berbagai pembahasan selama Munas memberikan perspektif baru mengenai tantangan yang dihadapi mahasiswa saat ini, mulai dari isu pendidikan, demokrasi, pembangunan daerah hingga peran generasi muda dalam menjawab persoalan sosial di tengah masyarakat.
“Kami pulang bukan hanya membawa dokumentasi kegiatan, tetapi juga membawa pengalaman, relasi, dan gagasan yang akan kami implementasikan dalam pengembangan organisasi di Universitas OSO. Kolaborasi antarmahasiswa dari berbagai daerah menjadi kekuatan penting agar gerakan mahasiswa tetap relevan, adaptif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.
Selain memperkuat kapasitas organisasi, keikutsertaan dalam Munas BEM SI XIX juga dimanfaatkan delegasi Universitas OSO untuk memperkenalkan potensi Kalimantan Barat kepada mahasiswa dari berbagai daerah. Momentum tersebut dinilai penting dalam membangun komunikasi, memperluas jejaring, serta membuka peluang kolaborasi lintas perguruan tinggi.
Melalui forum tersebut, BEM Universitas OSO berharap dapat mengadopsi berbagai praktik baik organisasi mahasiswa di tingkat nasional untuk diterapkan di lingkungan kampus.
Hasil Musyawarah Nasional BEM SI XIX juga diharapkan menjadi bekal dalam memperkuat budaya organisasi, meningkatkan kualitas kaderisasi, serta melahirkan berbagai program kolaboratif yang berdampak bagi mahasiswa maupun masyarakat.
Dengan semangat kolaborasi yang terbangun selama forum nasional tersebut, BEM Universitas OSO optimistis dapat menghadirkan gerakan mahasiswa yang semakin progresif, inklusif, adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus berorientasi pada pengabdian kepada masyarakat dan pembangunan daerah. (din)